Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 62


__ADS_3

"David...!!! keluar kau David! kau harus menjelaskan ini semua, ayo keluar David, jangan jadi Lelaki pengecut ayo keluar kau David!"


Kevin yang sudah menahan amarahnya sejak masih berada di perusahaan nya, kini berteriak didepan rumah keluarga Richardo dengan suara menggelegar sehingga David yang berada didalam kamarnya dilantai atas bisa mendengarnya dengan jelas.


Mendengar suara teriakan Kevin yang begitu nyaring meneriaki namnya, David yang saat ini terduduk lemas dilantai seketika berdiri menuju balkon kamarnya. Dan benar saja, dibawah sana Kevin sudah seperti orang kerasukan yang terus berteriak dengan segala umpatan nya yang ia keluarkan untuk David.


"Brengsek kau David! ayo sini keluar, temui aku! jangan bersembunyi seperti anak ayam didalam sana setelah kau lagi lagi menyakiti istrimu!"


Jelas saja Kevin sangat marah saat ini setelah melihat berita yang menayangkan langsung tentang pengakuan Lestari soal anak yang dikandungnya itu adalah anak dari David Richardo, Karena Kevin adalah orang pertama yang menemukan Alya dulu dalam keadaan yang begitu terpuruk karena ulah suaminya. Kevin yang merasa iba pada Alya akhirnya membantunya dengan merubah penampilan nya hingga beberapa bulan mereka semakin dekat dan Kevin sudah menganggap Alya seperti adiknya sendiri.


Awalnya Kevin ragu saat Alya mengatakan ingin kembali kerumah keluarga Richardo, karena putra rumah itu yang sudah membuang Alya. Namun, setelah melihat ketulusan David yang ingin berubah dan memperbaiki hubungannya dengan Alya membuat Kevin luluh dan berpaling mendukung David.


Tapi lihatlah apa yang dilakukan David sekarang, David telah mencoreng kepercayaan dan dukungan yang sudah diberikan oleh Kevin dengan adanya berita pengakuan dari Lestari itu.


Melihat Kevin yang semakin menjadi di bawah sana, akhirnya David pun dengan segera keluar dari kamarnya dan dengan langkah cepat menuruni anak tangga menuju dimana Kevin yang sedang berteriak-teriak memanggilnya untuk keluar.


Tapi baru saja David sampai, ia langsung mendapatkan bogem mentah yang dilayangkan oleh Kevin tepat diwajahnya sehingga cairan kental berwarna merah mengalir di sudut bibir nya.


"Brengsek!!!"


Saat Kevin ingin menghajarnya lagi, David dengan cepat menangkis nya dan membuat Kevin semakin marah dan terus menyerang David.


"Hentikan Kevin! kau ini apa-apaan? datang-datang langsung menyerang ku seperti ini, katakan ada apa? apa salahku?"


"Kau masih bertanya apa salahmu, apa kau tidak punya Televisi dirumah mu yang besar dan mewah ini? jangan berpura-pura tidak tahu, kau pasti sudah melihat berita itu bukan!" Kevin menarik kerah baju David dengan kuat sehingga robek di bagian sampingnya.

__ADS_1


Deg...!


Baru beberapa saat yang lalu David mengamuk didalam kamarnya karena melihat berita itu, dan sekarang ia malah mendapatkan amukan dari Lelaki yang sudah menganggap istrinya seperti adiknya sendiri.


"Kevin, berita itu tidak benar, Lestari berbohong itu semua akal-akalan nya untuk menghancurkan aku. Kau sendiri tau bukan? dia tidak terima aku memutuskan hubungan dengan nya, dan bisa saja dia ingin membalasku dengan cara seperti itu"


"Tapi kau tidak bisa menyangkal kalau pernah berhubungan dengan nya. Jadi katakan sekarang! apa benar, anak yang dikandung Lestari itu adalah anakmu?"


"Jawab David!" amarah Kevin semakin menjadi karena David malah diam saja tidak menjawab pertanyaan nya.


