
" Ah, itu dia tokonya".
Nina kemudian melepas cincin, dan anting-antingnya. Kemudian berjalan ke toko perhiasan.
" Permisi mbak, saya mau menjual ini."
Menyerahkan cincin dan anting-anting pada salah satu karyawan toko.
" Suratnya mana? mau dijual apa ditukar?". Melihat perhiasan yang berikan ida.
" Dijual aja, Suratnya tidak ada. Itu Emas malaysia."
" Tunggu sebentar ya?"
" cincin dan anting-anting nya dibeli dengan harga xxx ".
" Mau dilepas atau dibawa lagi."
" Dijual saja mbak."
Wanita tadi berjalan ke belakang, kemudian menghitung sejumlah uang, dan menyerahkannya kepada nina.
" Saya hitung dulu ya mbak". Karyawan itu hanya mengangguk.
" Oke, pas. Makasi ya mbak". Dengan tersenyum nina meninggalkan toko perhiasan, dan menuju toko perabot.
Drrtt drtt drttt....
" Hallo mam".
" Ada dimana?, apa kalian sudah pindah?". Suara ibu di seberang sana.
" Aku ada di pasar, maaf aku menjual perhiasaan yang ibu berikan untuk membayar uang sewa dan membeli kasur." lirih nina.
" Iya tidak apa, nanti mama ganti."
" Terima kasih mam, kalau begitu aku matikan dulu, aku sedang berada di toko perabot sekarang."
__ADS_1
" Baiklah, hati hati dijalan".
tut.
Sambungan telfon dimatikan. Nina pun memasuki toko perabot. Setelah berkeliling dan memilih apa apa saja yang diperlukan, nina pun melangkah ke meja kasir untuk membayar.
" Tiga kasur busa ukuran 120 total xxx. empat bantal dan 4 guling, saya kasih harga termurah xxxx. Dua lemari plastik xxx. satu rak piring dan dispenser, saya kasih air + galon nya gratis. Jadi total semua xxx". ucap laki laki bermata sipit, berkulit putih.
" Tidak di kasih diskon ko?, saya beli banyak lo."
" haiya... oek sudah kasih galon+air gratis, lu orang masih minta diskon a." menjawap dengan nada khas orang berkulit putih, seperti suara uncle atong di film si botak kembar.
" Ah, ayolah koko, biar jadi pelanggan." ucap nina sambil tersenyum
" Okeh lah. Hey lu orang, antar semua barang-barang ke alamat ini." berkata sambil menunjuk salah satu pegawai nya.
" emm, koko. Apa saya boleh ikut baik pik up nya?, hehe, saya tidak bawa kendaraan".
" Baiklah, ikut saja. Biar tidak kesasar".
" Ah iya, terima kasih paman"
Tak perlu waktu lama, nina sampai di rumahnya, masuk ke dalam rumah dan dengan sigap, laki-laki tadi menurunkan barang, dan meletakkannya di tempat yang ditunjuk nina.
Dengan cekatan nina dibantu adik dan kakeknya menata barang yang barusaja di beli nina.
" Ini uang untuk membayar uang sewa kakek." ucap nina sambil menyerahkan sejumlah uang kepada kakek nya.
" Kakak, aku kesekolah naik apa?, sekolahnya jauh." rengek dwi.
" Ah, iya kakak lupa, biarkan kakak minta bantuan ayah. oke".
" Kakak janji ya?" meninggikan jari kelingkingnya. Nina membalas sambil tersenyum.
...****************...
Keesokan harinya, setelah selesai memasak, nina menelpon seseorang.
__ADS_1
" Hallo ayah. bisakah aku pinjam motor ayah? motor ayah kan banyak."
" bla bla bla bla bla bla" suara ayah mengoceh dipagi hari.
" Ayolah ayah, hanya 1. Motor matic." Nina memohon dengan suara semanja mungkin.
" Datanglah ke rumah ayah, dan ambil lah."
" Aku naik apa kesana, minta tolong abang hamdan saja, untuk mengantarkan motornya kesini."
" hah, baiklah baiklah."
" Hehe, terima kasih. Ayah baik deh."
" Kau anak laq..nat. Manis saat ada mau nya."
" Hehe, kan ayah guru nya."
" Hei berani nya kau."
tut
Nina memutuskan sambungan telfon nya.
...----------------...
...----------------...
...jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
.......
__ADS_1