
Diatas panggung, Kevin menatap Alya yang terlihat senang saat ini. Yah, Kevin tahu apa yang ada didalam pikiran Alya saat ini.
"Apa kau sudah puas sekarang?" Tanya Kevin, berbisik pada Alya namun tatapannya tertuju pada para tamu undangan dan mengembangkan senyum diwajahnya.
"Ini baru sehari, Kevin. Tentu saja aku belum puas, dia harus merasakan lebih dari yang aku rasakan" jawab Alya juga dengan berbisik.
"Kau jahat sekali"
"Terserah"
Lain halnya diluar ruangan itu, sepasang mata terus memperhatikan langkah David yang baru saja keluar dari ruangan tempat diadakannya launching produk milik perusahaan Kevined2vgrhhhteewwq111e. Sangat kentara diwajah David, Lelaki itu sedang marah marah saat ini, terlihat dari langkahnya yang cepat sembari mengepalkan tangannya.
Brukkkk....
David menutup pintu mobilnya dengan keras, didalam mobil ia meluapkan emosinya pada stir mobilnya.
"Arghhhhhh, kenapa begitu sakit rasanya melihat Alya tersenyum pada Lelaki lain" cecar nya dengan memukul-mukul stir mobil.
"Semua yang ada pada Alya hanya aku yang boleh menikmatinya, hanya aku! Yang lain tidak boleh, tidak boleh! Termasuk Kevin" ucapnya menekankan pada nama Kevin.
David pun menyadarkan kepalanya pada stir mobilnya, kepalanya pusing memikirkan kejadian hari ini. Istrinya tiba-tiba saja berubah padanya, padahal selama sebulan ini istrinya begitu perhatian padanya. Hanya saja, istrinya itu belum mau menyerahkan dirinya sepenuhnya padanya, dan David pun berusaha untuk menahan itu, agar Istrinya yakin kalau ia sudah benar-benar mencintainya.
Lalu kenapa hari ini, Alya tiba-tiba berubah padanya?
"Akhh Alya. Kau berhasil Alya, kau berhasil! Hahaha" David menertawakan dirinya sendiri, baru sehari saja diacuhkan oleh Istrinya, ia sudah merasakan sakit. Lalu bagaimana dengan istrinya dulu? Miris.
"Inikah yang kau rasakan dulu, Alya? Maafkan aku" lirihnya.
__ADS_1
Hingga David dikagetkan dengan pintu mobil disebelahnya yang terbuka, David pun segera mengangkat kepalanya yang ia sandarkan di stir mobil.
"Kau..?" David membelalakkan matanya, melihat siapa yang membuka pintu mobilnya, dan dengan lancangnya ia masuk kedalam mobilnya.
"Aku harap kau belum melupakan aku" seringai wanita yang membuka pintu mobil David, dan kini sudah duduk di kursi penumpang samping David.
"Berani sekali kau menampakkan dirmu dihadapkanku, keluar kau dari mobilku Lestari!" Bentak David. Yah, wanita yang memperhatikan David keluar dari perusahaan Kevin itu adalah Lestari. Dan kini, dengan tidak tahu malunya masuk kedalam mobil David.
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa hah" Lestari dengan lantangnya menentang David.
"Kalau kau tidak mau keluar sendiri, dengan terpaksa aku akan menyeret mu keluar!" Sergah David, ia sudah kesal melihat kedekatan Istrinya dengan Lelaki lain dan sekarang bertambah kesal dengan kemunculan mantan kekasihnya itu.
"Coba saja kalau berani, aku akan berteriak dan memberitahu orang-orang kalau kau berusaha melecehkan aku" ancam Lestari, ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini, apapun akan ia lakukan untuk bisa menjerat David kembali padanya.
"Dasar wanita jal@ng!" Dengan emosi yang berapi-api, David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menabrak deretan tong sampah yang berjejer di sekitar parkiran.
"Ini jalan menuju apartemen mu, apa kau merindukan tubuhku ini David?" Yah, itulah yang dipikirkan Lestari saat ini.
David menutup mulutnya rapat-rapat, ia tidak ingin meluapkan emosinya dijalanan, iapun menambah kecepatan laju mobilnya hingga mobil itu kini sudah terparkir didepan apartemennya.