"Tidak Kevin, aku yakin itu bukan anakku, itu pasti anaknya Reno. Kau harus percaya padaku, aku tidak mungkin melakukan itu, kau sendiri adalah saksi perjuangan ku untuk Alya, aku tidak akan menyakitinya lagi apalagi dengan menghamili wanita lain, itu tidak mungkin Kevin!"


Mendengar ucapan David, Kevin sedikit lega. Namun ia tidak bisa percaya begitu saja, tidak ada yang bisa menebak hati manusia, dan siapa yang bisa melihat kelakuannya di luar sana kecuali sang Pencipta.


"Aku pegang kata-kata mu, David. Tapi kalau sampai apa yang dikatakan Lestari itu benar, kalau anak yang di kandungnya itu adalah anakmu, bukan hanya Papa mu tapi aku juga akan tidak akan membiarkan mu bertemu bahkan untuk bersatu lagi dengan Alya, camkan itu!" Kevin pun melepaskan cengkeraman nya dari kerah baju David.


David yang terkenal tegas dan tidak akan membiarkan siapapun mengusik ketenangan nya, kini malah terlihat lemah karena semua masalah yang ada. Belum selesai masalah nya dengan Alya dan Papa nya, sekarang malah timbul masalah baru karena ulah Lestari dan juga Kevin yang mulai meragukannya.


David benar-benar kurang beruntung karena masalah nya yang datang silih berganti. Apakah ini yang dinamakan, Karma dari perbuatan nya di masa lalu?


Setelah Kevin pergi dengan berbagai ancamannya, David kembali mengamuk didalam kamar nya menyumpah serapah pada wanita yang sudah membuat Kevin meragukannya.


Ranjang yang selalu ia rapikan setiap hari walaupun ia tidak pernah menempati nya untuk tidur, kini sudah sangat berantakan karena ulah nya yang terus saja mengamuk, bahkan ranjang itu sudah terlihat lebih berantakan daripada ulah dua insan yang sedang memadu kasih.


"Awas saja kau Lestari! aku akan membuat perhitungan dengan mu, aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang setelah yang kau lakukan ini! aku benar-benar menyesal telah membawa mu kedalam kehidupan ku, aku menyesal! aku tidak menyangka wanita yang dulu aku cintai adalah wanita ular seperti mu!"

__ADS_1


Merasa lelah setelah menumpahkan segala kemarahannya, David pun merobohkan tubuhnya terduduk di atas lantai. Bayangan Alya terlintas diingatan nya.


"Alya, kalau kau melihat berita itu, aku harap kau tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lestari. Itu bukan anakku, Alya" lirih nya, air matanya pun lolos begitu saja membasahi kedua pipi nya.


"Percaya padaku, Alya. Itu bukan anakku, Lestari itu berbohong, dia menipu kita semua yang dikatakan nya itu tidak benar. Aku mohon percaya padaku Alya, aku tidak berbohong, dia yang berbohong, dia membohongi kita semua" David terus berbicara sendiri, seolah ada Alya dihadapan nya.


.....


"Aku ingin bertemu dengan nya, Pa"


"David?"


Alya mengangguk. "Iya Pa"


"Apa kau yakin Nak, ingin bertemu dengan nya?"


"Iya Pa, ada banyak hal yang harus aku bicarakan dengan nya" ucap Alya tanpa melihat pada paruh baya yang dipanggil nya Papa itu.


"Apa kau tidak apa-apa Nak, bertemu dengan nya?" Tyson terlihat khawatir.


"Aku tidak apa-apa Pa, aku hanya perlu berbicara saja dengan nya, dan setelah itu aku pastikan aku tidak akan memiliki beban lagi"


Sejenak Tyson diam dengan menghela nafas panjang. "Baiklah kalau itu mau mu Nak, Papa akan membawanya kemari untuk bertemu dengan mu" ucap Tyson pada akhirnya mengalah.


"Tapi Papa minta satu hal, kau tidak boleh terlalu tertekan nantinya saat bertemu dengan David"

__ADS_1


Alya mengangguk, dan Tyson pun pergi untuk membawa David bertemu dengan Alya.


__ADS_2