
Sebuah taksi terlihat berhenti di hadapan perusahaan Kevin Adiguna. Dan keluarlah seorang wanita dari dalam taksi itu dan kemudian melangkah memasuki perusahaan Kevin dengan sebuah kartu nama di tangan kanannya, wanita itu menuju bagian Resepsionis untuk menanyakan keberadaan si pemilik kartu nama tersebut.
Sepanjang langkahnya menuju Resepsionis wanita itu mengembangkan senyum sehingga para karyawan, termasuk para karyawan Pria yang berpapasan dengan nya sesaat terpesona dengan kecantikannya.
'Aku ini memang cantik, buktinya, lihat saja para karyawan itu menatap dengan penuh puja dan kekaguman. Tapi, aku heran, kenapa Suamiku malah tergila-gila dengan wanita lain yang aku yakin wanita itu tidak ada apa-apanya di bandingkan aku. Mas Daniel memang bodoh, bodoh karena telah menyia-nyiakan aku dan Putra nya sendiri demi wanita jal*ng yang berprofesi sebagai sekretaris nya itu' Ucapnya dalam hati.
"Maaf Mbak, apakah pemilik kartu nama ini sedang berada di kantor hari ini?" tanyanya saat sudah sampai di bagian Resepsionis. "Saya ingin bertemu dengannya" ucapnya lagi.
Wanita itu meletakkan kartu nama Kevin di meja resepsionis. Lalu pandangannya menyapu setiap sudut ruangan itu. Dia tidak asing lagi dengan nuansa perusahaan seperti ini karena perusahaan mantan suaminya tak kalah mewah dengan perusahaan Kevin ini.
"Oh Pak Kevin, Pak Kevin nya ada Mbak. Tapi ada keperluan apa ya Mbak ini ingin bertemu dengan Pak Kevin, dan apa sebelumnya Mbak sudah membuat janji dengan Pak Kevin?" tanya seorang wanita yang bertugas di bagian Resepsionis itu.
"Ehm, iya, saya sudah membuat janji dengan bos kamu itu 2 bulan yang lalu" jawabnya, dan membuat wanita yang bertugas di bagian Resepsionis itu tercengang mendengar nya.
Bagaimana bisa, membuat janji 2 bulan lalu dan baru datang sekarang.
"Maaf Mbak, Mbak jangan bercanda ya, Pak Kevin sekarang sedang sibuk loh"
"Saya gak bercanda ya, gini deh kamu pergi temui bos kamu itu dan bawa mainan ini, bos kamu itu pasti tau siapa saya setelah melihat mainan ini" wanita itupun mengeluarkan sebuah mainan robot-robot yang sudah rusak dari dalam tas nya lalu menyodorkan nya di meja Resepsionis.
Wanita yang bertugas di bagian Resepsionis itupun mengambil mainan robot-robot itu dengan sedikit berdecak kesal, menurutnya wanita yang datang berkunjung ini aneh, masa iya membuat janji 2 bulan yang lalu dan baru datang sekarang. Dan apa ini? wanita itu membawa mainan robot-robot yang sudah rusak untuk diperlihatkan pada bos nya.
Benar-benar wanita aneh!!!
"Tunggu disini, saya akan pergi menemui Pak Kevin" ucapnya lalu pergi ke ruangan Kevin dengan membawa mainan robot-robot itu.
"Oke, saya tunggu disini, jangan lama-lama" jawabnya lalu membawa tubuhnya duduk di kursi yang tersedia disana.
'Awas saja kalau dia lupa dengan pertanggung jawaban nya, aku akan membuat perhitungan dengannya'
Tok tok tok.
Wanita yang bertugas di bagian Resepsionis itu mengetuk pintu ruangan Kevin.
"Masuk!'' Seru Kevin dari dalam ruangannya.
" Permisi Pak Kevin, di luar ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Pak Kevin"
__ADS_1
"Siapa? " tanya Kevin tanpa melihat pada pegawai nya itu, dia masih sibuk dengan benda lipatnya.
"Maaf Pak, saya lupa menanyakan namanya, tapi wanita itu memberikan mainan ini, katanya pasti barpak tau siapa dia dengan melihat mainan ini" Pegawai Resepsionis itu meletakkan mainan robot-robot itu di meja kerja Kevin.
"Wanita itu aneh sekali, Pak. Masa dia bilang sudah membuat janji dengan Bapak 2 bulan yang lalu, tapi dia baru datangnya sekarang, kan aneh ya Pak" lanjut nya.
Kevin pun mengalihkan tatapannya dari layar benda lipatnya pada mainan robot-robot itu, dan seketika Kevin pun teringat sesuatu.
Akhirnya wanita ini datang juga, dan setelah ini Kevin akan mengganti rugi mainan robot-robot yang rusak itu dan Kevin pun akan bebas dari pertanggung jawaban.
Kevin menyunggingkan senyum melihat mainan robot-robot itu, akhirnya ia akan bertemu dengan wanita yang sempat membuat nya terpesona dalam beberapa detik. Tapi saat wanita itu menyebutkan kata 'anak' Kevin sedikit kecewa, kecewa pada dirinya sendiri, karena baru kali ini ia terpesona dengan seorang wanita, tapi ternyata wanita itu sudah memiliki anak dan tentunya juga seorang suami.
