
"Nayla, ya ampun akhirnya kamu datang juga. Aku sampai jenggotan tau nungguin kamu, dari mana aja sih?" Aditya berkacak pinggang, ingin sekali dia mencubit pipi Nayla yang terlihat sangat menggemaskan, tapi pasti si empunya pipi langsung menepis tangannya.
"Alah lebay! baru juga 2 jam, masa udah jenggotan, ya kalau juga emang jenggotan yah tinggal cukur aja apa susahnya" Nayla melewati Aditya, kemudian duduk di kursinya.
"Aku tuh abis dari kantor Papa aku, lagi merencanakan sesuatu. Terus, aku juga ke kantor nya Om Kevin abis ketemu sama Kak Reyhan buat minta bantuan dia juga" sambung Naura.
"Merencanakan apa sih? kok kamu gak sama bilang-bilang aku, kan aku juga bisa tau bantuin kamu" Aditya memasang wajah kesal, sebagai pacar dia merasa tak dibutuhkan oleh Nayla.
"Emangnya, kamu bisa bantuin?" Nayla memicingkan matanya, meragukan Aditya.
"Ya bisa dong, sekarang coba bilang ke aku, apa rencana yang kamu buat itu?" Aditya begitu merasa percaya diri.
Nayla pun mendekatkan bibirnya ke telinga Aditya, kemudian membisikkan sesuatu.
"Ya elah itu mah gampang, serahin sama Aditya Pratama, rajanya ngegombal, heheh"
"Aku seriusan loh ya Dit, jangan bercanda ya kamu"
"Oke oke, kalau gitu, kapan rencananya akan di mulai?" tanya Aditya.
__ADS_1
"Bulan depan, pas acara ulang tahun aku" jawab Nayla.
"Dan kalau ini berhasil, Papa bakal kasih izin buat aku ikut ke puncak merayakan reuni di villa nya si Beti lapeak, eh Indra Bekti maksudnya" sambung Nayla. Terkekeh.
Mendengar itu, Aditya jadi lebih bersemangat untuk membantu rencananya Nayla.
"Oh ya, satu lagi Dit. Kalau rencana ini berhasil, aku akan ajak kamu ketemu sama Papa dan Mama aku, dan kamu juga harus bawa aku ketemu sama Papa dan Mama kamu juga"
"Oke, siapa takut. Aku pastikan rencana ini pasti berhasil, selagi ada Aditya" Aditya menyombongkan dirinya.
"Percaya diri banget! awas aja kalau gagal, kita juga bakalan putus" ucap Nayla, berniat mengerjai Aditya.
"Eh kok gitu sih!" Aditya tak terima.
......
Waktu sudah menujukan pukul 3 sore. Di kursi kerja nya, Alya meregangkan otot-otot nya karena baru saja dia menyelesaikan pekerjaan nya. Alya membereskan meja kerja nya, dia menumpuk lembaran-lembaran yang berserakan di atas meja, kemudian beranjak menuju ruangan Kevin, untuk bertanya pada Kevin dan Kayla, siapa yang sudah memindahkannya tidur ke sofa.
Sudah kebiasaan Alya saat masuk ke ruangan Kevin, dia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
Dan sialnya, kali ini dia disuguhi dengan pemandangan yang menyejukkan mata, namun mencemarkan bagi Alya.
"Bisa gak sih, kalau mau mesra-mesraan itu, pintunya di kunci dulu" ucap Alya, sembari membawa tubuhnya duduk di sofa.
"Lagian kamu juga, kalau masuk keruangan orang tuh ya ketuk pintu dulu, jangan langsung nyelonong aja masuk, dipikir ruangan aku ini rumah kosong apa" protes Kevin tak terima.
Sementara Kayla yang sebelumnya duduk dipangkuan Kevin, turun lalu menghampiri Alya yang duduk di sofa.
"Oh ya, kamu ngapain sih kesini, bukannya langsung kalau kerjaan kamu udah selesai" ucap Kevin lagi.
"Aku kesini mau tanya, siapa yang pindahin aku tidur di sofa? padahal aku ingat betul, kalau aku tuh tidurnya di kursi kerja aku"
Mendengar pertanyaan Alya, Kevin dan Kayla pun saling tatap.
.
.
.
__ADS_1
SUDAH PUBLISH YA MAN TEMAN, YUK MAMPIR BANTU RAMAIKAN, MASIH BARU + MASIH SEPI BANGET π€π€π€