Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 88 SEASON 2


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Reyhan langsung menuju ruangannya, dia melupakan map ditangannya yang seharusnya langsung dia antarkan ke ruangan Papa nya.


Didalam ruangannya, Reyhan mendudukkan tubuhnya di kursi putar, kemudian menyenderkan kepalanya. Dia teringat Nayla yang tadi berbicara dengan seorang laki-laki, entah kenapa dia merasa tak suka melihat itu.


Reyhan memang sudah lama menaruh hati pada Nayla, namun Nayla sepertinya hanya menganggap hubungan mereka sebagai kakak dan adik, tidak lebih.


"Nay, siapa laki-laki tadi? kenapa kamu tidak pernah cerita padaku kalau kamu memang sudah memiliki kekasih" Reyhan memejamkan matanya sambil berbicara sendiri. Bayangan saat Nayla bersama laki-laki itu terus terngiang-ngiang dalam ingatannya.


Beberapa saat memejamkan mata. Reyhan dikejutkan dengan suara pintu ruangannya yang tiba-tiba terbuka.


Reyhan seketika langsung berdiri melihat siapa yang masuk ke ruangannya. "Pa...


" Kamu sudah kembali ke kantor, tapi tidak langsung ke ruangan Papa. Mana berkasnya? sudah di tanda tangani sama Om David, kan?"


"Sudah, Pa. Ini berkasnya, Pa" Reyhan menyodorkan map itu ke hadapan Papa sambungnya, dan Kevin langsung membuka map itu untuk memeriksa nya.


"Bagus." Kevin menutup kembali map itu, dan menatap Putra nya itu yang terlihat muram.


"Kamu kenapa, sakit?"


Reyhan menggeleng. "Enggak kok, Pa"


"Terus, kenapa kamu kelihatannya murung begitu?" tanya Kevin lagi.


"Gak apa-apa kok, Pa"


"Em. Oh ya, tadi Nathan telepon Papa, katanya dia telpon kamu tapi gak aktif"


"Nathan... "Reyhan langsung merogoh saku jas nya, dan benar saja ternyata ponselnya mati.


" Ya ampun, Pa. Ternyata HP aku batrai nya habis" Reyhan langsung mengisi daya ponselnya.


"Oh ya, Pa. Memangnya kenapa Nathan telepon aku?"


"Katanya, mau minta di anterin sama kamu buat daftar kuliah" Ujar Kevin.


"Terus, sekarang Nathan nya di mana, Pa?"


"Ya udah ada di kampusnya, tadi Papa yang anterin" jawab Kevin.


"Nathan daftar kuliah di Universitas mana, Pa?"


"Di tempat Nayla kuliah, tadi Papa juga sempat ketemu sama Nayla"


"Ya udah, Pa. Kalau gitu, aku susul Nathan ke kampus nya dulu, dah Papa" Reyhan dengan bersemangat menyusul adiknya di kampus, mengetahui kala🤭u adiknya itu mendaftar kuliah di satu kampus yang sama dengan Nayla.


Reyhan jadi punya alasan untuk bertemu Nayla, sekaligus mencari tahu siapa laki-laki yang bersama Nayla itu, apa benar laki-laki itu adalah kekasihnya Nayla?


Sesampainya di kampus, Reyhan langsung di sambut oleh adiknya didepan gerbang. Tadi, Kevin menelpon Nathan,( putra Kevin bersama keyla) Kevin memberitahu kalau Reyhan akan menyusulnya ke kampus.


"Nathan... " Reyhan mengernyit dahinya, melihat sang adik sudah berdiri di samping mobilnya

__ADS_1


"Tadi Papa telpon, katanya, Kak Reyhan mau susulin aku kesini, ya jadi aku tunggu Kakak disini. Kebetulan urusan aku udah selesai, langsung pulang yuk, Kak" Nathan langsung menyelonong masuk ke dalam mobil Reyhan.


Sementara Reyhan, mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicarinya.


"Nyariin siapa sih, Kak? ayo buruan pulang, aku udah laper nih, mau makan masakan Mama" teriak Nathan yang mengeluarkan kepalanya di kaca pintu mobil.


"Iya bentar, kakak lagi cari...


Tiba-tiba, Reyhan melihat sosok yang dicarinya. Nayla sedang melangkah ke arahnya bersama laki-laki yang dilihatnya tadi pagi.


" Hai Kak Reyhan, jemput Nathan ya?" sapa Nayla, dia tersenyum pada Reyhan.


Reyhan mengangguk dan membalas senyuman Nayla. "I-ya" jawabnya sedikit terbata.


"Gak nyangka, ternyata Nathan daftar kuliah disini juga, eh tapi seru deh, aku bakal jadi ada temennya lagi" seru Nayla. Senang.


"Itu loh, Nathan yang tadi ketemu kita di ruang dosen" Ucap Nayla kepada laki-laki di sampingnya.


Laki-laki itu mengangguk, namun dia terus menatap Kevin. Dia penasaran, siapakah laki-laki ini, kelihatannya Nayla begitu dekat dengannya.


"Oh ya kenalin, ini namanya Kak Reyhan" ucap Nayla pada laki-laki di sampingnya. "Kak Reyhan ini kakaknya Nathan, eh kakak aku juga dong, Kakakku yang paling tampan" ujar Nayla dengan senyum mengembang.


Laki-laki disamping Nayla itu mengulurkan tangannya pada Reyhan untuk berkenalan.


