
" Sini nomer wa mu, gambar nya akan ku kirim via wa." Ucap pria tadi.
" Pakai bluetooth saja." Ucap nina.
" Bluetooth ku rusak."
" Pakai share it."
" Ohya kau benar."
Setelah mentransfer beberapa foto milik nina, dwi dan ilmi. meminta pria itu untuk menghapus foto dirinya dalam ponsel nya.
" Nenek aku harus ke toilet sepertinya aku ingin buang air kecil." Ucap nina.
" Tapi dimana toilet nya, kalau jauh bagaimana?"
" Tidak itu toiletnya."
Nina menunjuk sebuah toilet yang ada tepat di sebelah gimana Dina dan rombongannya menunggu kedatangan sang ibu.
" Oh ya sudah hati hati." Ucap nenek
" Mau ku antar tidak?" Goda pria yang ternyata bernama toni.
" Ayo Kalau kau mau dihajar satpam." Ledek nina.
Nina bersama ilmi dan dwi menuju toilet, Nina dan dwi kagum melihat dinding panjang menuju dalam toilet itu sangat indah.
Untuk sejenak nina melupakan rasa ingin buang air kecil nya, dia malah asik berswafoto foto bersama dwi dan ilmi.
Lalu pesan dari ibu, yang mengatakan jika pesawat nya sudah lepas landas.
Nina segera masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah itu, mereka segera kembali ke rombongan, dan mengatakan bahwa pesawat yang di tumpangi ibunya sudah lepas landas.
" Berarti masih 1 atau 2 jam lagi Kita menunggu." Ucap toni.
" Huh sangat lama dan membosankan." Ucap dwi.
" Sabar 2 jam itu tidak lama loh dibandingkan bertahun-tahun." Ucap nina.
" Hmm, ya ya ya.."
__ADS_1
Dwi terlalu sibuk dengan gawai nya. Begitu juga Nina, ilmi minta menelpon sang ayah.
" Halo ayah." Ucap ilmi
" Halo anak ayah."
" Ayah sedang apa?, sudah makan."
" Sudah. Ayah baru saja selesai makan. Bagaimana? apa ibu sudah datang?" Tanya gilang.
Nina lalu mengambil alih ponsel dan mengatakan...
" Belum, pesawat nya saja baru lepas landas. Mungkin 2 jam lagi baru tiba."
" Ya, masih lama. Gak capek ilmi menunggu?"
" Tidak, asal dia diberi hp." Ucap nina.
" Ya sudah, aku mau lanjut kerja."
" Ya sudah."
Setelah panggilan video berakhir, nina memberikan gawai nya pada ilmi.
" Iya."
" Kok gak ikut pulang?"
" Dia kerja, cari uang kan."
" Oh, aku kira kamu janda, haha." Ledek toni
" Sembarangan kalau bicara."
" Ya, soalnya saat tadi berangkat, kamu cuma sama adikmu. Ya, aku pikir kamu janda."
" Dasar orang stres."
" Hahah..."
Hening, 1 jam berlalu. Namun, belum ada tanda tanda ibu sudah mendarat di sini. Ilmi mulai bosan, karena gawai milik Nina sudah hampir kehabisan daya.
Toni lalu menawarkan gawainya untuk Ilmi.
__ADS_1
" Ohya, setelah ini, Apa kamu akan kembali menginap di rumah nenek?"
" Ya, tentu saja."
" Kalau begitu ayo kita berenang saat tahun baru. Aku tau pemandian alam yang sangat indah."
" Dimana?"
" Aku lupa nama nya, nanti dah, aku ajak kalian kesana. Minta nomer wa kamu. Biar aku enak kalau menghubungi kami, dan dan mengajak mu kesana."
" Hmmm, baiklah."
Nina dan toni saling bertukar nomor ponsel.
Hingga tak beberapa lama kemudian Dwi menerima pesan dari sang ibu, yang mengatakan jika ibunya sudah mendarat dan sedang menunggu barang bawaannya.
" Eh tunggu. seperti nya kita salah tunggu." Ucap nina.
" Kenapa?" Tanya toni
" Ini adalah ruang tunggu untuk kedatangan domestik, sedangkan ibu kan dari luar negeri. Seharusnya kita menunggu di sebelah sana kedatangan internasional." Ucap nina sambil menunjuk garis pembatas, di mana disana adalah ruang tunggu untuk kedatangan internasional.
" Wah iya kenapa kita tidak kepikiran dari tadi ya?" Ucap toni.
" Sepertinya Anda kurang minum aqua." Ledek Nina.
" Haha bisa aja. Jadi apakah sekarang kita?"
" Ya, kita teman karena kau janji akan mengajak kami untuk ke kolam renang di malam tahun baru." Ucap nina.
" Hmm, ya ya."
" Haha."
Nina tertawa, lalu Nina mengajak kakek dan nenek untuk pindah tempat, dan menunggu di ruang khusus untuk kedatangan internasional.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1