
Dua bulan nina menahan diri, selama itu pula, ibu mertua juga menunjukkan sikap yang berbeda dengan saat pertama bertemu, dan saat di rumah sakit. Dan hari ini adalah peringatan 100 hari mendiang ayah galang.
" Hallo sayang, sedang apa?" Suara galang melalui panggilan video.
" Sedang istirahat, barusaja selesai membantu di dapur. Sudah sampai mana?"
" Sudah sampai kapal sayang, mungkin sore baru sampai."
" Hmm, baiklah. Hati² ya, aku ingin tidur sebentar."
Setelah meletakan ponselnya, nin memutuskan untuk tidur sebentar, sebelum kembali membantu di dapur.
" Kenapa gisel?" Tanya nina saat dia akan membantu pekerjaan di dapur.
" Dia sedang sakit." Ucap yani, adik bungsu ibu galang.
" Tolong ambilkan wadah toples itu, dan masukan ini, pilih yang dingin ya." Ucap ibu galang.
" Baiklah." Nina berjalan menuju meja, kemudian mulai memasukan kerupuk yang sudah dingin dan menutup rapat toplesnya.
" Tolong gendong kan gisel, kalau kau sudah selesai dengan itu." Ucap yani.
" Kemari lah, biar ku gendong." Nina mengambil gisel dari pangkuan bibi yani.
......
" Assalamualaikum"
" Walaikumsalam"
Nina meletakan gisel dengan hati², kemudian melihat siapa yang datang. Ternyata galang dan kakak, serta kakak iparnya yang sudah datang dari bali.
Skip aja, kelamaan..
Dua minggu kemudian, nina ikut galang kembali ke bali. Sesampainya disana, galang mengajak nina melakukan USG lagi. mengingat terakhir kali mereka melakukan USG, saat usia kandungan nina 2 bulan. Dan sekarang memasuki bulan ke 5.
__ADS_1
Dirumah sakit...
" Ada keluhan bu?, Ini detak jantung bayi ibu." Memperdengarkan bunyi detak jantung.
" Masih sedikit mual."
" Nanti saya resep kan obat dan vitamin ya bu."
" Tekanan darah normal, jantung bayi terdengar baik. Mari saya antar kan ke ruang USG."
Nina dan galang mengikuti perawat yang masuk ke dalam ruangan. Setelah mengetuk pintu, mereka masuk. Dan disana sudah ada dokter laki², yang melakukan pemeriksaan.
" Kehamilan pertama ya bu, Usia nya 5 bulan, janin nya sehat ya, ini ketuban, dan bla bla bla bla bla..."
" Apa bagian tubuhnya sudah lengkap dok?" Tanya galang sambil memandang layar TV.
" Sudah pak, ini kepala, tangan dan kakinya. Bayinya sehat. Bulan depan kita lakukan USG ya" Jelas dokter.
Setelah pemeriksaan selesai dan menebus obat.
" Aku juga tidak percaya, jika di dalam perutku ada seorang bayi." kekeh nina sambil memeluk galang.
" Kau ingin makan apa,?"
" Emm, tidak. Aku tidak ingin apa²."
......................
Nina menjalani hari² dengan kebahagian, dimana dia begitu di manja oleh sang suami.
Hari ini adalah hari dimana harus kembali melakukan kontrol kehamilan.
" 70% Jenis kelamin nya perempuan ya bu, pak." Ucap dokter.
Nina elihat ke arah galang yang senyumnya mulai memudar setelah doktern mengatakan jenis kelamin calon anak mereka.
__ADS_1
...Flashback singkat on...
" Aku ingin anak laki², jadi bisa aku ajak main futsal. Supaya aku tidak perlu lagi mengajak keponakanku." Ucap galang saat mereka selesai melakukan hubungan suami istri.
" Bagaimana jika perempuan."
" Ya, kau doakan supaya laki²."
...Flashback singkat off...
Bagaimana ini?, apa galang akan kecewa jika tau jenis kelaminnya perempuan?. Batin nina.
" Tidurlah nda, kau pasti lelah. Aku juga akan beristirahat. Pekerjaanku besok sangat banyak." ucap galang, saat mereka sudah sampai di rumah.
Mereka pun tidur dengan posisi saling membelakangi. Nina terisak melihat perubahan sikap galang yang sangat cepat, tidak ada lagi perlakuan istimewa seperti bulan lalu. Tak ada lagi basa basi menawarkan apa² saja yang ingin nina beli.
Nina memutuskan untuk tidur. Karena tak ingin terlalu larut dalam tangis, itu akan membuat mata nya bengkak saat pagi hari.
..
.
. .
.
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
...Terima kasih yang sudah mau mampir ☺️🙏🙏...
__ADS_1