
" Bagaimana keadaanmu?." Tanya galang saat hari sudah pagi.
" Hmm, lumayan."
" Kalau masih tidak enak badan, tidak usah masak. Kita beli untuk sarapan."
" Baiklah, terserah sayang saja."
" Istirahatlah, aku akan membeli makanan."
Setelah makan, nina memilih membersihkan diri. Galang sudah mulai bekerja, karena galang bekerja di dalam ruangan, membuat nina selalu bisa memandang laki² yang kini menjadi suaminya.
" Tidak udah di lihat terus, aku tau kalau aku tamvan." Ucap galang saat nina terus memandanginya.
" Ge er sekali."
" Wakakak, tapi benar kan aku tamvan."
" Jelas saja, kalau kamu cantik kan jadinya cucok." Nina meniru gaya manusia setengah laki² dan perempuan.
" kurang berapa bulan hari raya nda?."
" Mungkin satu bulan lagi, kalau tidak salah minggu depan sudah masuk puasa."
" Hmm, benarkah?"
" Apa kita akan pulang. Bukankah kau barusaja bekerja?"
" Doakan saja, kerjaan ku banyak. Jadi kita punya uang untuk ongkos pulang."
" Amin..."
Malam harinya, nina mencari² alasan agar bisa pergi ke apotik. Dengan dalil membeli obat, akhirnya galang bersedia mengantarnya ke apotik, sekalian mereka membeli makan malam. Nina sengaja tidak memberi tahu Galang, bahwa ia akan membeli sebuah tespack, karena takut hasilnya mengecewakan.
" Kau ingin membeli sesuatu, bagaimana kalau kita beli bubur kacang hijau."
" Boleh juga."
" Makan disini atau bungkus." Tanya nina saat turun dari motor.
" Bungkus saja, kita makan di rumah."
......................
Pagi harinya, nina mengendap² ke kamar mandi sambil membawa tespack nya.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik..
Perlahan tespack mulai memunculkan hasilnya, dan hasilnya...
" Garis satu"
__ADS_1
Nina langsung membuang hasil testpack ke tempat sampah. Nina kemudian memilih kembali ke tempat tidur, sambil menunggu tukang sayur lewat.
" Sayang lepaskan pelukanmu, tukang sayurnya sudah datang." ucap nina saat terdengar suara klakson khas tukang sayur.
" Hmmm, Aku lagi pengen."
" Ck, pagi² kok pengen. Sudah², aku mau belanja." Melepas paksa pelukan galang.
Setelah belanja, nina mulai memasak makanan untuk sarapan.
" Aku akan pergi sebentar mengantar barang." Ucap galang saat melihat nina keluar dari kamar mandi.
" Hati²."
Setelah memastikan galang sudah keluar dari gerbang kos, nina mengambil ponselnya. Dan menelpon seseorang.
" Hallo farah.,"
" Ya akak, bagaimana?, apa sudah akak tes ?"
" Sudah, hasilnya negativ. Sepertinya kakak memang masuk angin."
" Tidak mungkin, adek yakin akak itu hamil. Tunggu satu minggu lagi."
" Tapi bagaimana jika hasilnya sama?"
" Percaya deh sama adek."
" Hmm, baiklah."
...----------------...
(Masih garis satu.) nina mengirim pesan pada farah.
(Masak?, coba foto, kirim ke adik)
(Testpack nya sudah akak buang, hehe.)
(jangan dibuang, coba ambil dan lihat baik². mana tau garis 2).
Setelah membaca itu, nina mengacak² kembali tempat sampah. Setelah ditemukan, dia memandang testpack yang menunjukan garis 2, hanya yang satu sangat tipis, tidak seterang garis satunya.
Malam hari...
" Sayang, apa sudah ada tanda² akan hamil." Ucap galang.
" Entah, aku sudah melakukan testpack."
" Lalu hasilnya?"
" Garis 2, tapi yang satu masih samar."
" Jadi artinya apa?"
" Masih 50:50, tunggu satu minggu lagi. Aku akan melakukan tes lagi."
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
Minggu ke dua di bulan puasa, nina meminta ijin untuk pulang terlebih dulu, karena dia akan singgah di rumahnya, sambil menunggu depit pulang, Lalu bersama² pulang ke rumah galang.
" Aku ingin rebonding rambut, apa boleh?."
" Boleh, lakukanlah. Agar terlihat cantik."
" Hehe, terima kasih."
Setelah menempuh perjalanan semalam menggunakan travel, nina sampai dirumahnya. Dan pagi hari, nina langsung mencoba test lagi.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
" Alhamdulilah, garisnya terang." Ucap nina, kemudian segera membawa hasil tes itu, memfoto nya, kemudian mengirimkan pada galang.
(Selamat untukmu, calon ayah). Tulis nina pada foto yang ia kirim.
Panggilan masuk...
" Hallo sayang."
" Artinya apa?, kau benar² hamil sayang." suara galang yang terdengar sangat antusias.
" Tentu saja, kita akan punya bayi." Nina tak bisa berhenti tersenyum karena bahagia.
" Cepat periksakan."
" Nanti saja, periksa setelah kau datang."
" Baiklah, hati². Aku akan kembali bekerja"
" Bye..."
...----------------...
...----------------...
Tulisan receh nya, jangan lupa dikasih like ya kakak ☺️🙏
.
.
.
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...