Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Hari melelahkan


__ADS_3

" Nda, akhir bulan tolong kamu yang bayar kos ya." Ucap Gilang sesaat setelah dia selesai dengan tugas rutin yang dilakukan sore hari. Yaitu membersihkan kandang burung.


Nina yang baru saja selesai memberi ASI kepada Akifa sedikit terkejut dengan perkataan yang diutarakan oleh Gilang.


" Lo, kok bisa aku yang bayar kos?, aku dapat uang dari mana." Ucap Nina.


" Ya Aku tidak tahu bukankah kamu banyak uangnya. Kamu kan sudah jadi penulis novel tidak mungkin jika kamu tidak punya uang."


" Jika aku sudah mempunyai penghasilan dari menulis Aku tidak akan menunggu uang dari bank untuk membayar kos, untuk membeli beras untuk membeli token listrik dan juga kebutuhan sehari-hari." Ketus Nina.


" Masak?"


" Iya, buat apa menunggu uang darimu Jika kamu saja memberiku uang kurang kurang."


Mendengar itu, Gilang memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan mungkin saja Gilang mandi.


Ada ya laki laki seperti itu, Aku tahu sebenarnya kamu sangat berharap aku bisa bekerja dan menghasilkan uang sehingga aku tidak perlu lagi bergantung kepada mu. Tapi bukankah aku ini istrimu dan aku adalah tanggung jawabmu. Kenapa tidak mengatakan saja jika kau sudah lelah menghidupiku dan kita kedua anakku. Aku akan senang hati angkat kaki dan pergi jauh darimu. Batin Nina.


Malam ini seperti biasa setelah bilang mandi dia duduk bersantai bermain ponsel.


" hmm, sepertinya malam ini dia tidak bekerja lagi." Lirih Nina.


Setelah dirasa Akifa sudah cukup minum ASI, Nina segera meninggalkannya bersama sang ayah. Nina lalu segera mencuci pakaian seperti yang biasa dia lakukan mencuci saat malam hari.


Satu jam kemudian, Nina yang sudah selesai mencuci lalu menjemur pakaiannya di luar rumah kembali duduk dan bersantai di dekat Akifa yang tengah sibuk bermain.


" Ayah, ayah kan tadi burungnya sudah dapat juara sekarang ayo belikan aku terang bulan lembut." Ucap Nina.

__ADS_1


" Iya."


" Ya ayo ayah."


" Orang bunda mau saja masih belum mandi Kenapa kamu sudah minta beli terang bulan lembut."


" Aku sudah mandi." Ketus Nina.


" Masak?"


" Iya, coba cium." Ucap Nina.


Ilmi kemudian segera mendekat kepada Nina dan mencium aroma wangi sabun dari tubuh Nina.


" Hmm, iya wangi. Ayah bunda sudah mandi Ayo sekarang kita beli terang bulan lembutnya." Ucap Ilmi.


" Ya ayo."


" Sekalian Aku membeli bawang, di sana pasti ada tukang sayur." Ucap Nina.


" Dimana?" Tanya Gilang.


" Ada, sebelum lampu merah di kiri jalan sepertinya ada tukang sayur."


Setelah mengunci pintu mereka akhirnya berangkat. Dan Gilang juga menunjuk beberapa pedagang sayur yang mereka lewati.


" Tidak, beli di sebelah sana aja ada sebentar lagi jalan lah pelan-pelan." Ucap Nina.

__ADS_1


" Oh ini?" Ucap Gilang saat mengetahui pedagang sayur dan langsung menyalakan listing dan berbelok berhenti tepat di depan pedagang sayur.


Setelah selesai membeli beberapa kebutuhan yang memang sudah habis mereka melanjutkan perjalanan untuk membeli terang bulan lembut.


" Mas, terang bulan rasa coklat susu satu ya." Ucap Nina kepada pedagang terang bulan.


" Iya."


Setelah memesan, karena tidak ada tempat untuk duduk jadi Nina kembali kepada Gilang dan Ilmi yang sedang menunggu di sepeda.


" Nda, Ilmi minta ayam bakar." Ucap Gilang.


Nina melihat ke arah Ilmi.


" Pesankan dulu dah." Ucap Gilang.


Nina menghela nafas, Ilmi terlalu berat terutama ketika bilang hanya memberi uang satu lembar berwarna merah. Dan itu sudah tinggal separuh karena sudah Nina gunakan untuk membeli keperluan dapur.


Dengan langkah gontai akhirnya Nina memesankan ayam bakar untuk Ilmi berharap Gilang akan menggantinya setelah di rumah nanti.


Namun, lagi-lagi Nina harus menelan pil pahit karena kenapa Gilang tidak memberinya uang lagi.


Haruskan aku mengambil uang tabungan untuk sekolah Ilmi lagi. Batin Nina saat dirinya dalam perjalanan pulang kembali ke rumah.


Nina oh Nina, apakah kau begitu bodoh. sehingga tidak bisa melawan ataupun protes kepada Gilang saat dia tidak memberimu cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2