Dengan emosi yang memuncak, David dengan menyeret Lestari masuk kedalam apartemennya, hingga didalam apartemen David menghempaskan tubuh Lestari keatas ranjang.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan, hah!? Aku sudah memperingati mu untuk tidak muncul lagi dihadapkanku! Tapi kenapa kau tidak mendengar peringatan ku itu, kenapa Lestari!'' David berteriak, ia menumpahkan segala kekesalannya.
Melihat David yang emosi seperti itu, Lestari sama sekali tidak takut. Ia malah tersenyum, ia tahu kenapa David sampai semarah itu.
Dengan tidak tahu malunya Lestari bangkit dari atas ranjang, dengan perlahan ia melangkah mendekati David lalu memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Aku tau sampai saat ini kau belum bisa mendapatkan tubuh istrimu, maka dari itu aku dengan sukarela menawarkan tubuhku sebagai penggantinya" bahkan dengan merendahkan dirinya sekalipun Lestari lakukan agar bisa mendapatkan David kembali.
Mendengar itu David memejamkan matanya. Bayangan Istrinya yang tidur disampingnya namun tidak bisa ia sentuh membuatnya dengan susah payah menelan Saliva nya dengan kasar, belum lagi saat ini jari-jari lentik milik mantan kekasihnya itu tengah menggerayangi dada bidangnya.
Melihat David yang tidak menolak sentuhannya dan malah memejamkan matanya, Lestari pun semakin berani melancarkan aksinya. Kini Lestari berpindah kehadapan David, ia membelai wajah mantan kekasihnya itu dengan lembut, Lestari berharap David mau menyentuhnya lagi.
Merasa tidak tahan dengan sentuhan itu, David menangkap tangan Lestari yang membelai wajahnya. Perlahan iapun membuka matanya, namun entah apa yang terjadi samar-samar yang dilihatnya saat ini dihadapannya adalah Alya yang sedang tersenyum padanya.
'Alya, apa ini benar kau?'
Pertahanan David pun seketika runtuh, ia tidak bisa menahan gejolak yang sudah membuncah didalam tubuhnya. Apalagi saat ini yang dilihatnya adalah Istrinya, dengan tidak sabar David pun mengangkat tubuh mantan kekasihnya itu lalu dengan perlahan merebahkannya diatas ranjangnya.
Kini tubuh keduanya pun sudah polos. David begitu menikmati apa yang dilakukannya saat ini, terlebih ia mengira tubuh yang sedang ia jamah sekarang adalah tubuh istrinya.
Entah apa yang terjadi pada David saat ini?
"Akhhh.. shhttt.. Alya aku mencintaimu" David yang tengah memacu tubuhnya di atas tubuh Lestari, terus meracau menyebut nama istrinya. David benar-benar tidak sadar, bahwa yang berada dibawah kungkungan nya saat ini bukanlah istrinya melainkan mantan kekasihnya.
'Aku yakin dia tidak sedang mabuk, tapi kenapa dia terus menyebut nama istrinya padahal jelas-jelas yang dia jamah sekarang adalah tubuhku buka tubuh istrinya. Heh, apa segitu frustasinya kau tidak bisa mendapatkan tubuh istrimu sehingga kau mengganggap aku adalah istrimu' Lestari pun tersenyum menyeringai.
Sebenarnya Lestari kesal mendengar racauan David yang terus menyebut nama istrinya, namun Lestari diam saja, ia yakin setelah ini pasti David akan kembali lagi padanya.
Hingga David mencapai puncak kenikmatannya, ia menyemburkan timah panasnya kedalam milik Lestari.
"Akhhh Alya" David pun merasakan kelegaan yang tiada tara, padahal ini bukan yang pertama kalinya ia lakukan bersama mantan kekasihnya itu, iapun menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Lestari lalu memeluknya, ia merasa enggan melepaskan tubuh yang dikiranya adalah tubuh istrinya.
"Alya aku mencintaimu" lagi-lagi gumam nya, David benar-benar kehilangan kesadarannya sesaat.
__ADS_1