
Namun tak lama, Kevin mengerutkan keningnya saat sudah memasuki area tempat yang mereka tuju.
"Loh ini kan... " Setelah memarkirkan mobilnya dibelakang mobil David, Kevin segera turun dari mobilnya lalu menghampiri Papa Tyson, Mama Herlina dan juga David yang sudah lebih dulu keluar dari mobilnya.
Pandangan Tyson menyapu ke sekeliling nya, desa sahabatnya itu kini ternyata sudah banyak sekali perubahannya hanya tugu selamat datang yang tidak pernah berubah sampai saat ini, ia hampir saja tak mengenali desa itu.
Ia masih ingat betul saat ia dan Hermawan, Melinda dan juga Herlina masih berstatus anak sekolahan, lebih tepat saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Melinda selalu merengek pada Herlina setiap kali libur sekolah tiba untuk di antarkan ke desa nya Hermawan, karena Hermawan pasti pulang ke desa nya. Yah, Hermawan tinggal di kost-kostan di ibukota dan akan pulang ke desa nya saat libur sekolah tiba. Melinda selalu meminta Herlina untuk menemani nya pergi ke desa nya Hermawan, dan tentunya Tyson juga ikut serta atas permintaan Herlina karena Tyson adalah sahabat dekat nya Hermawan.
Saat itu Hermawan seorang yatim-piatu dan hanya tinggal bersama nek Minah yang sudah dianggap seperti keluarga nya sendiri. Dan di ibukota, setiap setelah pulang sekolah Hermawan bekerja sebagai supir angkot untuk memenuhi kebutuhan nya sendiri dan jika ada lebih tak jarang ia mengirimkan nya pada nek Minah.
Maka dari itu lah keluarga Melinda tidak merestui hubungan Melinda dan juga Hermawan. Namun saat mereka sudah lulus, Melinda tetap bersikukuh untuk mempertahankan hubungan nya dengan Hermawan walaupun keluarganya sudah melarangnya keras, dan pada akhirnya Melinda menikah diam-diam dengan Hermawan yang membuatnya di usir dan juga tidak dianggap lagi oleh keluarganya. Itulah awal mula kisah Hermawan dan Melinda hidup di desa itu hingga seorang putri hadir di antara mereka, namun saat kejadian penyelamatan itu membuat Hermawan dan Melinda meninggalkan putri mereka untuk selamanya.
Dan putri Hermawan dan Melinda itu ialah sudah di asuh seperti anak sendiri oleh Tyson dan bahkan telah menjadi menantunya. Dan sekarang Tyson menapakkan kaki lagi di desa itu setelah bertahun-tahun lamanya, dengan tujuan mencari keberadaan menantunya itu.
"David, jadi Alya berada di desa ini?" tanya Kevin, dan membuat Tyson tersadar dari ingatan masa lalunya.
David diam tidak menjawab pertanyaan Kevin, namun ia menatap Papa nya sebagai tanda meminta kejelasan nya.
"Saya juga tidak tau pasti, itu hanya baru dugaan saya, tapi saya yakin jika Alya berada disini" jawab Tyson mewakili putranya.
"Ya ampun David, beberapa hari yang lalu aku datang ke sini mengecek rempah-rempah, seandainya waktu itu aku tau Alya berada di sini pasti aku akan langsung membawanya pulang saat itu juga" ujar Kevin, dan seketika tiga Pasang mata langsung tertuju pada nya.
Kevin pun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
Dan David tersenyum kecut melihat tingkah Kevin yang sudah seperti orang linglung.
"Sebaiknya kita mencari rumah nek Minah terlebih dahulu"sahut Papa Tyson dan di angguki oleh Herlina, David dan juga Kevin.
Dan netral mereka pun berkeliling mencari seseorang yang lewat untuk mereka tanyai rumah nek Minah.
Karena hampir seratus persen perubahan di desa itu membuat Tyson lupa dimana posisi rumah nek Minah, padahal dulu ia sering mendatangi nya.
