Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 41


__ADS_3

"Kamu siapa Cu? Wajah kamu sangat mirip dengan..." Ucapan Nek Minah terhenti, ia memperhatikan lagi wajah Alya.


Setelah menyadari kalau wajah Alya begitu mirip dengan Melinda, mata Nek Minah pun jadi berkaca-kaca lalu ia mengulurkan tangannya menyentuh pipi Alya.


"Me-linda?" Ucapnya dengan terbata serta tangannya yang gemetar menyentuh pipi Alya.


Alya pun tersenyum, ia jadi yakin kalau wajahnya begitu mirip dengan almarhumah Mama nya walaupun ia tidak mengingatnya karena waktu itu ia masih kecil.


"Saya Alya, Nek. Saya anaknya Mama Melinda dan Papa Hermawan" ucap Alya dan membuat Nek Minah membekap mulutnya sendiri, hampir tak percaya jika gadis yang berdiri dihadapannya ini adalah anak dari dua orang yang sangat ia rindukan. Tak terasa, cairan bening itupun seketika lolos dipipi Nek Minah.


"Sungguh? Alhamdulillah akhirnya kamu datang juga, sudah lama Nenek ingin pergi menemui kamu dirumah Tyson tapi Nenek tidak berani, Nenek takut Tyson tidak akan mengizinkan Nenek menemui kamu karena dulu Nenek dan Tyson pernah bertengkar memperebutkan untuk mengasuh kamu" cerita Nek Minah, dan membuat Alya juga ikut menitihkan air matanya.


Sementara ketiga Lelaki yang mengantarkan Alya itu saling pandang, menyimak percakapan Nek Minah dan Alya.


Tatapan Nek Minah pun tertuju pada koper berukuran besar yang dibawah Alya. "Kamu mau pergi kemana, Cu? Kenapa membawa koper sebesar ini?" Tanya Nek Minah penasaran sembari mengusap sudut matanya.


"Nek, apa boleh saya tinggal disini? Tanya Alya, dan Nek Minah pun langsung tersenyum senang. Namun, saat mengingat Tyson senyuman itu seketika sirna.


"Boleh-boleh saja Cu, justru Nenek sangat senang sekali. Tapi, bagaimana dengan Tyson? Apakah dia mengizinkan mu untuk tinggal dirumah Nenek yang kumuh ini" ucap Nek Minah sendu.


"Nek, biar saya jelaskan didalam saja ya Nek" ucap Alya, lalu iapun membalikan badannya menatap ketiga Lelaki yang mengantarkannya itu.


"Terima kasih ya semuanya sudah mengatakan saya sampai kerumah Nek Minah"


"Sama-sama" ucap Denis dan kedua temannya yang bernama Anton dan Roni, dan kedua teman Denis itu tidak seperti Denis yang mudah mengakrabkan diri kepada siapa saja apalagi pada orang yang baru mereka kenal.

__ADS_1


"Yasudah yuk Nis kita pulang" ajak Roni pada Denis dan diangguki oleh Anton.


Denis menatap kedua temannya, sebenarnya Denis belum ingin pulang. Tapi Roni sudah menarik tangannya dan membuat Denis hanya bisa melambaikan tangannya pada Alya.


"Kapan-kapan saya akan datang berkunjung kesini" teriak Denis yang sudah menjauh karena terus ditarik oleh Roni.


.


.


.


Siang dengan terik matahari yang sangat menyengat kini sudah berganti malam. Namun, walaupun begitu jalanan ibukota tidak pernah sepi dengan pengendara yang berlalu-lalang. Begitu juga dengan kedua Lelaki yang terlihat gusar karena pencariannya tidak membuahkan hasil. Sudah sejak siang David dan Kevin mengelilingi ibukota untuk mencari Alya namun mereka sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya.


Sejak siang David dan Kevin belum mengisi perut mereka dengan apapun, mereka hanya mampir untuk mengisi bahan bakar mobilnya lalu kembali melanjutkan pencariannya, mereka begitulah sampai malam hari tiba.


Penampilan David sudah terlihat acak-acakan, jas nya ia lepas dan dilemparkan ke kursi belakang, dasinya juga sudah tidak berbentuk lagi bahkan rambutnya pun seperti tidak sisiran. Tidak serapi tadi pagi saat ia mengatakan pada Alya kalau ia akan pergi meeting padahal pergi menemui Lestari dengan maksud menolongnya tapi dengan membohongi Istrinya.


Belum sehari saja ditinggalkan oleh Alya, David sudah benar-benar sangat kacau. Bagaimana kalau Alya tidak kembali lagi, dan ia tidak bisa menemukan keberadaan Alya. Bagaimana nasib David tanpa Alya?


Ponsel David pun berdering, saat melihat nama Kevin yang tertera dilayar ponselnya ia segera mengangkatnya, barangkali Kevin sudah menemukan Alya, pikirnya.


"Ya halo Kevin, kau sudah menemukan Alya? Mana, dimana Alya? Berikan ponselnya pada Alya aku ingin berbicara dengannya" David pun tersenyum senang, ia berpikir Kevin menelponnya karena sudah menemukan Alya.


"Tidak David, justru aku ingin bertanya padamu apakah sudah menemukan Alya?"

__ADS_1


"Jadi kau belum menemukan Alya, Kevin? David balik bertanya. Seketika senyuman nya menghilang begitu saja.


"Belum David. Lebih baik kita pulang dan berisitirahat dulu, kita lanjutkan besok lagi untuk mencari Alya" usul Kevin namun tidak disetujui oleh David.


"Tidak Kevin! Aku tidak akan pulang sebelum menemukan Alya, kau saja yang pulang kalau ingin pulang, biar aku sendiri yang mencari istriku" David pun marah, ia melemparkan ponsel nya ke kursi belakang menyusul jas nya.


.


.


.


"Begitulah ceritanya, Nek"


"Owalah, Nenek gak nyangka kalau putranya Tyson bisa berbuat seperti itu, tidak seperti Tyson yang baik dan penyayang" Nek Minah menggelengkan kepalanya setelah mendengar cerita Alya.


.


.


.


.


Yeay, sudah 3 bab ya hari ini 😁 kasih semangat dong πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


Eh tapi lanjutnya besok lagi ya, dan sambil nunggu kisah Alya update. mampir juga ke 2 novel ku yang lainya jika berkenan πŸ™πŸ˜‰πŸ˜



__ADS_2