
Di atas ranjang di sebuah kamar hotel, seorang wanita panggilan duduk dengan wajah yang ditekuk terus memandang laki-laki yang menyewa nya itu juga memandang nya dengan tatapan kosong.
Wanita itu sangat kesal. Bagaimana tidak, dia diminta datang ke kamar hotel ini untuk melayaninya, namun sampai di pertengahan malam laki-laki itu tak juga memulai aksinya.
Laki-laki itu hanya duduk diam di atas sofa dengan tatapan kosong mengarah pada wanita yang memakai pakaian yang sangat menggoda iman di atas ranjang itu. Namun entah kenapa, laki-laki itu sama sekali merasa tak tertarik untuk menyentuh wanita panggilan nya itu seolah sudah mati rasa dengan hasrat.
Padahal, tujuan nya menyewa wanita panggilan ini untuk melampiaskan semua hasratnya yang tak pernah sampai pada wanitanya hingga perceraian itu terjadi.
"Tuan David Richardo. Jadi, anda memanggil saya kemari hanya untuk menatap saya seperti ini? Saya pikir anda sedang membutuhkan pelepasan" ucap wanita itu dengan tersenyum sinis, dalam hati dia mengatai David seorang laki-laki yang impoten, pasalnya kurang menggoda apalagi dirinya sehingga David hanya diam menatap tanpa tergerak untuk mencicipi tubuhnya.
David masih diam, dia sendiri tidak tahu kenapa dia seperti ini. Pakaian yang dikenakan wanita itu bisa dibilang hanya pakaian dalam yang mengekspos dengan jelas tubuh wanita yang sangat menggoda. Tapi entah kenapa, David sama sekali tidak berminat.
"Ini bayaran mu, dan pergilah dari sini" David meletakkan beberapa lembar uang ratusan di atas meja dihadapannya.
Wanita itu itupun turun dari ranjang, kemudian mengambil uang di atas meja lalu mengipas-ngipasi didepan wajahnya sendiri.
"Aku sangat beruntung malam ini, mendapat bayaran tapi tidak perlu repot-repot menghabiskan tenaga dengan bergulat di atas ranjang"
Wanita itupun menghampiri David, lalu berbisik di teling nya. "Lain kali, kalau hanya untuk sekedar mencuci mata segera hubungi saya lagi, saya masih mempunyai banyak koleksi baju yang bisa menyegarkan mata anda" wanita itupun tertawa lepas, lalu keluar dari kamar hotel itu.
Dan lihatlah, apa-apaan ini. Saat wanita itu berbisik ditelinga nya pun, David sama sekali tidak terangs*ng padahal bibir wanita itu sampai mengenai daun telinga nya serta dengan sengaja meniup telinga David, tapi David benar-benar seolah mati rasa.
"Ada apa denganku ini? Kenapa tiba-tiba aku jadi tidak bergairah seperti ini? Tapi, kenapa disetiap kali berada didekat Alya, aku selalu ingin menerkam nya tapi aku sekuat tenaga untuk menahannya, dan sekarang disaat aku menyewa wanita panggilan, aku malah tidak bergairah seperti ini, huft" David mengacak rambutnya sendiri, sedikit frustasi dengan apa yang terjadi padanya ini. Bahkan mengingat dirinya dengan Lestari saja dia entah kenapa malah merasa jijik sendiri dengan perbuatannya di masa lalu itu.
Beberapa saat terus memikirkan kejanggalan dalam dirinya, rasa kantuk pun mulai menyerang. Akhirnya, David pun juga meninggalkan kamar hotel itu dalam keadaan yang masih rapi sama seperti awal dia datang ke kamar itu, tidak seperti bayangannya sebelumnya yang akan membuat ranjang berukuran king size itu berantakan karena pergulatan panasnya bersama wanita panggilan nya itu.
Sesampainya di rumah, David langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Yah, hingga saat ini David masih tidur di sofa dan tidak pernah sedikit pun menyentuh ranjangnya itu, karena sampai saat ini dia juga masih berharap suatu hari nanti dia dan Alya akan tidur bersama di atas ranjang itu.
__ADS_1
.......... ...
Hari ini rencananya Kevin akan pergi ke rumah sakit untuk menjemput Reyhan, Putranya Keyla. Dan setelah nya dia akan memulai perannya sebagai calon suami pura-pura, Keyla, kemudian pergi menemui mantan suami Keyla untuk meyakinkannya.
