
Adi yang baru masuk, tentu saja kaget. Nina benar-benar memesan 3 porsi lalapan cumi cumi.
" Aku pesan ayam, dan jeruk hangat ". ucap Adi pada penjual lalapan, dan duduk di depan nina.
" Nin, kau bilang akan berkemas untuk besok. Menangnya kau mau kemana"
"Oh itu, aku akan ke bali. Mencari kerja, sambil menunggu ibu ku datang dari negeri jiran."
Nina sambil memainkan ponselnya.
" Nin, perasaanku masih seperti dulu padamu."
" Hahaha, bercanda nya gak lucu."
" Aku serius, jujur aku menyesal. Kenapa aku percaya hasutan geng tatik."
" Tapi tatik jadi tunangan mu juga kan."
Nina memakan cumi yang baru saja disuguhkan. Pura pura tidak melihat adi yang terus saja menatapnya.
"Sebenarnya aku tidak mencintai nya, dihati ku masih ada nama mu"
" Uhuk uhuk... " meminum es teh disebelahnya.
" Sudahlah mas adi, mungkin memang seperti ini jalan takdir kita. Cobalah membuka hati untuk Tatik, bagaimanapun juga, dia pasanganmu sekarang."
" Tapi aku tidak mencintai nya nin, kami dijodohkan. Dan terpaksa aku menerima nya. Aku...aku ingin kembali padamu."
__ADS_1
" Mas adi, kisah kita sudah terakhir. Kau sudah bertunangan, aku sudah punya pasangan. Dan aku tidak mau berhubungan lagi denganmu, yang ada nanti aku dicap PE-LA-KOR lagi."
"Makanlah, nanti kau jatuh cinta pada ayam nya." lanjut nina, melihat adi yang hanya menatap makannya.
Hening.
Hening.
Hening.
Drttt drtt drtt...
"hallo?" nina meletakan ponsel di telinga kiri dan menopangnya dengan bahu, tangannya masih menikmati cumi.
" KAU ADA DIMANA?." terdengar emosi di seberang sana.
Nina menatap layar ponselnya, melihat siapa yang menelpon, yongki. Ya laki laki itu menelpon dengan emosi yang terbakar.
" Bukan urusanmu"
" Jawap aku, kau dimana?, bersama siapa?"
" Sudah ku bilang bukan urusanmu, suka suka aku kemana dan bersama siapa?" ucap nina, sambil matanya menoleh kanan kiri, memastikan yongki tidak ada di sini.
" KATAKAN !!, KAU DIMANA DAN BERSAMA SIAPA".
" Kita sedang break, tidak seharusnya kau bertanya aku dimana! seharusnya kau dengan duniamu sendiri. Begitu juga aku". Tut, nina mematikan sambungan telfon, mematikan ponsel dan melanjutkan makan.
__ADS_1
" Apa pacarmu?" Adi yang sedari tadi diam, jadi kepo bertanya.
Nina menjawap dengan anggukan, karena masih menikmati cumi cumi nya.
Setelah 30 menit, nina pamit pada Adi. Tak lupa nina mengucapkan Terima kasih.
Dirumah bude, nina mulai mengemas pakaian, dan barang barang nya. Setelah selesai, nina keluar dan bergabung dengan bude, menonton TV diruang tamu. Hingga nina terlelap disana.
Keesokan hari nya, nina terbangun.
Berjalan menuju kamar mandi, mencuci muka, menggosok gigi. Kemudian membantu bude memasak.
" Nanti berangkat jam berapa nduk?," tanya bude setelah nina ada di dapur.
" Sore bude, kata paman kemungkinan pukul 17.00 WIB. nina disuruh menunggu di dekat taman kota " ucap nina sambil memotong sayur, sepertinya akan dibuat sup.
hening
Setelah selesai masak, bude dan nina pun makan tanpa suara.
" Biar aku saja bude, bude berangkat saja. Tidak apa apa" cegah nina, saat bude akan membereskan piring.
" Baiklah, bude berangkat dulu ya".
Tak lama setelah bude pergi, suara ketukan pintu, memaksa nina untuk cepat menyelesaikan cuci piring dan membereskan dapur.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu terbuka, dan nina begitu kaget melihat siapa yang datang.
" ka.. k.. kau ?"