Eh tapi tunggu, kenapa wanita ini baru datang setelah 2 bulan lamanya? Ah biar lah, ini bukan salah nya, salah sendiri wanita itu kenapa baru datang sekarang, dan yang terpenting ia akan bertanggung jawab dengan mengganti mainan robot-robot yang rusak itu.
"Oh iya, saya tau dengan wanita ini, sekarang kamu tolong suruh dia langsung ke ruangan saya" perintah Kevin pada pegawai nya itu.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi" ucap pegawai Resepsionis itu dengan sedikit membungkuk sebagai tanda hormat lalu keluar dari ruangan Kevin menuju dimana wanita aneh itu sedang menunggu.
"Mbak, Pak Kevin menunggu Mbak di ruangan nya, ayo mari saya antar ke ruangan Pak Kevin" ucap pegawai Resepsionis itu, pada wanita yang menurutnya adalah tamu aneh yang berkunjung hari ini.
"Oke" wanita itupun mengikuti pegawai Resepsionis itu menuju ruangan Kevin berada.
Setelah pegawai Resepsionis itu pergi, wanita itupun masuk ke ruangan Kevin, dan dengan santai nya ia langsung menghampiri Kevin lalu menarik kursi kemudian duduk di hadapan Kevin sebelum si empunya ruangan mempersilahkan nya untuk duduk.
Kevin sedikit terkejut dengan tindakan wanita ini yang menurutnya kurang sopan, tapi ah biarlah, anggap saja sebagai impasan karena ia sudah menabrak wanita ini waktu di rumah sakit itu.
"Wah akhirnya anda datang juga, saya sudah lama menunggu anda sejak hari itu, tapi anda malah baru datang sekarang" ucap Kevin berbasa-basi, tapi kenyataannya memang Kevin sudah menunggu wanita ini sejak hari itu tapi tak kunjung datang.
"Yah sebenarnya saya memang ingin datang hari itu, tapi melihat anak saya sudah tidak membahas mainan itu lagi jadi saya mengurungkan nya"
"Jadi, apa sekarang anak anda baru membahas mainan itu? sehingga anda baru datang sekarang?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya, kemudian menganggukkan kepalanya membuat Kevin kebingungan melihatnya.
"Tidak juga sih, anak saya hanya sesekali menanyakan mainan robot-robot nya tapi tidak terlalu memperdulikan nya seperti sebelumnya" ucap wanita itu.
"Tapi sebenarnya saya datang kesini karena ada tujuan lain" sambungnya, membuat Kevin menatapnya dengan intens.
__ADS_1
"Tujuan apa?" Kevin mengerutkan keningnya.
"Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah anda sudah memiliki pasangan, istri atau pacar?''
Kevin menggelengkan kepalanya. " Tidak ada, memangnya kenapa?" Kevin sedikit aneh dengan pertanyaan wanita ini, untuk apa menanyakan itu.
"Bagus sekali kalau begitu, itu akan mempermudah urusan saya" ucap wanita itu dengan menaik turunkan alisnya diiringi dengan senyum menyeringai.
"Sebenarnya apa maksud anda? apa tujuan lain anda datang kemari, saya tidak mengerti" Tiba-tiba Kevin sedikit ngeri dengan tingkah wanita di hadapan nya itu.
.
.
.
Hai Hai semuanya, othor kembali, maaf ya baru bisa update, beberapa hari gak enak badan karena asam lambung aku kambuh, anak ku juga lagi rewel karena demam.
Bab pertama seasons 2 nya di mulai dari cerita Kevin dulu ya, semoga syukaπ€π€π€.
.
.
Oh ya, othor juga ada bawa novel teman nih. Sambil nungguin update selanjutnya, mampir dulu yuk kesini πππ
Punya kak author Kirana Pramudya.
BLURB
Petaka satu malam yang seolah menjadi awal dari semua bencana yang memporak-porandakan hidup seorang Arsyilla Kirana. Berprofesi sebagai seorang Dosen Muda di salah satu Universitas di Ibukota. Hidupnya justru jungkir balik karena segelas alkohol yang dia minum tanpa sengaja, membuatnya berakhir dalam hubungan satu malam dengan seorang pria.
Di satu sisi kekasih dari Arsyilla, yaitu Vendra yang ingin segera menikahi Arsyilla. Sayangnya, noda yang kini ditanggung Arsyilla membuat gadis itu memilih untuk mengakhiri jalinan cinta yang sudah dijalin selama 1 tahun dengan Vendra.
Sementara itu, ada Aksara Adhinata Pradana. Pria yang dalam diam justru menyembunyikan identitasnya dan menjadi pelaku utama dalam petaka satu malam bersama dengan Arsyilla.
__ADS_1
Bagaimana benang kusut semua kisah ini terpecahkan? Mungkinkah Arsyilla akan menerima pertanggungan jawab dari Aksara? Dapatkah juga Aksara membuka rahasianya selama ini yang dia simpan dengan begitu rapat? Memangkah Aksara tercipta hanya untuk Arsyilla?