Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Bersiap Menjemput Ibu


__ADS_3

" Aku sangat malas sebenarnya pulang ke sini." Ucap nina, saat mereka sudah sampai di rumah mertua Nina.


" Sabar, lagi pula bentar lagi ibu kan pulang. Siapa tau ibu mempunyai solusi untuk masalah kakak dengan suami."


Nina hanya tersenyum, lalu masuk ke dalam rumah. Mencoba mencari ibu mertua nya.


" ibu mertuaku tidak ada. Kau istirahat saja di kamarku aku akan mencari ke belakang mungkin beliau ada di belakang." Ucap Nina pada adiknya.


Setelah Nina memastikan adiknya dan ilmi masuk ke dalam kamar, Nina berjalan menuju belakang rumah mertuanya dan mencoba mencari mertuanya di sana.


" Bik, di mana ibu?" Tanya nina kepada ada adik bungsu mertuanya.


" Ibumu masih masak di rumahnya Agus sana, dijemput atau gimana?"


" Biarkan saja nanti kan juga datang."


" Ya sudah kamu tunggu saja ibumu di sana sambil istirahat kau kesini bersama siapa?" Tanya bibi.


" Bersama dengan adikku."


" Oh, yang katanya kau akan menjemput ibumu itu."


" Iya, aku mau istirahat saja." Ucap nina.


" Ya beristirahatlah sebentar lagi juga ibumu akan pulang." Ucap bibi.


Ini yang di maksud bibi adalah ibu mertua nina.


Akhirnya Nina kembali ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.


" Bagaimana apa ibu mertua kakak ada di belakang?" Tanya dwi.


" Tidak sepertinya beliau masih di rumah adiknya untuk memasak."


Nina lalu mulai membongkar barang bawaannya dan memasukkannya ke dalam lemari.


Drrttt drrrtt drrrttt


Ponsel dwi berdering, panggilan dari ibu.


" udah di mana?" Tanya ibu.


" Di rumah mertua kakak."


" Ya sudah besok pagi lah kerumah nenek. karena lusa ibu akan pulang, Jadi kalian akan berangkat dari sana."


" Ibu, apa tidak bisa ya kami menunggu di sini saja?, bukankah kalau mau ke Surabaya dari rumah nenek akan melewati rumah mertua kakak?."


" Sudah lebih baik kalian kesana saja, mama tidak enak Karena nenek kalian yang mencarikan sewa mobil untuk menjemput mama." Ucap sang ibu.


" Hmmm."


Dwi lalu mematikan teleponnya.


" Aku sangat malas jika harus ke sana di sana itu tidak ada sinyal. lagipula kenapa Mama harus minta jemput orang sana. Bukannya minta jemput sama keluarganya sendiri malah minta jemput keluarga orang." Omel dwi.

__ADS_1


" Sudah sudah biarkan saja. yang penting nanti kita harus mendapatkan apa yang ibu janjikan seperti kalungmu kalung Ilmi dan juga anting milikku. kita harus ada di sana sebelum barang-barang ibu diambil oleh mertuanya."


" Ya kakak benar."


Keesokan harinya...


" Nduk, aku mau berangkat masak dulu kok masak lah sendiri. Aku sudah membelikan ikan untuk Ilmi nanti kau goreng ya.." Ucap ibu mertua.


" Ya bu.."


" Jadi kapan ibumu akan pulang?"


" Menurut perkiraan sih besok."


" Ya sudah aku mau berangkat dulu yang jemput sudah datang" Ucap ibu mertua.


" Iya."


Nina lalu mulai memasak di dapur, setelah selesai Nina mulai membersihkan seluruh rumah. Dan menyuruh adiknya serta Ilmi untuk mandi, lalu mereka bertiga sarapan bersama sambil menonton TV.


Drrttt drrrtt drrrttt


Ponsel dwi berdering, panggilan dari ibu.


" iya bu ada apa?"


