
" Kau akan memasak apa." Tanya ibu pada adik bungsu nya yang terlihat berkutat di dapur.
" Sup dan ayam goreng saja, yang simpel."
" Dimana arum?." melihat sekeliling dan tidak menemukan adik ke dua nya itu.
" Mungkin ke pasar."
" Anik, apa terjadi masalah". ucap ibu pada adik bungsu nya yang terlihat sedih.
" Nanti kau akan tau sendiri kak." anik tersenyum getir.
Saat ibu hendak bertanya lagi, Arum datang dan mengatakan untuk berangkat ke makam.
Ibu, nina dan adiknya. Serta arum bersama suami pun pergi ke makam tempat ibu mereka di kebumikan.
Tangis ibu pecah, bagaimana tidak satu tahun lalu, almarhum nenek meminta ibu untuk pulang, untuk mencegah agar kakek tidak menjual rumah mereka. Tapi ada lah daya hutang yang besar memaksa kakek menjual rumah satu satu nya yang mereka punya, dan pindah ke kalimantan. Membeli sebuah lahan kecil, dan dibangun pondok sederhana. Tidak ada sekat pembatas. Setiap ruang tidur hanya di tutupi gorden seadanya.
Setelah cukup lama, Hawa panas menusuk kulit. Memaksa mereka untuk kembali ke rumah.
" Arum, ayo kita ke supermarket. Aku rasa ingin belanja."
" Baiklah, kita ke plaza saja pak." Arum berbicara pada suami nya yang fokus melihat jalanan.
" Kemana saja, asal tidak lebih pukul 16.00 WITA. karena kita harus mengembalikan mobil ini tepat waktu." ucap abah sani, suami arum.
" Emmm mbak, kau kan yang akan membayar sewa mobil ini." menatap kakak nya yang masih bermuka sedih.
" berapa ?"
" 3 juta. Dengan biaya sewa saat menjemput kalian ke bandara." Arum bersemangat saat ibu menyerahkan uang kepadanya.
__ADS_1
Skip
" Apa ada lagi yang ingin di beli" Arum menerima beberapa kantung plastik dari kakaknya, dan memasukan nya ke bagasi.
" Tidak ada, emm, apa kau ingin membeli sesuatu." ucap ibu sambil melihat ke dua putrinya.
" Tidak." Jawap kedua nya bersamaan.
" Kalau tidak ada, kita pulang saja." imbuh ibu.
" nina, toko didepan jalan masuk rumah kita, seperti nya membutuhkan karyawan. Kau bisa kerja disana." ucap Arum pada keponakannya.
" Hmm, aku akan mencoba nya ibu."
" Apa kau ingin kerja yang lain saja." Abah melihat nina dari kaca mobil."
" Tidak perlu, kerja disana saja. Dekat dengan rumah." imbuh ibu, sambil melihat nina yang menggangukkan kepala.
" Ah ya, mama lupa membawakan mu boneka." Memeluk anak bungsu nya.
" Kita berhenti disana aja, seperti nya toko itu menjual boneka"
Nina menunjuk sebuah toko acesoris, mobil pun berhenti tepat di depan toko.
" Kau ikut?." tanya ibu pada nina, saat turun dari mobil. Nina hanya menggeleng.
Tak perlu waktu lama, ibu dan dwi keluar dari toko dengan membawa 2 buat boneka beruang ukuran sedang berwarna pink dan biru.
" Ini, satu buat kakak". Dwi menyerahkan boneka warna pink.
" Ah manisnya, terima kasih".
__ADS_1
....
..
.
Sesampainya di rumah, ibu dan adiknya, arum. Langsung menata barang belanjaan mereka. Sedang nina dan dwi, memilih merebakan diri di kasur.
Keesokan harinya, nina diantar bibinya, Arum. Yang dipanggil ibu oleh ninaa, ke toko yang di bicarakan kemaren.
" Hallo, apa pak mun ada?." tanya ibu arum kepada salah satu karyawan toko.
" Ada, sebentar saya panggilan kan". wanita itu melangkah pergi, masuk ke dalam rumah.
Ya, toko ini cukup besar. sebenarnya bukan toko, ini halaman rumah yang di sulap jadi toko sembako.
" Ayo duduk disana." Ajak ibu arum pada nina.
Tak lama kemudian..
.
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...kritik dan saran nya...
__ADS_1