
Pekerjaan rumah sudah selesai, Akifa cepat sekali tidur, serta Ilmi yang pamit bermain bersama dengan teman temannya, Membuat Nina mempunyai waktu santai.
Nina mengambil ponselnya dan mulai berselancar di dunia maya. Melihat status semua orang yang lewat di beranda nya.
Hmm, kapan aku bisa jalan jalan walaupun hanya sekedar melihat lihat. Aku juga ingin bisa membelikan sesuatu untuk anak anakku. Batin Nina.
Entahlah, mungkin karena dulu Nina selalu tidak bisa mendapat apa yang dia inginkan. Membuat Nina serasa sangat berambisi jika menginginkan sesuatu, terutama untuk kedua putrinya.
" Seandainya saja ada pekerjaan yang bisa dikerjakan dirumah selain jualan online aku pasti akan melakukannya. Atau seandainya ada pekerjaan paruh waktu yang memperbolehkan ku untuk membawa seorang balita aku pasti mau melakukannya demi anak-anak. Banyak hal yang ingin aku beli yang tidak dapat aku beli saat dulu."
Nina lalu mulai mengingat kembali kejadian di masa lalu dimana saat Nina bekerja pun Nina tidak seberuntung teman-teman yang lain.
...Flashback on...
" Nina, nanti kamu ke Jakarta kosnya sama tunangan Abang Mus ya." Ucap Ayah Nina
" Iya."
Satu bulan setelah percakapan itu sang ayah benar-benar memberikan tiket untuk Nina ke Jakarta.
Disana, Nina sudah bertekad akan benar-benar bekerja untuk menyokong perekonomian keluarga dan juga membantu biaya sekolah adiknya yang saat itu masih duduk di bangku SD.
Namun, malangnya 3 bulan menjadi karyawan sebuah restoran Cina membuat Nina jatuh sakit karena tidak pernah ada libur dan juga jadwal kerja Nina yang selalu pulang malam.
" Sudah berhenti saja, cari pekerjaan yang lain." Ucap Linda, yang tidak lain adalah tunangan dari abang Mus. Kakak tiri dari Nina.
"Tapi..."
" Sudah, orang gaji juga tidak seberapa apalagi yang mau kamu pertahanin."
Nina terdiam dan memikirkan kata-kata dari Kak Linda. Memang benar apa yang dikatakan oleh kak Linda, jam kerja tidak sesuai dengan gaji yang didapatkan. Terbukti selama Nina sudah bekerja di restoran Cina itu Nina masih saja meminta uang dari sang ayah karena uang gajinya tidak mencukupi untuk makan, belum lagi untuk membayar uang kos setiap bulannya.
" Tapi bagaimana caranya aku keluar dari sana?" Tanya Nina.
" Nunggu setelah gajian lalu kamu masuk dua atau tiga hari setelah itu kamu pura-pura sakit atau apa. Dan kamu tidak perlu masuk lagi seterusnya. Jadi dari sekarang kamu sudah mulai bisa menulis lagi surat lamaran dan meletakkannya di beberapa outlet yang sedang membutuhkan karyawan."
" Hmm, baiklah. Terima kasih kak."
__ADS_1
" Sama sama. Ya udah istirahat ya Kakak mau berangkat kerja dulu."
Nina tersenyum dan mengangguk, sungguh Dia sangat beruntung bertemu dengan Kak Linda. Orangnya baik ramah Dina merasa seperti mempunyai seorang kakak perempuan. Mereka sangat dekat bahkan mirip seperti saudara kandung.
Beberapa minggu kemudian, Nina mencoba keberuntungannya dengan bekerja di salah satu butik yang menjual pakaian Korea.
Pekerjaan ini terbilang cukup santai, karena tidak ada aturan ketat seperti saat Nina bekerja di restoran Cina.
Namun, lagi-lagi karena gaji yang tidak dapat mencukupi kebutuhan yang masih lama di Jakarta. Membuat Nina memutuskan untuk kembali pulang ke kota asalnya.
" Jangan pulang kenapa?" Ucap Kak Linda sedih saat Nina mengutarakan niatnya untuk kembali pulang ke kota asalnya.
" Kak aku sudah hampir 1 tahun di sini, Tapi selama aku disini aku masih saja meminta uang dari ayahku. Aku tidak benar-benar berdiri dengan tangan dan kakiku sendiri. Aku merasa malu karena aku sudah bekerja namun masih meminta uang kepada ayah ataupun ibuku."
