
"David, David ayo pergi, Papa mu akan keluar"
Tapi David, seakan tidak mendengarkan Kevin, matanya tak berkedip menatap istrinya didalam sana. Dengan terpaksa, Kevin pun menarik tangan David pergi dari tempat itu.
Saat keluar dari ruangan perawatan Alya, Tyson seperti melihat selulit dua orang lelaki yang tak asing, namun ia tak memperdulikan nya, yang lebih lebih penting sekarang adalah ke ruangan dokter untuk menanyakan tentang kandungan Alya.
"Dokter, sebelum kecelakaan menantu saya sedang hamil, lalu bagaimana dengan kandungan nya? apakah....
Belum selesai Tyson mengucapkan kalimat nya, dokter itu tersenyum dan membuat Tyson menghentikan kalimat nya menatap bingung pada sang dokter.
"20 tahun saya menjadi dokter, tapi baru kali ini saya menemukan kejadian seperti ini. Yah kita tahu sendiri, di usia kehamilan yang masih sangat muda, jangankan mengalami kecelakaan seperti yang menantu bapak alami, terpeleset saja bisa menyebabkan keguguran. Tapi ini benar-benar di luar dugaan saya, ini benar-benar sebuah keajaiban, melihat keadaan menantu bapak yang sangat parah, tapi kandungan nya tetap ada baik-baik saja dan sama sekali tidak berpengaruh dengan kecelakaan yang dialami oleh ibunya. Awalnya saya tidak percaya, setelah mengecek berkali-kali bahkan melakukan USG saya yang hanya seorang dokter dan tidak mengenali pasien saya sampai bersujud syukur melihat keajaiban didepan mata kepala saya sendiri"
Penjelasan dokter itu yang panjang lebar, membuat Tyson tak berkedip menyimak nya.
Namun, dalam hati ia mengucapkan syukur lalu melakukan hal yang sama dengan yang dokter itu lakukan, yaitu sujud syukur, benar-benar sebuah keajaiban.
Sementara David dan Kevin kini berada di dalam mobil, lebih tepatnya mobil Denis. Mereka menunggu Denis untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah nek Minah untuk mengambil mobil mereka disana.
Beberapa saat menunggu Denis namun tak kunjung datang, tiba-tiba ponsel David berdenting menandakan ada pesan masuk.
Seketika mata David melotot menatap layar ponselnya yang terdapat notifikasi, pemberitahuan jumlah uang yang terpakai dari kartu yang ia berikan pada Lestari, melihat itu David mengepalkan tangannya serta mengeraskan rahangnya.
"Dasar perempuan tidak tahu diri!" umpat nya, kesal.
Kevin yang mendengarkan umpatan David langsung menoleh ke arah David.
"Ada apa?"
David tidak menjawab, namun ia memberikan ponselnya pada Kevin.
Kevin yang melihat notifikasi di ponsel David, langsung menutup mulutnya seperti perempuan yang sedang mendengar kabar mengejutkan.
__ADS_1
"Apa ini David? siapa yang menggunakan uang sebanyak ini?" Kevin menatap David lalu menatap lagi notifikasi di ponsel David itu, kemudian berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lestari" jawab David singkat dengan nada yang terdengar datar, sambil memijit pelipisnya. Saat ini ia sedang memikirkan sesuatu untuk perempuan itu.
"Lestari? maksudmu, Lestari mantan sekertaris mu itu?" tanya Kevin menatap David lalu mengembalikan ponsel David.
"Iya" jawab David singkat.
"Bisa tidak kau tolong panggilkan Denis, aku harus segera pergi, ada hal penting yang akan aku kerjakan" ucap David dengan nada dingin.
Kevin menghela nafasnya sebentar menatap David lalu segera keluar dari mobil untuk memanggil Denis.
.......
Sementara ditempat lain, di sebuah tempat hiburan malam di ibu kota. Lestari dengan asyiknya berpesta pora dengan mentraktir semua pengunjung yang datang, kini ia sedang asyik berjoget dengan seorang pria yang terus merangkulnya yang sudah setengah mabuk.
