Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Bertemu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, nina sampai di gedung tempat dia akan mengikuti wawancara.


Skip, 2jam kemudian...


Drttt drttt drtt....


" Hallo.." ucap nina


" Apa kau sudah selesai?, Aku sudah ada di depan gedung xx." Ucap suara di seberang sana yang tak lain adalah galang.


" Ah, ya. Aku sudah selesai, aku akan keluar sekarang." Nina berjalan keluar gedung, tanpa mematikan ponselnya.


" Kau dimana?" Tanya nina, saat dirinya sudah di luar gedung.


" Aku yang memakai sepeda satria FU."


" Jaket abu abu bukan?." Ucap nina sambil melambaikan tangan ragu.


" Iya." galang membalas lambaian tangan nina.


Tak lama kemudian, galang menghampiri nina, dan mengajak nya berkeliling.


" Kita mau kemana?." Tanya nina


" Bagaimana kalau ke taman?." ajak galang.


" Hmm, baiklah."


Tak lama kemudian. Mereka sampai di taman, lama mereka berbicara, saling bertukar kisah hidup. Karena hari sudah mulai senja, nina meminta diantarkan pulang ke rumah paman.


Skip skip skip...


Dua bulan berlalu, nina masih ada di rumah paman, menunggu panggilan dari berbagai tempat yang nina datangi untuk meletakan surat lamaran pekerjaan. Sambil menunggu panggilan interview, nina mengisi waktu kosongnya dengan bekerja di konter, yang letaknya di seberang rumah paman.


" Seperti nya aku akan pulang ke jawa." Ucap nina, saat kencan dengan galang. Ya sejak pertemuan pertama mereka. Galang jadi lebih sering berkunjung, bahkan saat nina libur kerja. Galang mengajaknya jalan jalan. Kali ini Galang mengajak nina ke pantai.


" Kapan rencana mu pulang?." Tanya galang.


" Mungkin sepekan lagi. Itu tanggal gajian ku, hehe. Setidaknya, aku ada uang untuk ongkos pulang." Terang nina.


" Apa kau mau pulang bersama ku?, naik motor." Tanya galang.

__ADS_1


" Bolehkah?, pasti menyenangkan melakukan perjalanan bali-jawa dengan motor." Ucap nina.


" Tentu saja, aku juga akan pulang, ayahku dirujuk ke salah satu rumah sakit di kota malang." ucap galang.


" Kalau begitu aku akan membicarakan nya dengan paman." Ucap nina, sambil menerima botol air minum.


...----------------...


...----------------...


Satu minggu kemudian, galang datang pagi buta. sekitar pukul 05:00 WITA. Setelah berpamitan mereka pun berangkat. Perjalanan yang benar benar menyenangkan, sesekali mereka beristirahat di cafe dekat pantai.


Setelah kurang lebih 8 jam perjalanan, ida dan depit sampai di rumah nina.


" Masuklah, maaf rumahnya jelek." ucap nina, sambil membukakan pintu dan mempersilahkan galang masuk.


" Duduklah, aku akan membuatkan mu minuman, maaf tidak ada kursi nya, hehe." Sambung nina.


" Dimana kakek mu." Tanya galang.


" Sebentar aku panggilkan." Ucap nina sambil berlalu.


" Lanjutkan mengobrol mu ya, kakek akan ke kamar." Terang kakek.


" Kalian bicara apa?" Tanya nina


" Entahlah, kakek mu banyak bicara, aku tidak mengerti. Aku hanya diam dan mendengarkan." Ucap galang sambil menyeruput kopi nya.


30 menit berlalu, suara kumandang adzan ashar membuat galang pamit undur diri. Entah mengapa nina merasa sedih melihat laki laki didepannya akan pergi.


Beberapa hari kemudian, galang mengajak nina jalan jalan, di malam tahun baru. Setelah meminta ijin kakek, nina dan galang pergi ke kota xxx. Setelah satu jam perjalanan, galang dan nina tiba di kediaman galang.


" Masuklah, aku akan memanggilkan ibuku." Ucap galang.


" Dimana ayahmu?." Tanya nina.


" Beliau ada di kamar." ucap galang menunjuk kamar dengan tatapan mata.


" Assalamualaikum." Suara laki laki memasuki rumah.


" Walaikumsalam" Ucap nina.

__ADS_1


Laki laki itu melihat dan sedikit terkejut dengan kehadiran nina. Kemudian berlalu menuju kamar tengah.


" Dia adikku nin, masih sekolah." Ucap galang saat dia muncul dari arah dapur. Nina hanya mengangguk-angguk kepala.


Tak lama kemudian, muncul wanita paruh baya dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan teh.


" Nah, ini momy ku, momy tersayang ku." Ucap galang memperkenalkan wanita itu, yang tak lain adalah ibunya.


Nina angun dan meraih tangan wanita tadi, setelah mencium tangannya. Nina kembali duduk.


" Asli mana nduk?." Tanya ibu galang


" Xxx buk," jawap nina.


" Ohh, tinggal dengan siapa?." Tanya nya lagi


" Dengan kakek dan adik buk"


" Adiknya perempuan apa laki², kalian berapa bersaudara?."


" Kalau semua saudara ada empat, tapi kalau saudara se ibu hanya aku dan adikku." Terang nina dengan nada sopan


" Ooo, orang tua mu dimana?." seperti mulai mengintrogasi.


" Di Malaysia buk, sudah cerai. dan mereka sudah punya keluarga masing²."


" Oh ya ya, kalau anak saya ada tiga, galang ini yang ke dua. Yang pertama ada di bali juga, sudah berkeluarga. Yang bungsu, yang tadi itu." Terang ibu galang. Nina hanya mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya sudah tau, karena waktu di bali. Galang pernah mengajak nina ke tempat kos nya. Dan memberitahukan siapa kakak nya.


" Minumlah, jangan sungkan² ya, ibu tinggal dulu." Ucap ibu galang, kemudian berlalu.


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2