Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Bertengkar 2


__ADS_3

" Anak anak, ayo kita makan dulu."


Teriak wanita paruh baya, yang tidak lain adalah ibu yongki.


Terlihat mereka yang sedang asik bermain di pantai, berbondong bondong menuju tempat bersantai tadi.


" Kau makan dengan nina ya." bisik yongki pada wulan yang tengah mengambil makanan.


" Aku tau, ini juga aku ambil banyak." melanjutkan mengambil makanan.


Tidak ada tegur sapa, hanya tatapan sinis yang di dapat nina dari semua keluarga yongki yang ikut, tidak termasuk bude wulan. Hanya dia yang tersenyum ramah.


" Kenapa yongki mengajaknya?."


" Apa dia yang selalu di bicarakan yongki?"


" Aku tidak suka melihatnya disni."


" ------"


" -------"


Nina mendengar banyak sekali kata tentang dirinya.


Ah, aku menyesal ikut kesini. begitu benci kah mereka padaku? atau sehina ini kah diriku ? hanya karna aku anak dari keluarga broken home. Yang tidak mempunyai keluarga yang utuh?. Batin nina menangis.


" Aku akan pulang duluan." ucap yongki setelah berganti pakaian, melirik ke arah nina. seakan meng kode untuk mengikutinya.


Nina pun berjalan mengikuti yongki, setelah menaiki motornya, yongki melajukan motornya dan berhenti melihat ombak di pantai. Jauh dari pandangan keluarganya.


Tin


Tin


Tin


Suara klakson mengagetkan nina dan yongki yang sedang bercanda tawa.


" Cepatlah pulang setelah ini, yongki!."


tegas laki laki di dalam mobil, yang tak lain ayah yongki sendiri.


" Baiklah"


Mobil pun melaju meninggalkan yongki dan nina, terlihat wulan melambaikan tangan pada nina.


Tak ingin berlama lama, yongki pun mengantarkan nina pulang.


...flashback off...


" Sekali lagi maafkan aku, tapi aku tidak ingin kita putus."


" Maafkan aku yongki, tapi aku benar benar ingin sendiri. Aku ingin fokus membantu biaya sekolah adikku."


" Apa tidak ada pilihan lain." menatap nina, berharap nina merubah keputusannya.

__ADS_1


" Maafkan aku yongki, mungkin ini yang terbaik untuk kita."


Terdengar yongki menghela nafas panjang, kemudian nina meminta yongki mengatarkan nya pulang. Dengan alasan akan beristrahat karena nanti sore nina akan berangkat ke bali.


.....


...


.


.


Skip sore hari.


drttt... drrt... derttt....


" Ya rim.. "


* Jam berapa berngakt ?"


" Jam 17.00 harus ada di halte xx"


" Bagaimana kalau aku mengantarmu?"


" Hmm, baiklah, kebetulan kata kakek dayu sepedaku sudah laku terjual."


" Baiklah, aku akan menjemputmu pukul 16.30 ".


" Oke, sampai nanti."


" bye."


" bye."


2 detik....


3 detik....


Hingga 15 detik kemudian....


" Rimb... "


" Iya ? "


" Kenapa tidak ditutup telpon nya?."


" Ah iya , aku lupa, hehe?".


" Ya sudah, aku matikan oke."


" Hmmm, baiklah."


Tut


nina mematikan sambungan telfon, dan mulai bersiap diri, tak lupa memeriksa barang bawaan, guna memastikan tidak ada yang tertinggal.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16.30. Rimba sudah ada di depan rumah bude.


Setelah berpamitan kepada bude dan keluarga nya, nina berangkat menuju halte xx.


" Terima kasih sudah mengantarku."


Nina turun dari motor rimba, berjalan menuju tempat duduk. Terlihat ada orang berseragam biru menghampiri nina.


" Mbak nina ya?, tujuan denpasar bali".


" iya betul."


" Saya dari agen tiket, silahkan tunggu sebentar lagi ya, mobil nya sebentar lagi sampai. Dan ini tiketnya." menyodorkan selembar tiket.


" Terima kasih".


...


Ting tung ting tung pret...


(anggap bunyi ponsel ya)


" Ponselmu." melirik ke arah rimba.


" Aku angkat telpon dulu boleh ya?". Rimba bertanya, dan hanya di balas anggukan nina.


Beberapa saat kemudian..


" Dari siapa?"


Melihat rimba yang datang dan duduk disebelah ida.


" Intan, memintaku mengantar ke toko xx". lirih rimba.


" Ya sudah pergi lah."


" Tapi bagaimana denganmu?" menatap nina haru.


Ah, tatap itu. indah. namun lucu, betapa melow nya dirimu rimba haha.


" Sudahlah, aku tidak apa apa, sebentar lagi juga mobilnya datang." menjawap dengan yakin.


" Kau yakin?"


" Iya, Pergilah. Jangan mengecewakan intan."


Mengusap bahu rimba, seakan menyalurkan suara batin bahwa aku akan baik baik saja.


...----------------...


...----------------...


...ditunggu like...


...komen...

__ADS_1


...kritik dan saran nya...


__ADS_2