
Setibanya di rumah sakit, Papa Tyson langsung berteriak memanggil perawat, dan tak lama datang 4 orang perawat yang terdiri dari Laki-laki dan 2 Perempuan, membawa brankar.
Alya pun langsung di bawa ke ruang operasi setelah Dokter memeriksa kandungan nya yang ternyata mengalami pendarahan hebat, Dokter akan segera melakukan Caesar mengingat usia kandungan Alya yang baru berusia 8 bulan.
Sementara David, di luar rumah sakit setelah memarkirkan mobilnya tepat di samping yang mobil Papa Tyson ia langsung bergegas masuk ke rumah sakit mencari keberadaan Alya dan kedua orang tuanya.
Setelah bertanya dibagian administrasi, David langsung menuju ruang operasi, disana terlihat Mama Herlina terisak didalam pelukan Papa Tyson dan nek Minah yang terus mondar-mandir didepan pintu ruangan operasi.
"Pa, bagaimana ini bisa terjadi dengan Alya, Pa?" Papa Tyson hanya melihat David sekilas tanpa menjawab pertanyaannya, Papa Tyson lebih memilih untuk menenangkan istrinya daripada menjawab pertanyaan Putra brengs*k nya itu.
Tidak mendapat jawaban dari Papa nya, David bertanya kepada Mama nya yang sedang menangis dipelukan suami nya.
"Ma, sebenarnya apa yang terjadi dengan Alya, Ma?" Mama Herlina juga tidak menjawab, ia semakin terisak.
Merasa kesal tak mendapat jawaban dari kedua orangtuanya, David beralih pada nek Minah yang kini duduk di kursi tunggu tak jauh dari tempat Papa Tyson dan Mama Herlina duduk.
"Nek, bagaimana Alya bisa sampai berada di ruang operasi ini? Sebelumnya dia baik-baik saja, sebenarnya apa yang terjadi, Nek?" David sampai mengguncang bahu nek Minah.
Nek Minah tergagap, ia tidak tahu harus menjawar bagaimana.
"Nek, ayo jawab Nek!"
"It-u tadi Al-ya terpeleset di tangga dan pendarahan" jawab nek Minah.
"Apa Nek, pendarahan? Bagaimana Alya bisa sampai terpeleset di tangga, Nek?"
__ADS_1
"Tadi saat kamu menyeret perempuan itu keluar dari rumah, Alya langsung berlari menuju kamarnya dan tak lama terdengar suara teriakan nya, setelah kita samperin Alya sudah tergeletak di ujung tangga" jelas nek Minah.
David menarik kedua tangannya yg bertengger di bahu nek Minah lalu merem*s rambutnya. Alya berlari pasti ia merasa kecewa padanya, dan lagi lagi karena perempuan itu yang sudah membuat suasana menjadi runyam seperti ini.
"Untuk apa kamu berada di sini, sebaiknya kamu pergi karena Alya tidak membutuhkan kamu disini!" suara bariton Papa Tyson mengagetkan David yang sedang menundukkan kepala nya.
"Pa, aku ini suami nya Alya, jadi sudah seharusnya aku berada disini menemani istriku" tutur David tidak terima dengan ucapan Papa nya.
"Laki-laki seperti mu tidak pantas di sebut suami, kamu itu hanya laki-laki pecundang" balas Papa Tyson sinis.
"Pa, Papa keterlaluan! seharusnya Papa mendukung aku, tapi Papa malah memperlakukan aku seperti ini!" David meninggikan suaranya, ia tidak terima di katai seperti itu.
"Jangan cara bicara mu, bahkan kau tidak pantas disebut anak oleh ku!"
" David, Papa! Ini rumah sakit, Mama mohon jangan berdebat disini, pikirkanlah Alya yang sedang berjuang didalam ruang operasi" ujar Mama Herlina sembari menunjuk pintu ruang operasi itu yang masih tertutup rapat.
Seketika adu mulut Ayah dan anak itupun terhenti, ruangan itu kembali sunyi seperti sebelum David datang.
Tak lama pintu ruang operasi terbuka, semuanya langsung bergegas menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana keadaan Putri saya?"
"Dokter, bagaimana bagaimana keadaan menantu saya?"
"Dokter, bagaimana keadaan Istri saya?"
__ADS_1
"Dokter, bagaimana keadaan cucu saya?"
Dokter itu tersenyum mendapatkan pertanyaan yang serentak seperti itu, pasiennya begitu beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang yang meyayangi nya, begitulah pikir Dokter itu.
"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, bayi dan ibunya selamat"
Terdengar helaan nafas lega yang juga serentak mendengar jawaban dari Dokter.
"Karena usia kandungan nya yang belum genap 9 bulan, bayi agak lemah jadi harus dirawat dulu dirumah sakit untuk beberapa hari begitu juga dengan ibunya untuk pemulihan pasca operasi" ucap dokter itu kemudian menjelaskan.
"Dokter, tolong lakukan apapun yang terbaik untuk anak dan istri saya" ucap David spontan, dan langsung ditatap tajam oleh Papa Tyson namun David tak memperdulikan nya.
"Dokter, pokoknya lakukan apapun yang terbaik untuk Putri dan cucu saya" ucap Papa Tyson tak ingin kalah.
Dokter itu mengangguk lalu pamit pergi ke ruangan nya.
Tak lama pintu ruang operasi kembali terbuka, keluarlah perawat dengan mendorong bad Alya. Melihat itu David langsung menghampiri, sementara Alya langsung membuang muka. Merasa di acuhkan, David beralih pada perawat yang menggendong bayi nya.
"Anak Papa lucunya" David menoel-noel pipi bayi nya. "Sus, bayi saya perempuan atau laki-laki''
"Perempuan, Pak" jawab Suster itu.
"Sus, bukankah bayi saya harus segera di bawa ke ruang inkubator" Ucap Alya menegur Suster itu, ia merasa tidak senang David mendekati bayi nya.
"Oh iya, Buk. Maaf Pak, permisi bayi Bapak akan kami bawa ke ruang inkubator" pamit Suster itu, padahal baru saja David ingin menggendong bayi nya tapi Alya malah mengacaukan nya.
__ADS_1