Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Kembali ke kota kelahiran


__ADS_3

" Setelah ini kita akan tinggal dimana?" tanya nina saat semua nya menunggu pesawat yang akan mereka naikin tiba.


" Kita akan tinggal dirumah suamiku, tapi maaf, tidak akan ada apa-apa disana. Aku benar benar akan memulai semua dari nol." ucap bibi anik.


Skip.


Mereka pun sampai di bandara juanda surabaya. Setelah bernegosiasi dengan sopir minibus, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke kota


4 jam kemudian...


Nina dan keluarga nya tiba dirumah suami bibi anik. Rumah peninggalan mendiang mertua nya.


" Ayo masuk, rumahnya bersih, karena dulu aku menitipkan nya pada kakak ipar, karena hanya ada dua kamar. sementara mbak dan anak anak tidur di ruang TV, biar ayah tidur di kamar belakang." ucap bibi anik.


" Aku akan mandi dulu". ucap nina sambil meletakan barang bawaannya.


Hari yang melelahkan. Mereka semua memutuskan untuk istirahat dan membereskan barang barang nya esok hari.


...****************...


Beberapa bulan berlalu, ibu nina memutuskan untuk kembali ke negeri jiran. Pertengkaran bibi anik dengan suami nya, memaksa ibu untuk cepat kembali dan bekerja. Menghasilkan uang agar ayah dan anak nya bisa mencari rumah kontrakan. Tidak mau lagi dikatakan tukang menumpang oleh suami adiknya dan para ipar nya yang julid.


" Nin, coba kau menghubungi kakek dayu, mungkin dia bisa membantu mencarikan rumah untuk kita". ucap kakek pada cucunya nina.


" Baik kek, nanti aku hubungi."


" Nin kemarilah." bibi anik memanggil dari dapur.


" Iya bibi, ada apa?"

__ADS_1


" Bisakah kau pinjami aku uang?, aku akan pergi bekerja ke surabaya bersama temanku." bisik bibi kepada nina.


" Kapan bibi akan berangkat?"


" Besok, kau ada kan uang xxx."


" Hmm, ada." Dengan terpaksa nina meminjamkan sejumlah uang yang miliki kepada bibi.


" Aku janji akan menganti nya setelah aku bekerja."


" Pakai saja dulu, bibi lebih membutuhkannya dariku."


" Terima kasih, ohya, aku titip ibnu. Bawa dia setelah kalian mendapat rumah sewa yang baru." menepuk bahu nina, kemudian bibi masuk kedalam kamarnya.


Satu minggu sudah berlalu, sejak keberangkatan bibi anik, suami nya juga pergi entah kemana. Saat ditanya kakek, beliau menjawap akan bekerja di bali.


" Ini rumahnya, semoga kalian betah." ucap kakek dayu saat mengantar nina.


Rumahnya cukup luas, ada tiga kamar, ruang tamu, ruang Tv dan juga dapur. Sayangnya rumah itu masih kosong, hanya ada lemari milik tuan rumah yang sengaja di pinjam kan.


" kakek dayu, bisakah mengantarkan ku ke pasar?". cegah nina saat mengetahui kakek dayu akan pulang.


" Untuk apa kepasar?, apa kau lapar?, kakek sudah membawakan makanan untuk kalian." ucap kakek dayu.


" Ah tidak, aku hanya akan membeli kasur busa, aku rasa harganya cukup murah."


" Baiklah, ayo kakek antar. Tapi tidak bisa menemanimu, karena kakek ada urusan." Mengambil kunci motor, dan melajukan motornya.


.....

__ADS_1


.


.


.


" Terima kasih kakek", ucap nina saat kakek menghentikan motornya di pasar kota.


tap


tap


tap


Nina pun berjalan menelusuri trotoar pasar mencari sebuah toko. Sambil sesekali menoleh pada toko yang dia lewati.


" Tidak ada pilihan lain, aku harus menjualnya..."


...----------------...


...----------------...


...Terima kasih sudah mau mampir...


...Jangan lupa like...


...Komen...


...vote...

__ADS_1


__ADS_2