Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 66


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu...


Selama seminggu itu pula kini David tinggal dalam satu rumah lagi dengan Alya, tapi hanya serumah dan tidak sekamar. Meskipun begitu, David tetap bersyukur setidaknya ia masih bisa di bisa setiap hari melihat Alya juga pertumbuhan anaknya di dalam kandungan Alya.


Selama seminggu itu juga, David selalu memberikan perhatiannya pada Alya, seperti menanyakan makanan apa yang ingin Alya makan, karena David mencari tahu di internet kalau wanita hamil itu biasanya ingin memakan sesuatu. Bukan hanya itu, David juga sering kali menawarkan diri untuk memijit kaki Alya walaupun berkali-kali mendapatkan penolakan.


Seperti hari ini, David tidak pernah bosan menanyakan makanan apa yang ingin istrinya itu makan, tapi lagi-lagi Alya menjawab kalau ia tidak ingin memakan apapun. Tapi setelah itu, Alya malah meminta pada nek Minah untuk dibuatkan rujak.


Meski kecewa, tapi David harus bisa menerima itu, mungkin inilah yang dirasakan oleh istrinya dulu saat ia selalu menghancurkan ke lantai makanan yang sudah Alya masak untuknya.


Sepanjang hari, David selalu mengikuti Alya kemanapun Alya pergi di dalam rumah mewah itu, kecuali jika Alya sedang berada di dalam kamarnya sendiri.


Juga seperti sekarang ini, David ikut duduk dihadapan Alya yang sedang memakan rujak buatan nek Minah walaupun Alya tak memperdulikan keberadaan nya.


David bergidik ngeri dan sesekali meneguk air liur nya melihat Alya memakan rujak dengan cabai yang banyak.

__ADS_1


"Alya, apa itu tidak terlalu pedas? bagaimana kalau anak kita di dalam perut mu jadi kepedasan" David bergidik ngeri melihat rujak Alya yang berwarna merah karena terlalu banyak cabai nya.


Hampir saja Alya tertawa mendengar ucapan konyol David barusan, ia menahan dan meredam tawanya dengan segera meneguk jus jeruk yang juga sudah dibuatkan oleh nek Minah. Jika saja ia dan David tidak dalam masalah seperti ini, mungkin Alya akan benar-benar tertawa terbahak-bahak karena ucapan David yang konyol itu.


"Nah gitu Alya, ayo minum yang banyak supaya anak kita tidak kepedasan" dan kali ini Alya sudah tidak bisa menahannya lagi, Alya yang tengah meminum jus jeruk akhirnya menyemburkan minuman nya dan tetap mengenai wajah David yang duduk dihadapan nya.


Seketika David histeris karena mata nya terasa pedas karena jus jeruk yang Alya semburkan itu bercampur dengan cabai dari rujak yang Alya makan.


"Aaaaaa... pedas... pedas... mata mu pedas, Alya tolong aku tidak bisa melihat mata ku pedas" David bahkan sampai loncat loncat tak tahu arah, rasanya sangat pedas.


"Apa masih pedas?" David hanya bisa mengangguk tanpa bisa menjawab karena nafasnya tersengal akibat diceburkan kepalanya nya kedalam wastafel.


Melihat David mengangguk, Alya dengan cepat menceburkan lagi kepala David kedalam wastafel.


"Sudah, sudah, huh huh huh" David hampir saja kehabisan nafasnya jika sekali lagi Alya menceburkan kepalanya ke dalam wastafel.

__ADS_1


"Apa sudah tidak pedas lagi matanya?" David mengangguk sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Alya ka-u hampir saja mem-bunuh ku" ucap David dengan terbata-bata karena nafasnya yang tak beraturan.


"Kau hampir saja membuat anak kita menjadi yatim" ucap David lagi. Dan Alya entah kenapa merasa tidak suka mendengar ucapan David itu ia pun pergi meninggalkan David yang sudah basah kuyup akibat perbuatannya yang menceburkan kepala David kedalam wastafel.


"Alya, hei tunggu... " namun Alya tidak mau mendengarkan teriakan David yang memanggilnya dan terus melangkahkan kakinya tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Dia itu tidak bertanggung jawab sekali, dia sudah membuat mataku kepedasan dan baru saja dia hampir membunuhku kehabisan nafas, dan sekarang dia malah meninggalkan aku begitu saja" gerutu David menatap langkah Alya yang semakin menjauh.


Dan akhirnya David pun pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya yang sudah basah, sambil menggerutu.


Ternyata, tanpa Alya dan David sadari. Papa Tyson, Mama Herlina dan nek Minah rupanya sedari tadi memperhatikan keduanya. Dan mereka bertiga pun tertawa meliat David yang saat ini sudah terlihat berantakan akibat ulah Alya.


"Pa, seandainya Alya bisa memaafkan David, pasti mereka berdua akan menjadi pasangan yang sangat bahagia apalagi akan hadir seorang anak diantara mereka"

__ADS_1


"Kita berdo'a saja, semoga hati Alya berbalik. Tapi ingat Ma, apapun keputusan Alya kita tidak boleh mencampuri nya dan harus menerimanya. Karena David, dia memang bersalah, jadi sudah sepantasnya dia menerima semua resikonya"


__ADS_2