
Melihat Alya yang sudah keluar dari kamar mandi, David segera berdiri lalu melangkah menghampiri Istrinya.
Sepertinya, setelah mencicipi tubuh istrinya David mulai menjadi gila. Seperti sekarang ini ia langsung memeluk tubuh Alya dari belakang, meski Alya selalu memberontak menolaknya namun David sama sekali tidak perduli.
(Eleh bang David π baru tau dia kalo istri sendiri rasanya lebih nikmat π)
"Semoga benihku yang baru satu kali aku tanam akan segera tumbuh didalam sini" ucapnya mengelus perut rata Alya sembari memeluknya dengan erat agar Alya tak lepas.
Alya tak menggubris perkataan David namun ia menggeleng-gelengkan kepalanya, sekuat tenaga ia berusaha melepas kedua tangan David yang melingkar di tubuhnya namun tangan David seolah sudah terpaku ditubuhnya sehingga ia kesulitan untuk melepaskannya.
"Kak David tolong singkirkan tangan Kak David!''
"Tidak mau, tolong biarkan seperti ini sebentar saja. Aku mohon Alya" pinta David, dan Alya pun akhirnya menuruti saja karena percuma ia memberontak karena tenaganya tidak cukup kuat dari David.
David tersenyum, ia senang karena Alya tak lagi memberontak. David pun menyandarkan kepalanya di bahu Alya lalu memejamkan matanya membayangkan sesuatu yang sangat indah, yaitu hidup bahagia bersama Alya dengan kehadiran buah hati mereka.
Setelah beberapa saat David masih betah dengan posisinya, namun ia tidak tahu jika Istrinya itu sedang merutuki dirinya dalam hati.
"Kak David, sudah kak aku sudah merasa sesak" bohong Alya, ia sudah merasa jengah dipelukan suaminya.
Mendengar itu David membuka matanya, ia melonggarkan sedikit lingkaran tangannya dan mengangkat kepalanya yang ia sandarkan di bahu Alya lalu berbisik di telinga Alya.
__ADS_1
"Alya, aku ingin kita punya anak" dan membuat Alya memutar bola matanya jengah. "Yang banyak" sambung David.
"Alya, kau mau kan? punya anak yang banyak dariku" ucap David lagi.
"Kak, aku bilang lepaskan tangan Kak David!"
"Tidak, jawab dulu pertanyaan ku yang tadi" ucap David Keukeh tidak ingin melepaskan pelukannya dari tubuh Alya sebelum Alya menjawab pertanyaannya.
"Kak, lepaskan tangan Kak David, aku ingin mengobati wajah Kak David lalu setelah itu kita pulang" ucap Alya sambil mengatur nafasnya yang mulai memburu karena sikap David ini.
Mendengar Alya akan mengobati wajahnya David pun menyunggingkan senyum, senang iapun melepaskan pelukannya.
Lalu, Alya melangkah menuju nakas dan membuka laci kecil mengambil kotak P3K dari dalam sana.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Alya David pun merasa senang, ia yakin bahwa sebentar lagi Alya akan mau menerima dirinya sepenuhnya, memaafkan dan melupakan dendamnya.
Namun yang David tidak tahu, Alya melakukan itu hanya untuk membuat David melepaskan pelukannya tadi dan tidak bersikap berlebihan, belum lagi tadi David membahas soal anak, dan Alya belum siap untuk itu walaupun sebenarnya ia juga menginginkannya. Ia masih trauma dengan luka-luka yang sudah ditorehkan oleh suaminya itu.
Alya dengan telaten mengobati wajah yang David, sementara David terus tersenyum dan membuat Alya ingin sekali rasanya menambah lebam di wajah itu Nami sebisanya ia menahan emosinya.
"Sudah" ucap Alya lalu merapikan kotak P3K itu dan menyimpannya kembali ke dalam dalam laci.
__ADS_1
Setelah menyimpan kotak P3K itu Alya kembali duduk disamping David, ada hal penting yang harus ia bicarakan pada David.
Sebelum berbicara Alya mengatur nafasnya, ia sudah yakin dengan keputusannya ini.
"Kak" panggil Alya, dan David pun menoleh padanya.
"Iya"
Sebisanya Alya mencoba untuk berbicara lembut, semoga dengan begitu David akan memahami keinginannya.
"Apa Kak David mau berjanji akan mengabulkan apapun permintaan ku?" tanya Alya menatap mata suaminya.
"Tentu, aku janji akan mengabulkan apapun permintaan mu asalkan kau senang" ucap David dengan mantap. Memangnya kau mau apa?'' tanyanya.
"Terima kasih. Tapi sebelum aku bilang apa permintaan ku, Kak David harus tau sesuatu" ucap Alya sendu, ini saatnya ia mengatakan tentang perasaan nya dulu.
"Apa itu, Alya?" tanya David penasaran.
"Aku mencintai Kak David" ucap Alya dan membuat David mengembangkan senyum, begitu senang mendengar Alya mencintainya, tapi itu baru awal kalimatnya saja.
"Aku senang mendengarnya Alya, aku juga mencintaimu"
__ADS_1
"Iya, aku mencintai Kak David bahkan sejak kita masih remaja. Apalagi dulu kak David begitu perhatian padaku. Tapi, semenjak aku menjadi gendut Kak David malah menghindari ku dan itu membuat aku sedih. Tapi aku tetap berpikir positif, hingga saat Papa menjodohkan kita aku begitu senang karena akan menikah dengan Lelaki yang aku cintai. Tapi ternyata itu tidak seindah yang aku bayangkan, Kak David sama sekali tidak menyukai aku. Hingga saat aku di culik dan dibuang ke tengah hutan luar kota, dan aku mengetahui kalau kak David lah biang nya, belum lagi aku mengetahui tentang hubungan gelap Kak David bersama Sekertaris kakak itu, membuat cinta itu seketika sirna" ucap Alya panjang lebar menceritakan semuanya pada David, dan membuat David terdiam dan bisa berkata-kata lagi.
"Dan sekarang aku akan menagih janji kak David yang akan mengabulkan apapun permintaan ku" dan membuat David langsung menyapa Alya dengan penuh tanda tanya dan perasaan yang enak