" Ya tidak apa-apa bukankah ayahmu sudah mengatakan jika akan tetap membantumu hingga kamu bisa berdiri dengan tangan dan kaki mu sendiri?"
" Iya, tapi aku yang merasa tidak enak Aku adalah anak pertama dari keluarga, dan ayahku juga masih harus memenuhi kebutuhan anak-anak yang lainnya."
" Pikirkan lagi. Apapun keputusanmu Kakak kan selalu mendukungnya."
" Terima kasih kak."
" Boleh, kita harus mencocokkan hari libur kita."
" Bagaimana kalau hari rabu."
" Hmm, aku akan membicarakannya dengan kak ayu besok." Ucap Nina.
Hari Rabu tiba, pagi-pagi sekali Nina dan Kak Linda sudah siap untuk berjalan-jalan ke Jakarta pusat dengan menaiki busway. Mereka sangat menikmati hari libur itu dengan berjalan-jalan sambil sesekali masuk ke dalam mall dan melihat apakah ada lowongan di sana Dan juga bertanya kepada teman-teman Kak Linda tentang gaji yang sekiranya mencukupi untuk kebutuhan hidup di Jakarta. Namun Nina harus menelan pil pahit karena tidak ada pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi seperti yang didapatkan Kak Linda.
Kenapa Nina tidak bekerja di tempat Kak Linda? Jawab nya karena Nina kurang tinggi untuk memasuki kriteria persyaratan utama.
Akhirnya setelah satu minggu mengganggu dan tidak menemukan pekerjaan yang cocok Nina akhirnya kembali pulang ke kota asalnya. Perpisahan yang berat. Sejujurnya Nina juga tidak ingin meninggalkan kota Jakarta Karena dia sudah merasa sangat nyaman bersama dengan Kak Linda. Tapi mau bagaimana lagi Nina juga tidak ingin menyusahkan orang tuanya.
Setelah pulang dari Jakarta Nina mencoba keberuntungannya dengan Mencari kerja di pabrik Pasuruan. Namun tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima Nina.
" Susah memang bekerja di pabrik jika tidak ada orang dalam. Yang melamar di pabrik bukan 10 atau 20 orang tapi ratusan orang. Jika punya kenalan orang dalam maka itu akan berpeluang besar untuk diterima di pabrik tersebut." Ucap Devi yang saat itu bekerja di pabrik sepatu kota Sidoarjo.
__ADS_1
" Iya, beberapa temanku yang lain juga mengatakan hal yang sama."
" Iya, kalau saja di pabrik tempat aku bekerja membuka lowongan aku sudah pasti akan membantumu untuk bisa bekerja di sini, Tapi sayangnya sekarang masih belum membuka lowongan."
" Iya tidak apa-apa beritahu aku saja jika pabrik tempat mu bekerja sudah membuka lowongan."
" Tentu."
Nina berada di Pasuruan selama dua minggu bersama temannya yang bernama Sri. Mereka tinggal di rumah bibi Sri. Lalu mereka memutuskan untuk kembali pulang sebelum uang saku mereka benar-benar habis dan tidak bersisa.
Tidak berhenti di situ setelah pulang dari Pasuruan Nina mulai mencari pekerjaan di kota Jember. Kali ini Dina cukup beruntung karena akhirnya dia bisa bekerja di sebuah toko serba ada bernama toko happy.
Nina hanya dapat bekerja selama 3 bulan, karena tiba-tiba Nina merasakan sakit yang teramat dalam di dada sebelah kirinya. Namun saat Nina memeriksakannya ke dokter tidak ada penyakit yang serius, dokter mengatakan mungkin Nina mengalami lelah karena harus naik turun 3 lantai setiap hari.
Sakit yang diderita Nina memaksa Nina untuk berhenti total dan tidak bekerja selama 1 bulan.
Setelah sembuh Nina tidak dapat lagi menemukan pekerjaan justru bertemu lagi dengan Novi.
...Flashback off...
" Kenapa dari dulu aku selalu tidak beruntung dalam segala hal.. Apa yang salah dariku sehingga aku tidak pernah beruntung dalam hal apapun." Ucap Nina sambil meletakkan ponselnya dan memilih untuk keluar rumah menjernihkan pikiran dengan angin yang biasa menerpa Nina saat Nina duduk bersantai di depan pintu masuk rumah ibu kost.
" Lo, kemana Akifa?" tanya mama elsa.
" Tidur, jadi aku akan menghabiskan waktu sendiri ku disini menjernihkan pikiran agar pikiranku tidak terlalu lelah memikirkan kehidupan."
" Hahaha ada ada saja."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...