
Satu bulan kemudian, galang dan nina pulang ke jawa, karena mereka akan melakukan acara 7 bulan kehamilan nina.
Malam tahun baru, nina mencoba berbaur dengan teman² galang yang berkumpul di rumah untuk acara bakar² ikan dan kembang api. Nina memilih untuk mencoba melupakan apa yang terjadi, termasuk acara 7 bulanan yang hanya berjalan sederhana, hanya karena sudah tau jenis kelamin bayi yang di kandungnya, jadi tidak ada hal istimewa seperti acara adat 7 bulanan pada umum nya.
" Aku akan tidur dulu, aku lelah." bisik nina pada galang.
" Ya, tidurlah dulu. Aku akan menemani anak² sebentar."
Sudah cukup air mata untuk hari ini, nina memejamkan mata dan tidur.
......................
...----------------...
Keesokan harinya...
" Nda, setelah ini tinggalan disini, lagi pula 2 bulan lagi kamu akan melahirkan. Jadi kau bisa menemani ibu, saat adikku tidak ada dirumah."
" Aku ingin pulang sebentar ke tanggul. Novi baru saja pulang dari lombok."
" Ya, tapi jangan lama² disana. Kasihan ibuku." Ketus galang.
Beberapa hari setelahnya, nina dan galang menginap di rumah nina, karena besok galang akan langsung berangkat ke bali lagi.
" Hei.. kenapa suami mu tidak masuk ke dalam rumah?" tanya novi saat mereka sama² baru sampai di rumah nina.
__ADS_1
" Dia memang seperti itu, seakan jijik dengan rumahku. Bahkan sikapnya berubah saat tau bayi ini perempuan." Bisik ninaa.
" Memangnya kemana kalau perempuan?." Tanya yuni, sepupu novi yang ikut ke rumah nina.
" Dia ingin anak laki², juga sikapnya berbeda jauh saat masih pacaran. Sekarang dia lebih sering menyakitiku dengan sikap egoisnya." Bisik nina
" Seperti apa?" Kepo novi.
" Kapan² saja aku cerita, nanti depit denger." Bisik nina.
...----------------...
...----------------...
Skip.. Dua minggu sudah nina berada di rumahnya sendiri. Ya walau hanya rumah kontrakan, itu membuat nina merasa nyaman.
(Sampai kapan kau ada di situ?) isi pesan ketus galang.
(Memangnya kenapa kalau aku disini lebih lama lagi)
(Dasar kau istri tak berguna, kau tidak menuruti apa kata suami. Kau tau dosa saat kau pulang kerumah mu sendiri tanpa suami. Pamalik.)
(Kenapa bisa?, bukankah kau sudah mengijin kan aku?)
(Apa kata orang nanti, kau melakukan acara 7 bulanan di rumahku. Tapi melahirkan di rumahmu. Dimana otakmu. Kalau kau masih ingin di situ, baiklah. Kita bercerai setelah anak itu lahir. Dan biarkan anak itu ikut denganku.)
__ADS_1
Runtuh sudah air mata nina, bagaimana bisa suami nya berfikir untuk bercerai. Karena tidak ada pilihan lain. Nina kembali ke rumah ibu mertua nya
" Ibu, ayah.. kenapa ini terjadi padaku. Hiks Hiks Hiks, seandainya salah satu dari kalian ada disini, pasti hidupku tidak ada sepilu ini. Ibu, kau hanya mengatakan sanggup menanggung hidup aku dan bayi ku. Tapi bagaimana jika keluarga depit datang dan merebut paksa bayi ku?, siapa yang akan membela ku bu. Hiks hiks hiks, kakek bahkan tidak mau ikut campur uruusanku ataupun membela ku kecuali aku memberi nya sejumlah uang. Kenapa hidupku seperti ini bu. Hiks hiks hiks..."
Tak ada lagi yang bisa nina lakukan selain menangis, tak ada tempat untuk dia lari dari kenyataan. Hidupnya, dunia nya, serasa runtuh. Kemana cinta dan kasih sayang suami nya dulu?, Kenapa takdir seakan enggan untuk berpihak padanya.
...----------------...
......................
...----------------...
Bersambung dulu ya...
Gak kuat nulisnya hehe, jadi nangis kalau ingat momen ini.
Terima kasih yang sudah mau mampir di tulisan receh saya..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1
Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih. ☺️☺️🙏🙏🙏🙏