Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 69


__ADS_3

"Ini adalah menantu ku, Putri rumah ini. Dan anak yang anak yang di kandungnya ini adalah cucu kami satu-satunya" ucap Mama Herlina sembari mengusap perut Alya. Sementara Alya hanya bisa tercengang dengan tindakan Mama Herlina.


"Dan kau! jangan mengaku-ngaku kalau bayi itu adalah anaknya David, karena sangat jelas dalam surat hasil tes DNA menyatakan kalau anak itu bukanlah anaknya David" Seketika Alya menoleh menatap Mama Herlina, dan Mama Herlina yang mengerti dengan tatapan Alya langsung memberikan hasil tes DNA itu pada Alya.


Alya memperhatikan dengan seksama kertas yang dipegang nya, di situ memang tertulis dengan jelas bahwa hasil DNA David dan bayi nya Lestari itu tidak cocok. Alya mengembalikan kertas DNA itu pada Mama Herlina, kemudian ia menatap David sebentar lalu mengalihkan pandangannya lagi.


Dan David, disana menyunggingkan senyum Alya menatap nya walau hanya sebentar, David berharap dengan hasil DNA itu Alya bisa memaafkan nya.


Sementara Lestari, ia diam ditempat nya, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Rasanya ia begitu malu saat ini.


'Ah sial! kenapa David bisa sampai melakukan tes DNA tapi aku tidak mengetahui nya'


"Semua nya sudah jelas bukan? lebih baik sekarang kau pergi dari sini! kau hanya perusak suasana!" David dengan kasar menarik tangan Lestari untuk menyeretnya pergi dari rumah nya, tapi Lestari tidak mau kalah ia juga menghempaskan tangan David dengan kasar.


'Semuanya sudah kepalang, David. Jika aku hancur, kau juga harus hancur' Lestari tersenyum menyeringai, ia tidak akan melewatkan kesempatan berada di kediaman Richardo, ia akan membongkar semua kejahatannya David yang tentu nya mereka lakukan bersama.


"Kau jangan jadi orang munafik, David!" Lestari menujuk tepat di wajah David.

__ADS_1


"Lihat dia" dan tangan Lestari beralih menujuk Alya.


"Apa kau lupa? kau pernah mengatakan kepada ku, kalau kau tidak akan pernah mencintai istrimu itu walaupun suatu hari nanti dia berubah jadi cantik. Kau bilang sangat membenci nya, David, lalu apa sekarang? kau telah menjilat ludah mu sendiri, David Richardo!"


David menelan ludah kasar, ia tidak menyangka Lestari akan mengatakan itu. Walaupun benar ia pernah mengatakan itu, tapi sekarang ia benar-benar tulus mencintai istrinya, biarlah dia dibilang menjilat ludah nya sendiri karena memang begitulah kenyataan nya.


"Dan satu hal lagi yang perlu kalian semua ketahui, termasuk Anda, tuan Tyson Richardo yang terhormat!"


"Diam Lestari! lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku berlaku kasar padamu!" David mulai emosi, ia tahu apa yang akan dikatakan Lestari.


"Tuan Tyson Richardo, apa Anda tau kemana Alya selama 6 bulan dia menghilang? Anda tidak tau bukan? atau Anda malah percaya dengan bukti yang ditunjukkan oleh David kalau Alya menghianati nya dan pergi bersama Lelaki lain?"


Sebenarnya Tyson sedari tadi menahan amarahnya pada mantan sekertaris Putra nya itu, ingin sekali ia menyeret perempuan itu pergi dari rumahnya. Namun saat Lestari mengatakan tentang hilang nya Alya dulu, ia berusaha untuk tenang, itulah yang dari dulu tidak pernah ia ketahui jawabannya tentang kemana menghilang nya Alya waktu itu, dan sekarang ia akan mendengarkan semuanya.


"Cepat katakan! apa yang kau ketahui tentang hilang nya Alya waktu itu?" Papa Tyson menahan amarah nya sebisabnya ia bersikap tenang, namun tangannya sudah terkepal erat.


"Wah, sepertinya Anda sangat menyayangi Alya ya, kelihatan sekali dari ekspresi Anda menahan emosi" Lestari terkekeh.

__ADS_1


Papa Tyson menghela nafasnya, perempuan ini benar-benar menguras emosinya. Seandainya saja ia tidak ingin mengetahui tentang hilang nya Alya dulu, pasti ia sudah emenyeretnyanyeret perempuan itu pergi dari rumahnya.


"Asal Anda tahu, tuan Tyson. Oh ya, dan perlu Anda garis bawahi, hilang nya Alya waktu itu karena dia di culik!'' ucap Lestari lantang, ia menatap David yang sudah tidak bisa berkutik lagi.


" Jangan berbelit-belit. Apa maksudnya Alya di culik? kalau memang iya terus kenapa penculiknya tidak pernah meminta tebusan kepada kami?"


"Kenapa Anda tidak menanyakan langsung kepada penculiknya" Lagi-lagi Lestari terkekeh, ia benar-benar puas bermain-main dengan keluarga Richardo.


"Kau....


" Ok ok jangan marah tuan, aku hanya bercanda. Baiklah, aku akan memberitahu siapa dalang di balik hilang nya Alya waktu itu"


"Aku... " Lestari menunjuk dirinya sendiri. "Dan juga dia... " juga menujuk David. "Kami berdua lah yang sudah menculik Alya dan membuangnya ke tempat yang jauh, tepatnya di tengah hutan di luar Kota"


"Cukup Lestari...


" David!!!

__ADS_1


__ADS_2