
" Sini sini.. Tidurkan bayi nya di sini. Aku sudah menata nya." Antusias ibu galang, saat nina dan bayi nya baru saja pulang dari rumah bidan.
" Assalamualaikum.."
" Mana bayi nya.."
" Iya, duh mana cucu nya."
" Hati² nduk, kalau duduk. Kau kan barusaja melahirkan."
" Dimana bayi nya..."
Para tetangga mulai ramai berdatangan, ingin melihat anggota baru keluarga galang.
" Lo kok bayi nya disini, kasurnya kan rendah. Ibu nya kan masih masa pemulihan, memang nya bisa langsung berjongkok." Ucap salah satu tetangga yang datang melihat bayi.
" Iya, bayi nya tidur denganku. Ibu nya biar tidur di kamar tengah, kasur nya tinggi." Ucap ibu galang.
" Lo apa di susu formula?, tidak asi ya." ucap tetangga yang lain.
" Ya kalau nangis aja, aku kasih ke ibunya. Nanti ya, tidur denganku lagi."
" Akhirnya, keinginan mu tercapai, ingin cucu perempuan." Ucap tetangga lagi.
" Iya, aku sangat senang."
Sungguh rasa nya begitu menyakitkan, masih dalam kandungan seperti tidak di harapkan. Sudah lahir, ingin menguasai. Batin nina menangis.
...----------------...
Malam hari ...
" Yah, biarkan bayi nya tidur bersama ku disini." Pinta nina pada galang.
" Kenapa?"
" Biar aku langsung bisa memberi nya asi."
" Hmmm."
" Lo, mau di bawa kemana kasurnya?" Tanya ibu, saat galang mengambil kasur bayi dari kamar depan.
" Biarkan bayi nya tidur dengan ibunya." Suara galang.
Tiga hari sudah usia bayi ilmi, dia jadi sedikit rewel, mungkin karena asi nina belum sepenuhnya keluar.
" Di susu formula saja kenapa?, Seperti risa." Ucap ibu saat melihat bayi ilmi menangis.
" Tidak apa², ini lumrah, karena baru menyusui 3 hari. Nanti asi juga jadi melimpah jika sering disusu kan pada bayi." Ucap kader posyandu yang dipanggil untuk membantu memandikan bayi.
" Heeeeeeh!, ya lama kalau nunggu asi nya deras. Bisa² dia kelaparan" Ucap ibu sambil berlalu.
" Tidak apa, jangan menyerah. Terus berikan asi pada anakmu." Ucap kader pada nina.
Berbagai jamu, kacang²an dan daun²nan sudah nina makan, demi bisa mempercepat asi. Hingga tante nina menyarankan untuk membeli kapsul di apotik.
" Le, sudah belikan saja susu formula. Kasihan anakmu."
__ADS_1
" Kenapa sih kalau di susu formula?" Ketus galang. Nina hanya diam.
" Di susu formula saja, sampai asi mu keluar." Ucap galang lagi.
" Terserah."
Beberapa saat kemudian, galang kembali dengan membawa botol susu dan satu kotak besar ukuran 1kg untuk bayi ilmi.
" Ini berikan pada nya." Ucap galang.
Nina pun mencoba memberikan botol yang sudah berisi susu, namun bayi nya tidak bisa menyedot dari botol. Hingga terpaksa menggunakan sendok.
" Lo, badan nya kemana merah²." Ucap kader saat akan memandikan bayi.
" Tidak tau bu."
" Mungkin alergi sabun, coba ganti yang lain."
" Ini bu.." Nina memberikan merk sabun batang bayi.
" Masih merah² badan nya. padahal sudah diganti sabun, ini juga sudah 2 hari."
" Apa karena saya memberi nya susu S*M ?" ucap nina.
" Mungkin saja, coba hentikan susu nya."
" Baik bu."
Setelah tidak lagi di beri susu formula, merah² di badan bayi menjadi hilang.
...----------------...
" Kenapa?, mau kau bawa kemana dia?" Ibu dengan nada dingin.
" Aku ingin membawa nya ke rumahku, untuk mengurus pindah KTP agar bisa mengurus akte."
" Oh, ya satu minggu lagi tidak apa². Ya sudah aku mau ke dapur masak. Kalau duduk saja, ya tidak akan matang lauk untuk makan." Dingin ibu, kemudian berlalu meninggalkan nina.
......................
Galang sudah kembali ke bali, sejak usia baby ilmi 4 hari. 2 hari setelah acara selapan dilakukan. Ida membawa bayi ilmi pulang ke rumahnya, dan mulai mengurus berkas untuk pindah KTP.
" Sampai kapan kau ada disana?" Ketus galang dalam sambungan telpon.
" Menunggu berkas ku selesai."
" Kapan?"
" Perkiraan 1 bulan lagi.".
" Lalu kau akan di sana selama sebulan. Ibu ku sendirian di rumah. Kau tidak punya otak ya." Ketus galang.
" Lalu apa salahnya aku ada disini?, Adik ku juga tidak ada yang merawat."
" Dasar kau istri tidak becus. Selalu membantah apa kata suami. Mau jadi istri durhaka kamu ha?, gak ada bakti nya sama sekali."
Tut.
__ADS_1
Telpon di matikan sepihak.
...
" Jadikan satu saja kamu dan anakmu di dalam KK ini, biar tidak udah pecah KK. Biaya nya biar tidak mahal." Ucap ibu, saat nina sudah kembali ke rumahnya.
" Ini, tolong di cek lagi. Nama mu dan anakmu. Biar tidak salah, dan agar bisa langsung di cetak." Ucap petugas kecamatan desa.
" Sudah benar. Berapa lama kira², KTP nya jadi buk?, Karena kan saya mau ke bali."
" Sekitar 2 bulan. Blanko nya habis, jadi harus bersabar dulu ya.."
Skip...
Sudah 4 bulan nina menunggu, namun KTP nya belum jadi², dengan dalil blanko kosong. Akhirnya, nina meminta surat keterangan KTP sementara dan menyusul galang ke bali.
" Yah.. Kos kosan nya pindah dimana?"
" Di xxxx, jalan xxx. Masuk ke xxx. Nanti ada pohon kelapa. Kamar paling Utara."
" Aku tidak tau, bicara sama supir travel nya saja ya." nina memberikan ponsel nya kepada supir.
Setelah mengerti, supir pun memberikan kembali ponsel nina.
" Kenapa pindah?, bukankah kemarin kos di kos kosan tingkat ya?" Ucap sopir.
" Iya, kata gilang sebelah kamar sangat berisik. Sudah berkali² di tegur tapi tidak menghiraukan. Kasihan kalau ilmi ada di sana. Jadi pindah."
" Oo begitu."
" Apa masih jauh?" Tanya nina saat mobil barusaja melewati jalan arah kos galang yang dulu.
" Tidak, sebentar lagi sampai."
Sepuluh menit kemudian, mobil memasuki pekarangan kos, dilihatnya galang sudah menunggu didepan kamar.
" Terima kasih ya..," Ucap galang pada sopir.
" Kenapa dapat kos yang begini?" tanya nina saat memasuki kamar.
" Yaa, tidak ada lagi yang kosong, kalau lama² ya nanti di tarik untuk bayar kos lagi disana." Ucap galang.
" Sini berikan ilmi padaku, jika kau ingin mandi."
" Biar aku mandikan dia dulu." Ucap nina sambil membongkar ransel nya.
Setelah selesai memandikan ilmi, dan membersihkan diri. Nina memutuskan untuk beristirahat dulu sebelum menata barang bawaan nya.
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...