Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Menemukan 01


__ADS_3

" Dia bukan temanku sih, lebih tepatnya pelanggan. Pelanggan yang sering membeli r*kok. Kebetulan setiap dia belanja, selalu saat jam kerja ku di meja kasir." Terang novi.


" Sebenernya sudah lama dia meminta di carikan teman wanita, hanya saja aku tidak punya kandidat. Wulan sudah dengan Lihin. Liza mau menikah. Dan aku pikir dirimu masih bersama yongki." tambah novi sambil menghela nafas panjang.


" Siapa namanya?." jiwa kepo nina meronta ronta.


" Gilang tinggi standar, kulit putih. Muka....., lumayan lah."


" Ayo kita berenang." ucap nina sambil berlalu.


" Hei bagaimana?, apa kau mau?." tanya novi.


" Terserah kau saja."


...****************...


Satu tahun kemudian


" Hei bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan galang ?." Tanya novi, saat melihat nina masuk sambil memainkan ponsel.


" entahlah, dia hilang seperti hantu. Hahaha, tidak ada angin tidak ada badai. Tiba tiba nomerku di blok." ucap nina sambil menutup pintu kamar.


Ya novi dan nina resmi jadi PENGACARA (pengganguran banyak acara) sejati, sejak 6 bulan lalu. Selain belum mendapatkan pekerjaan, mereka juga kerap menghabiskan waktu bersama guna mengusir rasa bosan dengan menginap dirumah nina, atau sebaliknya.


Sesekali mereka jalan jalan ke luar kota hanya untuk menghilangkan jenuh dan stress karena roda kehidupan yang belum berputar.

__ADS_1


" Eh aku ingat, waktu itu galang mengirimi ku pesan, dan meminta nomer ponselmu. Hehehe, maaf aku lupa memberi tahu mu, karena ponselku rusak." ucap novi sambil mengangkat dua jari di kepala. Tak lupa dengan muka sok cute.


" wah, benarkan?"


" hmmm, benar. Kalau saja kita bisa membobol file di HP ku, mungkin saja kita bisa menemukan pesan dari galang." ucap novi sambil membolak-balik kan ponsel yang sudah mati.


" Seperti nya aku bisa. Kemari kan laptopku" jawap nina sambil tersenyum centil.


" Memang kau bisa?." tanya novi sambil menyerahkan laptop.


" Tentu saja, kau meragukan ku rupa nya, tunggu saja."


Nina mulai terlihat serius berkutat dengan laptop nya, menghubungkan memori ponsel novi ke laptop. Hingga...


" Lihatlah, itu riwayat pesan ponselmu." Nina menunjuk ke arah layar laptop.


" Kau memang tidak pernah menghapus pesan. Pantas saja ponselmu cepat rusak. Seperti nya ponselmu sudah lelah menyimpan semua pesan un faedah untukmu, hahaha." Nina tertawa renyah.


" Sudah lah, jangan mengejekku terus, sekarang bantu aku mencari nomer ponsel galang, kau juga ingin berhubungan lagi dengan nya kan?." Ucap novi menggoda.


" Baik lah baiklah." Nina tersipu. Kemudian merek fokus membuka pesan secara acak dari layar laptop.


" Berhenti... Berhenti. Seperti nya itu." Tunjuk novi.


" Wah, benar. Cepat catat nomer nya. Mana ponsel ku mana ponsel ku." Ucap nina antusias.

__ADS_1


Setelah menyalin nomer ponsel, senyum mengambang di bibir nina seketika hilang. Bagaimana tidak, nomer nya sudah tidak dapat di hubungi lagi.


" Yah, mungkin dia sudah berganti nomer." Ucap novi, saat mendengar suara dari operator ponsel.


" hmm, seperti nya begitu." ucap nina lesu.


" Mbak maya, ah iya mbak maya pasti punya nomor galang. Karena dulu galang mendekati mbak maya, hanya tidak mendapat respon yang baik." ucap novi


" kita hanya perlu mencari nomor mbak maya, terakhir aku berhubungan dengannya sekitar satu minggu yang lalu." imbuh novi.


Pencarian dilanjutkan....


...----------------...


...----------------...


...Terima kasih...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


...kritik dan saran saya tunggu.....


__ADS_2