"Hei kalian semua, ayo nikmati semua minuman yang ada ditempat ini, aku yang akan traktir kalian semua!" teriak Lestari, sambil tertawa dan sesekali cegukan karena sudah terlalu banyak minum.
Sementara lelaki yang menemani Lestari itu, menatap nya dengan tatapan buas, seolah sudah tak sabar ingin menelan hidup-hidup tubuh wanita yang sudah setengah mabuk itu.
Namanya adalah Reno, Reno adalah seorang bandar narkoba yang sudah lama diincar oleh polisi, namun karena Reno yang begitu licik dan selalu dengan mudah berpindah-pindah tempat serta mengganti Identitasnya membuat polisi kesulitan untuk menemukan keberadaan nya.
Reno juga sudah lama menjalin hubungan dengan Lestari, semenjak David yang mulai berubah mengacuhkan Lestari karena istrinya, membuat Lestari mencari lelaki lain sebagai pelampiasan nya.
Tidak usah ditanyakan lagi bagaimana hubungan Lestari dan Reno, jika dengan David saja yang sudah jelas pria beristri masih bisa melakukan hubungan badan, bagaimana dengan Reno?
Bahkan, ternyata Reno juga sering menginap di apartemen Lestari yang diberikan oleh David.
Meski David memang adalah lelaki pertama yang mengambil kehormatan Lestari, tapi David selalu menggunakan pengaman saat melakukannya, tidak seperti Reno yang menurutnya tidak enak menggunakan pengaman.
Kecuali, saat itu David yang sedang diselimuti kecemburuan dan kemarahan melihat kedekatan Alya dan Kevin waktu acara launching produk di perusahaan Kevin, David melakukannya lagi dengan Lestari tanpa menggunakan pengaman karena waktu itu David mengira Lestari adalah Alya, dan saat itu juga adalah yang terakhir kalinya mereka berhubungan.
__ADS_1
Melihat Lestari yang sudah tak berdaya karena sudah terlalu banyak minum, Reno pun segera membawa Lestari menuju mobilnya.
......
Tyson yang baru saja kembali dari ruangan dokter, langsung menceritakan apa yang dikatakan dokter pada Nek Minah dan istrinya serta Denis yang juga masih berada diruang itu, mereka semua mengucapkan beribu-ribu syukur atas sebuah keajaiban yang dialami Alya.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka, Kevin masuk dan menatap bingung pada orang-orang diruang itu yang semua tersenyum menatap Alya.
"Om, Tante" Kevin menutup kembali pintu ruangan itu lalu melangkah mendekat pada Tyson.
"Bagaimana keadaan Alya, Om?"
"Yah, seperti yang kamu lihat" jawab Tyson datar.
Terdengar Kevin menghela nafasnya mendengar jawaban Tyson.
"Oh ya Denis, aku kesini ingin memanggilmu untuk mengantarkan aku dan David kembali ke rumah nek Minah, untuk mengambil mobil kami disana"
Denis mengangguk, lalu mendekat pada Tyson dan Herlina untuk berpamitan.
Saat Denis hendak membalikkan badannya, tiba-tiba Tyson berbisik ditelinga nya.
"Tolong jangan katakan apapun yang kau dengar, pada mereka" Denis mengangguk lalu keluar dari ruangan itu bersama Kevin.
Beberapa saat kemudian, David, Kevin dan Denis telah sampai didepan rumah nek Minah. Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Denis, David dan Kevin pun meninggalkan desa itu dan kembali ke kota dengan mobilnya masing-masing.
Sepanjang perjalanan David terus memikirkan Alya yang saat ini sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit, namun sayangnya ia tidak bisa menyentuh istrinya.
David tersenyum saat menemukan ide untuk nanti bisa menemui istrinya tanpa ketahuan oleh Papa nya, namun saat mengingat notifikasi yang masuk di ponsel nya tadi membuat nya mencengkeram erat stir mobilnya.
"Awas saja kau, Lestari!"
__ADS_1