"Hai Kak Reyhan, nama aku A... " Baru saja akan menyebutkan namanya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Kak Reyhan, Nayla, bentar ya aku angkat telepon dulu"


"Oh ya Kak, Nathan nya dimana?"


"Ada didalam mobil" jawab Reyhan.


"Oh, sudah didalam mobil. Kirain tadi Kak Reyhan nyariin Nathan, soalnya tadi aku lihat Kak Reyhan celingak celinguk, makanya aku langsung samperin Kak Reyhan" ucap Nayla.


"Enggak kok, aku lagi nyariin kamu" jawab Reyhan, tersenyum.


"Kenapa Kak Reyhan nyariin, aku? kangen ya?"


Reyhan tersenyum lagi. "Oh ya, yang tadi itu siapa? pacar kamu?"


Nayla cengegesan, dia tidak berani menjawab pada Reyhan, takut kalau Reyhan akan melaporkannya pada kedua orangtuanya.


"Em, benarkan, yang tadi itu pacar kamu?" Reyhan berkacak pinggang. "Nakal ya, pacaran gak bilang-bilang" Reyhan mencubit hidung Nayla. Dia tersenyum, tapi percayalah hatinya sakit mengetahui kalau Nayla sudah punya kekasih, dan juga tadi Nayla mengakuinya hanya sebagai kakak.


"Heheh. pliss, Kak Reyhan janji ya, jangan bilang-bilang, nanti aku dimarahin sama Papa dan Mama" Nayla mengangkat dua jari nya membentuk huruf V, meminta Reyhan berjanji untuk tidak memberitahu pada Papa dan Mama nya.


"Em, janji gak ya...


"Kak Reyhan, pliss!" Nayla bergelayut di lengannya Reyhan, memohon pada laki-laki yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri untuk berjanji.


"Tapi janji ya, pacaran nya jangan nakal nakal" Ucap Reyhan memperingati. "Kalau nakal, nanti kakak hukum, jadikan istri!" sambung Reyhan.

__ADS_1


Nayla terkekek, kakaknya ini ada ada saja. Masa menghukum, tapi dijadikan istri.


"Nayla, kakak gak bercanda ya"


"Iya iya, dasar bawel. Kak Reyhan tenang aja, aku bisa kok jaga diri.


" Bagus, kalau gitu kakak pulang dulu, ntar kebakaran jenggot tuh si Nathan lama nunggu didalam mobil.


Setelah Reyhan pergi. Tak lama, laki-laki yang menjadi kekasihnya Nayla itu kembali setelah sambungan teleponnya terputus.


"Loh Nay, Kak Reyhan kemana?" Tanyanya


"Udah pulang" jawab Nayla.


"Yah, padahal aku belum sempat kasih tau nama aku tadi" ucapnya merasa menyesal. Padahal dia senang Reyhan pergi. Sedari tadi dia memperhatikan Nayla yang sangat dekat dengan Reyhan, dan dia tidak suka melihatnya, dengannya saja Nayla tidak pernah seperti itu, hanya sekedar berpegangan tangan saja itu sudah lebih dari cukup.


"Eh, iya ya, aku juga lupa kasih tau nama kamu tadi. Ah bodohnya" Nayla menepuk jidatnya sendiri.


"Sudahlah, nanti juga bakalan ketemu lagi. Ya udah yuk, kita masuk kelas"


"Eitsss, jangan nakal ya!'' Nayla menepis tangan kekasihnya itu yang hendak merangkul nya.


" Upss, sorry lupa" jawab kekasih Nayla terkekek.


"Abisnya aku cemburu lihat kamu tadi bergelayut di lengannya Kak Reyhan kelihatan manja banget, kan aku juga pengen di gituin"


"Eh jangan cemburu dong, dia kan kakaknya aku, jadi wajar dong kalau aku manja sama dia.


.....


Di perusahaan Kevin.


Keyla mendatangi perusahaan suaminya itu, membawakan bekal makan siang untuk suaminya juga untuk Alya yang kembali bekerja di perusahaan Kevin. Tapi, bukan sebagai brand ambassador lagi, melainkan sebagai Beauty Advisor.


Seorang beauty advisor berperan sebagai bagian dari sebuah kegiatan pemasaran yang secara umum. Hal ini sebagaimana deskripsi kerja yang seorang beauty advisor, yaitu sebagai tenaga penjualan dari sebuah perusahaan kosmetik.


Peran dari seorang beauty advisor sangatlah penting bagi sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan bagaimana sebuah perusahaan berupaya dalam merepresentasikan produknya kepada konsumen, serta melakukan pelayanan terhadap kebutuhan konsumen.


Dalam menjalankan tugasnya, seorang beauty advisor akan berinteraksi secara langsung dengan konsumennya. Selain itu, seorang beauty advisor juga menjadi bagian terdepan dari sebuah perusahaan, di mana ia menjadi penghubung antara perusahaan yang dalam hal ini merupakan perusahaan makeup dengan konsumennya secara langsung. 


Setelah mengantarkan bekal makan siang untuk Kevin. Keyla menuju ruangan Alya untuk memberikan bekal makan siangnya Alya. Keyla selalu rutin membawakan bekal makan siang untuk Kevin dan Alya, mengingat status Alya yang sudah seperti adiknya Kevin yang berarti juga adalah saudari iparnya.


Kevin juga sudah banyak menceritakan tentang Alya, dan Keyla turut perihatin atas apa yang pernah Alya alami selama berumah tangga.


.


.


.


Yeay udah 2 bab ya hari ini. Eh tapi masih ada 1 bab lagi, nanti malam🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2