Terlihat beberapa ibu-ibu yang seumuran dengan Herlina berjalan menenteng barang belanjaan mereka, sepertinya ibu-ibu itu baru pulang dari pasar. Yah, waktu masih pagi, saat mereka sampai di desa itu baru pukul 8 pagi.
"Maaf Bu, mau tanya rumahnya nek Minah dimana ya?" tanya David antusias.Ia sudah tak sabar bertemu dengan istrinya.
'Lihat saja Alya, aku akan menghukummu begitu kita bertemu nanti'
Kevin pun menepuk bahu David, yang membuat David jadi cengengesan karena ketahuan oleh Kevin senyum-senyum sendiri.
"Oh rumahnya Nek Minah" dan mereka pun serentak mengangguk, sementara beberapa ibu-ibu itu tertawa pelan melihat ke kompakan mereka menganggukkan kepala.
"Rumah Nek Minah udah deket kok dari sini, dari sini lurus terus nanti belok ke kiri nanti ada rumah yang terlihat tua dari rumah yang lainnya nah itu dia rumahnya nek Minah" ucap salah satu ibu-ibu itu menjelaskan.
Setelah mengucapkan terima kasih, David, Papa Tyson dan Mama Herlina serta Kevin kembali masuk ke mobil mereka masing-masing dan menuju tempat yang sudah ditunjukkan oleh ibu-ibu itu tadi.
Dan mereka pun sudah sampai dirumah nek Minah, mereka semua berdiri di hadapan rumah nek Minah yang memang sudah terlihat tua diantara rumah yang lainnya namun tetap terawat.
'Ya ampun Alya, bagaimana keadaan mu tinggal disini' pandangan Kevin menyapu setiap sudut rumah bagian luar, nek Minah.
__ADS_1
'Alya apa kau baik-baik saja tinggal di sini' pandangan David juga sama merekam kondisi rumah nek Minah.
Sementara Tyson dan Herlina, pandangan mereka sendu melihat rumah yang dulu sering mereka datangi untuk menemani Melinda bertemu dengan Hermawan. Lalu mereka pun saling menatap dan kemudian tersenyum miring melihat kursi panjang yang selalu mereka gunakan duduk berdua saat datang terlihat masih ada pada tempatnya sama seperti dulu.
"Apa Mama ingin mencobanya lagi" bisik Tyson di telinga istrinya, dan membuat Herlina tersipu malu mengingat kejadian di kursi itu.
Dulu di kursi itu, Herlina dan Tyson ingin berciuman namun gagal karena ketahuan oleh nek Minah, dan nek Minah langsung menjewer telinga mereka sementara Melinda dan Hermawan tertawa terbahak-bahak menertawai mereka berdua yang di jewer oleh nek Minah.
'Nakal ya kalian berdua, nanti toh nak kalau kalian berdua sudah menikah kalian bebas mau melakukan apa saja' begitulah ucapan nek Minah dulu saat menjewer telinga Tyson dan Herlina.
'Kamu juga Hermawan, awas ya kalau macam-macam sama Melinda'
Tanpa sadar, Tyson dan Herlina mendekap pinggang istrinya lalu mereka berdua tersenyum mengingat kenangan di rumah nek Minah itu.
Sementara David dan Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua paruh baya itu.
"Sepertinya mereka sedang bernostalgia" bisik Kevin dan membuat David tertawa geli.
"Pa udah dong, ayo cepetan masuk, aku juga sudah tidak sabar ingin memeluk istriku" sindir David, dan membuat Tyson melepaskan pelukan nya dipinggang istrinya.
Dan saat melangkah semakin dekat kedepan rumah nek Minah, mereka serentak mengerutkan kening mereka melihat ada banyak pasang sandal dan terdengar suara menangis dari dalam rumah nek Minah.
"Nek Minah...
" Alya...
__ADS_1