" Kamu dan kakakmu sekarang pergilah ke rumah nenek. karena kata nenek mereka akan berangkat besok subuh ke bandara. Dan mereka tidak lewat jalan rumah mertua kakakmu."


Dwi mengatakan dengan suara berbisik apa yang dikatakan ibunya kepada sang kakak.


" Ma, yang mau dibawa banyak. Jadi suruh saja orang sana untuk menjemput kami."


" Ya sudah sudah, nanti aku akan coba telepon nenek mu yang disana dan mengatakan apa bisa menyuruh orang untuk menjemput kalian." Ucap sang ibu.


Sore hari menjelang malam, 2 orang suruhan datang untuk menjemput Nina dan adiknya.


Setelah pamit kepada ibu mertua nah Mereka pun berangkat menuju rumah mertua dari ibu Nina dan dwi.


" Mas, bisa nggak mampir ke counter untuk membeli kartu." Ucap nina.


" Bisa."


" Biasanya kartu apa yang ada sinyal di sana?"


" Kartu xx dan XXX."


Tak lama kemudian, mereka semua berhenti di sebuah counter yang sudah setengah tutup. Setelah membeli kartu yang dapat menangkap sinyal di atas pegunungan sana, nina dan dwi mulai melanjutkan perjalanan, dan sampai di rumah mertua sang ibu.


" Kalian tidur saja di rumah sebelah kalau di rumah sebelah ada ranjangnya jadi tidak akan terasa dingin. Kita akan berangkat subuh." Ucap nenek sambung nina dan dwi.


" Baik lah."


Nina dan dwi serta ilmi langsung menuju rumah sebelah dan tidur diatas ranjang,


" Iya memang benar di sini tidak terlalu dingin daripada di rumah sebelah." Ucap dwi.

__ADS_1


Nina yang tidak bisa tidur memilih menonton TV, Hingga rasa kantuk mulai menyerangnya. barulah kemudian Nina kembali ke kamar dan tidur di sebelah ilmi.


Keesokan subuhnya, tempat Nina dan Dwi tidur diketuk oleh sang nenek.


" Nduk.. Kita salat subuh dulu kemudian kita langsung berangkat, sopir dan mobilnya sudah ada di depan." Ucap nenek.


Dengan menahan rasa kantuk Nina dan Dwi bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


" Astaga air nya sangat dingin seperti air es beku." ucap Nina.


" iya aku tidak sanggup kalau habis mandi."


" Ya sudah kita berwudhu saja kita mandi saat sudah tiba di bandara nanti."


Setelah selesai menjalankan kewajiban dua rakaat, Nina kembali ke kamar dan mulai menyiapkan baju untuk dirinya, Dwi dan Ilmi.


Karena tidak tega membangunkan Ilmi sepagi itu, Nina memutuskan untuk mengangkat saja tubuh ini yang masih sedang tidur menuju mobil.


" Aku akan membawa ilmu, kau bawa tas kita." Ucap Nina pada adiknya.


" Hmmm, baik lah."


Nina kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di tengah bersama dengan Dwi dan juga nenek.


Di kursi depan ada sopir dan juga kakek, sedang di kursi belakang ada 1 orang lagi.


Di dalam perjalanan, untuk dari Dwi dan nina, membuat keduanya memutuskan untuk melanjutkan tidur. jalan yang mereka masih jauh.


Di tengah perjalanan ponsel Nina berdering.


Drttt drrtr drrttt..


Panggilan video dari Gilang.


Dengan menahan kantuk Nina mengangkat panggilan itu.


" Sudah berangkat sekarang sudah sampai mana?." Tanya Gilang.


" Sampai jalan. Aku tidak tahu ini sudah sampai di mana." Ucap nina.


" Di mana Ilmi?" Tanya gilang.


Nina lalu menunjukkan ilmu yang sedang tertidur.


" Ya sudah nanti telepon lagi, jika ilmi sudah bangun."


" Hmm, baiklah."


Setelah menutup panggilan video. Nina meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan tidur.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2