Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Salahku apa?


__ADS_3

" Aku pinjam uangnya rp200.000 untuk kirim ke kampung, nanti setelah pekerjaan selesai Aku akan segera menggantinya."


" Bukannya aku tidak mau meminjamkan tapi uangku cuma tinggal rp200.000. Jika kupinjamkan padamu maka uangku habis sama sekali dan aku tidak punya uang untuk berbelanja, dan juga untuk jajan ilmi."


" Kamu itu gimana sih, perasaan baru kemarin aku memberimu rp500.000 sekarang sudah habis. makanya kalau punya uang itu jangan selalu membeli sesuatu."


" Aku mau beli apa aku tidak mau beli apa-apa?"


" Itu yang kau beli seprei itu apa?"


" Bukankah sebelumnya aku sudah minta izin padamu, kenapa sekarang kok jadi marah?"


" Ah sudahlah tidak ada gunanya berdebat dengan mu. Apa itu selalu saja boros tidak bisa menabung."


Gilang kemudian pergi entah kemana.


Ya tuhan, salahku apa. bukankah aku sudah meminta izin apakah aku boleh membeli sprei atau tidak?, lagipula jika bukan karena spreiqu sudah usang Aku tidak akan membeli lagi. Batin nina.


Setelah kejadian itu Nina memulai kembali bisnis jualan oleh sebagai dropship yang dulu pernah ditinggalkannya.


Nina mulai sibuk bermain sosial media, hingga suatu malam..


" Main HP aja terus tapi tidak menghasilkan uang buat apa."


" Ini aku juga sedang berusaha."


" Cari kerja sana apa kek jualan kek yang menghasilkan uang. tadi pada kerjamu hanya tidur dan main HP saja."

__ADS_1


" Jika aku bekerja diluar Lalu siapa yang akan menemani Ilmi?"


" Tentu saja aku memangnya siapa lagi?"


" Kamu saja sering memarahi ilmi, kok mau menjaga nya." Ucap nina.


" Huh, ngomong sama kamu selalu saja ribet. Orang ngomong kerja bisa bahas yang lain."


Gilang lalu mulai sibuk dengan gawai nya sendiri.


Keesokan hari nya, saat gilang barusaja pulang dari memancing.


" Yah, berasnya habis." Ucap nina.


" Lo, apa lagi yang bisa dijual untuk beli beras. Kerjaan sedang sepi. Hutang ku pada kakak juga sudah banyak."


Hingga tak beberapa lama kemudian, kakak gilang datang memberikan pekerjaan pada gilang.


Drrtt drrttt drrrtt


Ponsel nina berdering, panggilan video dari ibu nya.


" Halo cucuku Ilmi?"


" Ilmi sedang bermain di rumah temannya.."


" kamu kenapa menangis?"

__ADS_1


Nina terdiam.


" Bertengkar lagi dengan suamimu?"


Nina tidak pernah menceritakan permasalahannya dengan suami kepada ibunya, mungkin ibunya tahu dari kakek Nina. karena kakek Nina sering mendengar cekcok antara Nina dan suaminya, saat Nina dan suaminya menginap di rumah sang kakek.


" katakan apa yang membuatmu menangis?" Tanya sang ibu.


Nina yang tidak dapat menahan lagi air matanya, langsung menangis dan menceritakan apa yang terjadi beberapa hari sebelumnya dan hari ini.


" Kamu itu disuruh pulang saja tidak mau, sudah kamu di rumah saja temanin adikmu itu biar aku yang bekerja untukmu dan Ilmi."


Nina hanya terdiam, masih dalam kondisi menangis.


" Ya sudah besok aku akan kirim untuk membeli beras Jangan menangis lagi. Aku tutup saja teleponnya, telepon lagi jika ini sudah datang "


" Baiklah bu.."


Tut, panggilan video di matikan.


" Bukannya aku tidak mau pulang ke rumah Bu, tapi aku juga sangat ingin pulang. Tapi aku takut jika aku pulang Ilmi akan diambil dari ku. Sedangkan, aku tidak ada orang tua yang akan membelaku." Lirih nina.


Lalu nina mencoba berkomunikasi dengan rimba, dan teman teman yang lain. Dan bercanda tawa dengannya. hal itu yang biasa Nina lakukan untuk menghilangkan rasa kecewanya. Dan menghilangkan mata merah akibat terlalu banyak menangis


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2