
"Mphtttt...
Plak...!
"Kau memang laki-laki brengsek, Kak David!" Alya menunjuk tetap di wajah David setelah memberinya tamparan keras.
Bagaimana tidak, Alya yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, dikagetkan oleh David yang juga menyusul nya masuk ke dalam kamar, tiba-tiba langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan paksa.
"Al-Alya, maafkan aku" David tergagap, berkat tamparan itu ia seketika tersadar dengan apa yang dilakukan nya barusan.
'Ah sial! Kenapa aku selalu tidak bisa mengontrol diriku, Alya pasti akan sangat marah kali ini'
"Maaf, maaf, maaf, selalu itu yang Kak David katakan, aku sudah muak mendengarkannya! Lebih baik Kak David sekarang pergi dari sini, dan jangan berani-beraninya menampakkan diri dihadapkan ku lagi!" Alya merentangkan tangannya ke arah pintu, isyarat agar David segera pergi dari hadapannya.
"Alya, aku tidak bermaksud...
" Aku bilang, pergi!" Tubuh Alya sampai bergetar karena saking marahnya.
"Alya, aku mohon, jangan mengusir ku, aku janji tidak akan melakukan ini lagi, aku janji akan lebih mengontrol diriku"
"Kak David selalu saja berjanji dan meminta maaf, tapi itu semua nyatanya palsu! Kak David terus dan terus mengulanginya lagi. Dan aku rasa, aku sudah cukup baik selama ini memberikan Kak David kebebasan setiap hari datang kesini dengan alasan, Nayla. Tapi sekarang tidak lagi, Kak David jangan pernah datang kemari lagi, Pergi!" Alya mendorong David keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Bruk...!
Alya menutup pintu kamarnya dengan keras setelah berhasil mendorong David keluar dari kamarnya, ia pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi membersihkan bibirnya yang tadi dicium paksa oleh mantan suaminya itu.
"Benar-benar brengsek!"
Sementara di luar kamar, David terus berteriak menggedor gedor pintu kamar Alya, David mencoba membukanya, tapi ternyata pintu kamarnya di kunci dari dalam oleh Alya.
"Alya buka pintunya, aku mohon dengarkan aku dulu"
"Pergi...!" Teriak Alya dari dalam.
"Aku gak bakalan pergi, sebelum kita bicara dulu" David tetap bersikeras.
"Oke kalau gitu, aku bakalan pergi, tapi dengan membawa Nayla" David tidak benar-benar serius dengan ucapannya, dia hanya memancing Alya keluar dari dalam kamarnya.
Dan benar saja, pintu kamar itupun terbuka, Alya dengan wajah paniknya seketika menatap tajam pada David yang ternyata membohonginya.
Tapi Alya tidak memperdulikan laki-laki dihadapannya ini, dia langsung menuju ruang tamu untuk mengambil baby Nayla disana, yang sedang bersama nek Minah, takut-takut kalau David benar-benar mengambil Putri nya.
Melihat Alya pergi ke ruang tamu, David dengan cepat menyusul Alya, kemudian langsung merebut baby Nayla yang berada di dalam gendongan nek Minah.
__ADS_1
Alya panik, jangan jangan benar, David ingin mengambil Putri nya.
"Kak David, berikan Nayla padaku" Alya ingin mengambil baby Nayla dari gendongan David, tapi David terus mengelak.
"Aku tidak akan memberikan Nayla padamu, sebelum kau memberikan kepastian padaku!" David sedikit menjauh dari Alya, dia mencium lembut pipi baby Nayla tanpa memperdulikan Alya yang saat ini benar-benar terlihat kesal karenanya.
"Kepastian apa lagi sih, semuanya sudah jelas!" ujar Alya, merasa jengah.
David mengangkat kepalanya, dia menatap Alya, dalam lebih dalam lagi.
"Alya, coba lihat aku dan Nayla, anak kita!" David menekankan pada 'anak kita' agar Alya mendengarnya dengan jelas.
"Lihat kami, Alya! Kami berdua adalah anak dan ayah, tapi setiap hari kami berdua tidur terpisah. Aku juga ingin seperti ayah-ayah yang lainnya, setiap pagi bisa melihat anakku disaat aku bangun tidur, menciumnya, menghirup aromanya tubuhnya yang bau asam sebelum dia mandi. Menjadi pelepas lelahku di setiap hari" David terkekeh, sekali lagi dia memandang bayi mungilnya yang terlelap dalam gendongan nya, sama sekali tidak terganggu olehnya.
"Tapi itu semua tidak terjadi, dan itu semua karena kamu!" David menatap tajam Alya.
"Kamu egois, Alya! Apa kamu pikir, kamu itu sudah menjadi ibu yang hebat, merawat Nayla sendiri, tanpa adanya peran seorang ayah? Kamu salah besar, Alya, salah! Peran seorang ayah tidak kalah penting dari seorang ibu, dan kamu sudah merenggut itu dari Nayla!'' David menjadi emosional, matanya mulai menganak sungai, entah kenapa tiba-tiba saja air matanya ingin keluar.
Alya diam, dia mengalihkan tatapannya ke arah lain. Semua yang dikatakan mantan suaminya ini benar, tapi apa mantan suaminya ini lupa? apa yang menjadi penyebab ini semua terjadi.
Sesaat kemudian, Alya menarik sudut bibirnya, tersenyum sinis.
__ADS_1
"Yah, aku tau, aku memang egois, merenggut hak ayah, peran ayah dari anaknya. Tapi Kak David perlu aku ingatkan lagi, Kak David sendirilah yang menyebabkan itu semua terjadi, kalau kak David lupa."
"Semua kelakuan brengsek Kak David yang sudah merenggut semua hak hak itu!" teriak Alya tak kalah emosinya.