Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Sampai jumpa lagi


__ADS_3

" Kau yakin?"


" Iya, Pergilah. Jangan mengecewakan intan."


Mengusap bahu rimba, seakan menyalurkan suara batin bahwa aku akan baik baik saja.


" Apa kau yakin?"


" Tentu saja." memberikan senyum termanis, walau sebenarnya berat melepas rimba.


" Baiklah, sampai jumpa lagi"


Rimba sambil berdiri, mengacak acak rambut ida, dan menoleh ke kanan kiri, kemudian...


Cup


Satu Kecupan mendarat di pipi nina, nina tersenyum dan melambaikan tangan ke arah rimba yang sudah melajukan motornya.


Hatiku, kenapa hatiku sangat sakit. Rasanya berat meninggalkan kota kelahiran ku, mungkin juga aku belum siap berpisah jauh dari rimba. Dia satu² temanku, sahabatku, dan mungkin cintaku...


Tak terasa menetes air mata nina, yang sedari berusaha dia tahan.


Tak lama kemudian, mobil travel pun datang, nina masuk dan duduk di kursi belakang supir.


Bye bye kotaku, tanah kelahiranku. Selamat tinggal rimbaku, semoga kita akan bertemu lagi.


Tangis nina pecah bersama dengan melajunya mobil meninggalkan kota.


...


..


..


.


drrtt drrtt drtt


" Apa kau sudah berangkat".


Suara paman mengagetkan nina yang hampir terlelap.


" Sudah paman, ini sudah sampai di xxx".


" Besok turunlah di halte xxx, paman akan menjemputmu."

__ADS_1


" baik paman ".


Sambungan terputus, nina pun meletakan ponselnya kembali, dan bersandar di kaca,


skip skip skip.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam, nina hampir sampai di halte xx di kota denpasar, Bali.


" Hallo paman, kata sopir ini sudah hampir sampai di halte xxx."


" Paman akan bersiap siap."


" Baik paman".


15 menit kemudian, nina turun di halte xx, dilihatnya paman sudah ada menunggu disana dengan mobil berwarna merah.


" Assalamualaikum paman." menghampiri dan mencium tangan paman.


" Walaikumsalam, ayo kita pulang, pasti kau lelah."


Membawa ransel nina dan barang barang yang lain.


" Wah, mobil siapa ini paman"


" Mobil bos paman, paman meminjam nya, untuk menjemputmu. Paman pikir barang bawaanmu akan banyak."


ucap paman sambil mulai melajukan kendaraaannya.


Tak perlu waktu lama, kendaraan menuruni aspal dan berhenti tepat di sebuah rumah, bukan rumah. Tepatnya rumah kos.


" Masuklah, biar paman yang membawa barang barangmu."


Nina hanya mengangguk, dan melangkah kaki nya menuju kamar yang ditunjuk paman.


Tok


Tok


Tok


" Assalamualaaikum bude"


" Walaikumsalam, eh sudah datang, ayo masuk dan istrihatlah dulu. Tidur lah di sebelah kia."


Menunjuk kasur dimana bayi berusia 1 tahunan itu masih tertidur pulas.

__ADS_1


" Dimana olan." Tanya nina, yang tak melihat olan, kakak dari kia. Anak pertama dari pamannya yang berusia 7tahun.


" Olan tidur dikamar om nya"


Nina hanya ber 'o' ria, kemudian menjatuhkan diri disebelah kia, rasa kantuk menyerangnya. Hingga tak butuh waktu lama, nina pun terlelap.


Ah perjalanan yang panjang dan melelahkan.


" Nina bangun..."


Suara bibi mengejutkan mimpi indah nina. Memaksa nya membuka mata.


" Iya bibi, aku sudah bangun."


" Mandi lah, lalu kita makan bersama."


" Hmm, baiklah."


Nina membuka ranselnya, mengambil handuk dan peralatan mandi, kemudian bergegas ke kamar mandi.


" Ayo, makanlah. Kau pasti sudah lapar." ucap paman, saat melihat nina baru keluar dari kamar mandi.


Tampak disana, keluarga paman sedang memakan hidangan sederhana. nina berjalan dan duduk di sebelah bibi yang sibuk menyuapi kia, sedangkan paman, duduk bersama anak sulungnya.


" Kapan ibu mu akan datang."


....


..


.


.


......................


......................


...Karya pertamaku,...


...Murni hasil pemikiran sendiri, dan mungkin kisah author sendiri....


...Jadi dengan sangat mohon masukkannya....


...Jangan lupa Like nya...

__ADS_1


__ADS_2