Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Pernikahan


__ADS_3

" Rim, aku akan menikah." Ucap nina melalui sambungan telpon.


" Benarkah?, kenapa mendadak sekali?." Ucap suara di seberang sana yang tak lain adalah rimba.


" hmmm, bla bla bla bla bla bla." nina menceritakan kronologi nya, dimulai dia yang ikut ke RS, hingga dia tidak diperbolehkan pulang sebelum selesai acara tahlil 7 hari. Dan keputusan yang tidak terduga dari kedua belah pihak yang memutuskan untuk menikahkan mereka.


" Acara nya dimana?". Tanya rimba, masih dalam sambungan telpon.


" Aku akan menikah di rumah galang, kau tau kan aku disini tidak ada siapa², kakekku tidak mau tau soal pernikahanku. Ayahku entah dimana. Ibuku marah karena aku menikah tanpa menunggu nya pulang." Ucap nina sedih


" Kenapa kau tidak coba memberi ibumu kesempatan lagi?, siapa tau beliau benar² akan pulang." Ucap rimba.


" Hmmm, terakhir kali beliau katakan hanya akan ada di sana 2th, tapi ini sudah memasuki tahun ke 4." Ucap nina.


" Hmmm, aku tau perasaanmu. Aku akan selalu mendukungmu." Ucap rimba.


" Terima kasih, kau yang terbaik." Ucap nina, kemudian mematikan sambungan telpon.


...Skip.....


Setelah mendaftarkan diri ke kantor KUA di kota depit, dan membuat surat pernyataan meminta wali hakim dalam acara ijal kabul nanti. Nina memilih langsung pulang.


" Hallo tante." Nin menelpon seseorang.


" Iya, ada apa nduk." Ucap seseorang di seberang sana.


" Bolehkan aku meminjam uang sejumlah xxx untuk menyewa kebaya?, tabunganku sangat menipis, aku ada uang. Namun untuk biaya sewa kendaraan ke xxx." Ucap nina.


" Boleh, kirim nomer rekening mu ya, biar om yang akan mentransfer nya nanti." Ucap tante nina.


" Terima kasih tante." Nina mematikan sambungan telpon.


......................


(Apa kau tidak mau mengundangku ke acara mu nanti). Pesan dari rimba.


( Apa kau mau ikut?,) balas nina

__ADS_1


( Tentu saja aku tidak ingin melewatkan momen orang tersayang ku) balas rimba yang sukses membuat nina meneteskan air mata.


(Keluargaku akan berangkat tanggal xx pukul 07:00, karena ijab kabulnya pukul 09.00) balas nina


( Hmmm, baiklah. Aku akan bersiap. Aku akan menunggu di jalan depan rumah nenekku saja, bagaimana). balas rimba


(oke.).


...


drtt drttt drtt....


" Hallo tante?." ucap nina


" Hallo nduk, uangnya sudah di transfer, dan tidak usah di ganti. Anggap itu kado pernikahan dari kami. Maaf tante dan om tidak bisa datang. Kau tau kan tante barusaja melahirkan." Ucap tante nina, adik dari ibu nya yang paling bungsu.


" Terima kasih banyak ya tante."


" Iya, semoga kau bahagia. Soal ibumu, jangan kau pikirkan ya." Ucap tante menenangkan.


...


Hari Pernikahan, nina sedikit kecewa dengan hasil rias yang menor dan terkesan norak. Membuat nina enggan menyapa rimba dan intan yang duduk di kursi paling belakang.


(Menoleh ke belakang, ayo. Aku mohon). pesam dari rimba.


( Tidak, dandan nya memalukan, ingin aku hapus saja). balas nina


( jangan begitu. Kau tetap cantik di mataku) balas rimba


( Jangan gombal, ada intan di sampingmu, nanti dia cemburu) balas nina


( dia bahkan sudah tau, wkakakak).ledek rimba


( Tau lah, aku benar² malu). balas nina.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 90menit, nina dan keluarga tiba di kediaman galang. Tidak ada tenda ataupun segala jenis resepsi. Pernikahan ini dibuat sesederhana mungkin. Hanya ijal kabul ke kantor KUA, dan mengundang beberapa tetangga sebagai bentuk rasa syukur.

__ADS_1


lima belas menit digunakan keluarga nina untuk beristirahat, sambil menikmati hidangan yang di sugukan. Hingga keluarga galang memutuskan untuk berangkat ke KUA saat jam menunjukan pukul 09.00.


Sesampainya di kantor KUA, terlihat banyak sekali pasangan yang menikah. Sepertinya hari itu memang hari dan tanggal yang baik untuk menikah.


" Hei, kalian baru sampai?, aku sudah menunggu kalian sejak tadi. Ayo langsung masuk saja." Ucap seorang laki², yang tak lain adalah mudin di desa galang.


" Waow.. kita seperti nikah masal." Bisik nina pada galang yang hanya di jawap anggukan kepala.


" Ayo maju." Ucap mudin tadi setelah nina dan galang menunggu, dan menyaksikan 3 pasangan melakukan ijab.


" Silahkan baca berkas²nya, siapa tau ada yang salah atau tidak lengkap." Ucap penghulu pada seseorang di sebelahnya.


" Bagaimana nak galang, sudah latihan ijab kabul." Tanya penghulu.


" sudah." Jawap galang mantap.


" Kalau begitu bisa kita mulai." Ucap penghulu yang kemudian menjabat tangan galang.


" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari nina xxxx binti xxxx, yang di wali hakimkan kepada saya. Dengan mas kawin xxxx dibayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawin nya nina xxxx binti xxxx dengan mas kawin xxxx dibayar tunai." ucap depit dengan sekali tarikan nafas.


" Bagaimana para saksi"


" Sah..."


..


.


.


.


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2