
Satu bulan kemudian....
" aku akan ke lombok, seperti nya akan menetap di tempat ibuku." ucap novi saat nina bermalam di rumahnya.
" Hmmm, aku juga akan ke bali, sepertinya aku harus mengikuti seminar perekrutan tenaga kerja di xxx, siapa tau aku diterima di salah satu nya." ucap nina yang masih fokus menonton di laptop.
" Bagus dong, seperti nya kau bisa bertemu langsung dengan galang."
" Iya, bahkan galang mau membelikan ku tiket travel." ucap nina tersenyum.
" Sepertinya pekerjaan kita sebagai pengacara* akan segera berakhir." ucap nina.
" aku akan rindu masakan mu." ucap novi memeluk nina.
" Bilang saja kau suka yang gratisan." ledek nina.
" Ck, kau memang yang terbaik. Sampai isi hatiku saja, tau bisa tahu." kekeh novi.
Beberapa hari setelah itu, nina dan novi berada di sebuah halte yang sama. Namun tujuan dan kendaraan mereka berbeda.
" Rimba tidak mengantarkan mu?." tanya novi.
" Tidak, aku diantar adikku, seperti nya rimba sibuk dengan kuliahnya."
" Kau berhati hati lah, hubungi aku jika terjadi sesuatu. Aku harap itu kabar bahagia. Hahaha." ucap novi sambil masuk kedalam travel jurusan lombok, yang ternyata datang lebih cepat dari perkiraan.
" Kau juga hati hati disana. Jangan genit." Nina meledek novi sambil melambaikan tangan.
Tidak lama setelah travel novi berangkat. Travel nina tujuan bali pun datang.
skip.
__ADS_1
" Paman, aku sudah ada di terminal xxx". ucap nina menelpon paman.
" Baiklah, tunggu sebentar. Paman akan menjemputmu." ucap paman di sebrang sana.
Lima belas menit kemudian, paman datang. Mereka pun pulang ke rumah kontrakan paman.
..
...Keesokan harinya......
" Dimana tepatnya lokasi yang akan kau datangi, kau mau paman mengantarmu?."
" Ah tidak paman, aku akan menaiki 'SARBAGITA'*, aku tidak ingin merepotkan paman. Lagi pula paman akan bekerja kan." ucap nina.
" kau hati hati ya. Jaga dirimu baik baik". ucap paman sambil menepuk bahu nina.
Tepat pukul 08.00 WITA, nina menunggu di halte dekat rumah pamannya, kebetulan jarak ke halte dari rumah pamannya cukup dekat. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Drtt...drrtt...drttt...
" Hallo?, iya ada apa?." ucap nina.
" Apa kau sudah sampai di bali?." suara di seberang sana, yang tak lain adalah galang.
" Ah ya, maaf aku lupa mengabari mu kemaren. Sekarang aku sedang naik Sarbagita*, menuju xxx."
" Nanti kalau sudah selesai kabari aku, biar aku menjemputmu." ucap galang.
" Baiklah, sampai jumpa nanti. Bye." ucap nina sambil mematikan ponselnya.
Kenapa aku jadi deg deg kan ya? Seperti apa kira kira galang ya?, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya nanti.
__ADS_1
...
..
.
.
Note : * Sarbagita adalah bus antar kota yang ada di bali. Jadi mirip seperti busway di jakarta.
* kalau tulisan miring anggap batin yang bicara ya.
Dan..
Maaf kalau banyak pembaca yang tidak suka novel ini, jujur ini adalah karya pertama dan juga pengalaman author sendiri. Yang dikemas sebaik mungkin dan sedikit di dramatisir agar tidak terlalu kelihatan menderita sekali hahaaha. Hidup author lebih berat dari apa yang sudah author tuangkan disni.
Bagi yang sudah berkenan membaca tulisan jelek ini, author ucapan terima kasih yang mendalam dari lubuk hati author.
Bye sampai jumpa lagi di bab berikutnya.
...----------------...
...----------------...
......Jangan lupa like......
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1