
Ruangan yang hanya ada David dan Alya itupun menjadi sunyi. Alya menghela nafasnya yang sempat terasa sesak, dan kini setelah mengeluarkan semua kata-kata nya iapun merasa lebih lega.
Sementara David, masih dengan kebisuan nya, untuk menarik nafas saja rasanya sangat berat, semua perkataan Alya terasa mencekik di kerongkongan nya. Tapi, netranya tak lepas menatap wanita yang sekarang kembali membelakangi nya.
Ingin memohon sekali lagi, tapi rasanya percuma saja, David tahu wanita dihadapannya itu sudah tidak memiliki stok maaf lagi untuknya.
Tapi, bukan berarti ia harus menyerah begitu saja dengan keadaan saat ini. Jika menyerah, maka yang namanya perjuangan tidak akan pernah ada. Dan sekali lagi, David benar-benar harus berjuang keras, bukan hanya berjuang untuk mendapat maaf dari istrinya, tapi juga berjuang untuk anak yang di kandung istrinya agar kelak mereka bertiga bisa mejadi keluarga kecil yang bahagia. Setidaknya ia masih punya kesempatan sampai anaknya lahir, dan sebisanya ia akan menggunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin untuk membuat hati istrinya luluh dan mau memafkan nya juga menerima nya kembali.
"Baiklah kalau itu yang kau inginkan, aku akan mengabulkan nya, setelah anak kita lahir kita akan bercerai. Tapi aku meminta satu permintaan dan aku mohon tolong kabulkan permintaan ku" David menghela nafasnya, rasanya begitu sesak saat mengatakan akan mengabulkan keinginan istrinya untuk bercerai.
Mendengar itu, Alya pun membalikkan badannya menatap David lagi. Permintaan apa yang di minta ayah dari anak yang di kandungnya itu?
__ADS_1
"Izinkan aku berada di dekat mu sampai anak kita lahir, aku juga ingin merasakan pertumbuhannya selama berada dalam kandungan mu dan juga nanti saat waktunya kau akan melahirkan biarkan aku menemanimu untuk aku melihat sendiri bagaimana perjuangan mu melawan rasa sakit mu nanti saat melahirkan anak kita, agar suatu saat nanti aku akan berpikir seribu kali jika ingin menyakiti seorang wanita"
Sungguh, hati Alya tersentuh mendengar ucapan suaminya itu, seandainya David tidak pernah menorehkan luka dan menumbuhkan benih kebencian dan dendam didalam hatinya, pasti saat ini Alya akan berlari memeluk suami nya itu. Namun sayangnya, kalimat itu terucap saat hati Alya sudah dikuasi oleh dendam dan kebencian saja, tak ada lagi rasa cinta untuk suaminya, cinta itu sudah musnah sejak lama dan digantikan dengan dendam dan kebencian.
"Alya aku mohon, hanya itu permintaan ku, aku mohon jangan jauhkan aku dari anak kita, aku ingin aku adalah orang pertama yang akan menjadi menggendongnya nanti saat dia lahir"
Alya menengadahkan kepala nya menatap langit-langit, hampir saja air matanya terjatuh. Dan, ia pun memutuskan untuk pergi dari ruangan itu tanpa menjawab maupun menganggukan kepala nya atas permintaan David.
David hanya bisa menatap langkah istrinya yang meninggalkan sendiri di ruangan itu tanpa mencegahnya, mau mengejar pun rasanya percuma karena Alya tidak akan pernah mau disentuh olehnya.
"Ini semua gara-gara kau, Lestari! aku sudah memberikan mu segalanya tapi apa balasannya? kau membuat ku berada dalam masalah, dasar perempuan jal*ng tidak tau diri!" umpat David begitu marahnya.
__ADS_1
Emosi David kembali memuncak mengingat Lestari yang berbicara dengan santai di depan media mengatakan kalau anak yang dikandungnya itu adalah anak David Richardo. Dan karena itu semua, ia tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan maaf dari Alya, seandainya saja berita itu tidak ada, mungkin Alya masih akan memberikan nya sedikit kesempatan tapi itu semua hanyalah sebuah harapan karena Alya tidak akan pernah mau memafkan nya lagi dan itu semua karena Lestari.
Seandainya pun Alya memafkan nya, bukan berarti Alya akan menerima nya kembali karena Alya sudah merasa jijik dengan David saat kau mengetahui suami nya itu pernah tidur bahkan melakukan hubungan suami istri dengan wanita yang bukan istrinya. Dan lihat lah sekarang, wanita yang pernah ditiduri oleh suami nya itu mengumumkan didepan publik kalau sekarang ia telah mengandung anak dari David, suaminya.
Menyesal sudah pasti, David menyesali semua perbuatannya, semua yang sudah di lakukannya terhadap Alya semuanya ia sesali. B iegitu dalam kah luka yang sudah ia tanamkan dihati istrinya? begitu dalam kah duri yang ia tancapkan dihati istrinya, sehingga kata maaf saja sangat sulit ia dapatkan.
Yah, penyesalan itu memang selalu datang diakhir, kalau datang nya duluan namanya daftar dongðŸ¤ðŸ˜œðŸ¤£ðŸ¤£ðŸ¤£
Sementara Alya, setelah pergi dari ruangan itu meninggalkan David sendiri disana. Ia masuk kedalam kamarnya dan langsung menuju kamar mandi, dan di dalam kamar mandi Alya memenuhkan Bathtub dengan air kemudian masuk merendam tubuhnya.
.......
__ADS_1