Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Keputusan


__ADS_3

" Memangnya kenapa ?" ucap nina dan ibu nya secara bersama.


" karena abah sani punya sesuatu yang bisa membuat kita membatalkan perjalanan. Dan membuat kita selama nya ada disni." bisik anik pada kakak dan keponakan nya.


" APAAAAAAA ". Teriak kedua nya.


" Ssttt". kenapa kalian berisik sekali.


" Bagaimana dengan kakek?, siapa yang akan mengatakan padanya". nina menatap ke dua nya bergantian.


" Aku yang akan bicara nanti." ucap ibu sambil berlalu meninggalkan adik dan anak nya.


" Baiklah, kalau begitu aku akan kembali bekerja, jam istirahatku sudah habis." nina melirik jam, dan bergegas meninggalkan rumah menuju tempat kerja nya.


Setelah percakapan rahasia hari itu, ketiga nya mulai sibuk.


Ibu dan bibi nina, sibuk mengurus surat pindah sekolah dwi dan ibnu, anak bibi anik. Dan juga menjual beberapa perhiasan.


Sedangkan nina, diwaktu bekerja, menyempatkan diri mencari tiket termurah tujuan samarinda - surabaya.


" Kenapa harga tiket sangat mahaL?, apa tidak ada yang di bawah 2juta??". gumam nina saat menatap harga tiket lewat situs online.


Mengambil ponsel, menekan nomor yang tertera di halaman resmi pemesanan tiket online.


" Halo, selamat siang. Dengan agen perjalanan xxx. Ada yang bisa dibantu?" suara wanita disebrang sana.


" Siang, saya ingin bertanya harga tiket pesawat tujuan samarinda-surabaya."


" Untuk keberangkatan hari dan tanggal berapa ya?"


" Emm, saya mencari tiket dengan harga termurah. Untuk hari nya bebas, yang penting harga tiketnya terjangkau." ucap nina yang tak ingin berbasa-basi.


" Untuk berapa orang?"


" Empat orang."

__ADS_1


" Baik, mohon menunggu, akan kami cek


."


1 detik


2 detik


3 detik


" Hallo mbak nina."


" Iya, bagaimana ?"


" Harga tiket termurah satu juta tujuh ratus ribu rupiah, untuk 3 hari kedepan."


" Saya ambil tiket untuk hari itu."


" Baik silahkan kirim alamat sesuai format bla bla bla bla bla bla bla, ke nomer 08xxxxxxx."


" Baik, terima kasih."


...


..


.


Setelah waktu kerja selesai, nina bergegas pulang, dan memberitahukan perihal tiket yang sudah dia pesan.


Mereka sangat antusias. Dan berencana memberi tahu keputusannya untuk kembali ke jawa H-1. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.


......................


...----------------...

__ADS_1


Hari berpamitan pun tiba, setelah nina menemukan alasannya yang tepat untuk berhenti kepada pak mun. Dia pun bergegas pulang ke rumah. Sesampai dirumah, dilihatnya ibu dan kedua saudara nya sedang berbincang bincang.


" Arum, kami akan kembali ke jawa besok" ibu memulai pembicaraan.


" Kenapa mendadak?, apa kalian tidak menghargai aku sebagai saudara?, bagaimana dengan ayah?, apa kalian tega meninggalkannya." Tangis adik kedua ibuku itu pun pecah.


" Ini juga kemauan ayah, untuk kembali ke jawa." Anik menimpali ucapan kakak nya.


"-------"


"-----"


"-------"


...


..


.


Entah apalagi yang mereka bahas, nina memilih menutup telinga dengan handset, dan mencoba tidur. Sungguh dia tidak memahami apa apa dengan keluarganya.


Hari dimana nina dan keluarga nya kembali ke jawa pun tiba, dengan penuh drama air mata. Ibu Arum mengantar mereka ke jalan depan rumah. Dimana mobil travel yang akan mengantarkan mereka ke bandara sudah menunggu.


" Hati hati dijalan, maafkan aku jika selama kalian disini aku berbuat salah." Ibu arum mulai memeluk adik dan kakak nya.


" Kau jaga diri baik baik." ucap ibu seraya melepas pelukannya dan masuk ke mobil.


Nina dan keluarga nya pun melambaikan tangan ke arah ibu arum yang masih terisak. Hingga mobil melaju meninggalkan kota menuju bandara.


...----------------...


...----------------...


...jangan lupa like...

__ADS_1


...komen...


...vote...


__ADS_2