
" Itu bukan nya yongki?," Nina melihat yongki yang batal memasuki kafe 'zentop'.
" Hei, bukannya itu yongki, kenapa dia pergi?." kekepoan liza, saat nina duduk di hadapan nya.
" Iya kenapa dia tidak jadi masuk?, kenapa jadi pergi?". imbuh wulan.
" Apa kalian bertengkar?". Ucap novi, sungguh kekompakan ke'kepo'an yang hakiki.
" Aku sudah putus dihari, dimana aku akan berangkat ke bali." ucap nina sambil bersiap menutup kedua telinga nya.
" Ooohhh". Ketiga nya menjawap bersama.
Dan...
Satu....
Dua....
Tigaaa....
" APAAAAAAAA......!!!"
Nina mengusap kasar mukanya, bagaimana tidak. Ketiga curut itu, membuat mereka jadi pusat perhatian. Tak terkecuali intan dan rimba. Nina memiringkan satu telunjuk di dahi, seakan menjawap tatapan rimba, yang seolah bertanya 'ada apa?'.
" Sttttt, bisakah Kalian tidak berteriak, memang nya ini kafe punya nenek moyangmu?". Ucap nina dengan tatapan membunuh.
" Kau tidak tau?, ini memang kafe nenek moyangku". Liza dengan gaya alay.
" Nenek moyang hongkong." Protes wulan, yang tak terima liza mengaku ngaku sebagai cucu dari nenek moyang pemilik kafe.
__ADS_1
Pesanan pun datang, dan sudah tertata di meja. Mereka pun menikmati hidangan sambil sesekali bersenda gurau.
Menggosip sana sini, dari sabang sampai merauke. Hingga waktu 2 jam berlalu dengan sangat cepat. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke tempat wisata kolam renang, yang terbaik di kota tersebut.
......................
" Sudah satu tahun aku tidak kemari, tempat ini masih sama. Tidak ada yang berubah." ucap nina sambil berjalan memasuki wisata kolam renang menggandeng novi.
" Memangnya kau mau berubah seperti apa?, berubah jadi taman power ranger? ". Liza menerobos tangan novi dan nina, berlalu meninggalkan keduanya untuk mengantri tiket masuk.
" Bagaimana kalau kita bersantai disana?, atau kalian ingin mandi?. Ah, aku sungguh ingin. Tapi tidak membawa baju ganti." celetuk wulan, saat mereka sudah masuk ke dalam wisata.
" Pakai saja baju itu, setelah berenang kita berjemur seperti ikan asin." Oceh nina sambil tertawa.
" Hei, yo kita main ayunan dulu." liza berlari layaknya anak anak yang sudah tak sabar bermain ayunan.
" Kita duduk di ayunan itu saja." novi menarik lengan Nina.
Novi dan nina, duduk di ayunan dengan tempat duduk yang berhadapan. Sedang liza dan wulan, menaiki ayunan single.
" Apa rencana mu sekarang?" tanya novi.
" Entahlah, mungkin aku akan kerja di bali atau jakarta." ucap nina sambil bersandar, dan memejamkan mata.
" Jakarta?, ke tempat abang tiri mu?."
" Ya, ayah selalu menyuruhku kesana. Kau sendiri setelah ini ke lombok?".
" Tidak, aku sudah dipindahkan ke cabang bali. Mereka hanya memberiku cuti 3 hari." timpal novi.
__ADS_1
" Wah, jahat sekali mereka ya." sinis ida.
" Namanya juga karyawan, coba jadi bos, haaa.... aku bisa kemana saja sesuka ku." kekeh novi.
" Ohya, temanku meminta di carikan kenalan wanita, apa kau mau?, Dia tampan menurutku, putih dan unyu unyu." sambung novi.
" Kenapa tidak dengan kau saja?." Ketus nina.
" Aku sudah punya pacar, hehe. Senior ku ditempat kerja." Novi menjawap dengan muka dan suara centil.
" Oh ASTAGA...!!". Nina mengusap kasar wajahnya.
" Jadi temanku ini sudah tidak jomblo. Hahahahahahahah" mengejek novi, pasal nya dari dulu novi sendiri lah yang jomblo. Dan sekarang nina kah yang jomblo. Hiks hiks.
...
..
.
......................
......................
...jangan lupa like...
...kritik dan saran...
...komen...
__ADS_1
...vote...