Reyhan sudah diperbolehkan oleh dokter untuk pulang karena keadaannya sudah sangat membaik.
"Ma, Om itu siapa, Ma?" Reyhan menarik-narik ujung baju Mama nya kemudian berbisik menanyakan sosok laki-laki yang datang menjemputnya nya itu.
"Oh, itu namanya Om Kevin" ucap Keyla sembari mengusap kepala putra nya.
"Om Kevin mau jemput kita pulang" sambung Keyla, dan membuat Putra nya menatapnya.
"Ma, kenapa bukan Papa sih yang jemput kita pulang? Kenapa harus Om itu?" tunjuk Reyhan pada Kevin, dan Kevin pun terkekeh ditunjuk seperti itu.
"Karena, Om juga bakalan jadi Papa nya Reyhan" ucap Kevin spontan, sejurus kemudian dia langsung menutup mulutnya sendiri karena tidak sadar berbicara seperti itu.
Upsss. Kevin jadi malu sendiri.
Keyla tidak menjawab pertanyaan Putra nya, dia hanya tersenyum sembari mengusap puncak kepala bocah laki-laki yang berumur 4 tahun itu.
"Udah siap, sekarang ayo kita pulang" ucap Keyla, semua barang-barang Putra nya sudah selesai dia masukan kembali ke dalam tas.
"Sini, Reyhan biar Om yang gendong ya" tawar Kevin, dia mendekati bocah itu, tapi Reyhan langsung menatap Mama nya, sementara Keyla menganggukan kepalanya dan Reyhan jadi menurut saja digendong oleh Kevin.
"Wah, Reyhan berat juga rupanya ya, dikasih makan apa sih sama Mama nya, kok bisa berat gini?'' Kevin mencoba untuk akrab dengan Reyhan.
"Dikasih makan nasi lah Om, masa dikasih makan batu" ucap Reyhan spontan, membuat Kevin tertawa mendengarkan nya, sementara Keyla dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Heheh iya juga ya" Kevin menggaruk tengkuknya. "Ya udah yuk, kita pulang sekarang" Kevin pun melangkah keluar dari ruangan tempat Reyhan dirawat, dan diikuti oleh Keyla yang membawa barang-barangnya Reyhan.
"Om, Om punya anak gak? nanti ajak anak Om main sama aku ya" ujar Reyhan, dan Kevin menyunggingkan senyum mendengar pertanyaan bocah yang di gendongnya itu.
"Om belum punya anak" Jawab Kevin.
"Kenapa Om, kok Om belum punya anak? Papa sama Mama aku aja udah punya aku"
'Aduh gimana yah jawabannya, masa iya aku harus bilang kalau aku belum punya istri, emangnya dia bakalan ngerti kalau aku ngomong gitu'
"Yah gitu deh" jawab Kevin dengan tersenyum malu-malu, malu karena di usianya yang sudah sangat matang dia belum juga mempunyai wanita untuk dijadikan calon istrinya.
"Kalau gitu, aku mau deh jadi anaknya Om" ucap Reyhan lagi membuat Kevin terkekeh, sementara Keyla langsung menegur Putra nya.
"Reyhan, gak boleh ngomong gitu ah"
"Emangnya kenapa, Ma. Om ini kan belum punya anak, jadi aku mau deh jadi anaknya Om ini, iya kan Om, Om mau kan jadi Papa nya aku juga?"
Kevin diam sejenak, dia memutar bola matanya ke kiri dan ke kanan, lalu dia menganggukkan kepalanya membuat bocah laki-laki itu bersorak senang sembari bertepuk tangan.
"Yeay, sekarang Papa aku ada 2. Papa Daniel sama Om Kevin, eh salah, Papa Kevin, yeay yeayyyy" Reyhan sangat senang, karena menurutnya sekarang dia memiliki 2 Papa.
'Gak apa-apa deh aku dibilang Papa nya, moga aja bisa ketularan cepat dapat calon istri dan punya anak sendiri' ucap Kevin dalam hati.
'Aduh Reyhan, kamu bikin Mama malu aja' Keyla menepuk keningnya.
"Oh ya, kita langsung kemana nih?'' tanya Kevin.
__ADS_1
"Langsung ke kontrakan aku aja, nanti Papa nya Daniel yang bakalan datang kesana" jawab Keyla.
"Oh Oke" mereka bertiga pun masuk kedalam mobilnya Kevin, dan Kevin segera memacu mobilnya menuju kontrakan nya Keyla.