
" Kapan ibu mu akan datang." bibi bertanya tanpa melihat nina yang mulai meletakan nasi dan lauk pada piringnya.
" Kemungkinan minggu depan, kalau bisa dipercepat akan lebih baik. Begitu kata beliau".
" Kalau begitu, kau tidak usah bekerja. Tunggu saja ibumu datang, bukankah setelah itu kalian akan langsung ke kalimantan." imbuh paman ditengah tengah aktivitas makan.
" Apa aku tidak merepotkan kalian?."
" Tentu saja tidak, kau bisa membantuku menjaga kia." ucap bibi sambil meletakan kia di kursi khusus bayi.
" Baiklah, terima kasih paman, bibi."
" Semoga kau betah." ucap paman seraya meletakan piringnya, dan pergi mencuci tangan.
...****************...
Tak terasa, satu minggu telah berlalu, nina melewati hari hari nya
bermain bersama kia, balita lucu nan mengemaskan.
Seharian bersama nya, membuat nina melupakan masalahnya dengan yongki, dan melupakan rasa rindu nya pada rimba.
Hari ini adalah hari dimana nina dan paman akan menjemput ibu nina di bandara ngurah rai bali.
" Pukul berapa kata ibu mu pesawatnya lepas landas?". Melihat nina yang sibuk bersenda gurau bersama kia.
" Pukul 19.00 Waktu malaysia paman."
Menjawap tanpa melihat paman, fokus dengan kia.
" Kalau begitu kita berangkat ke bandara pukul 17.00 WITA."
" Apa bibi dan kia ikut?"
" Tidak, mereka akan menunggu di rumah, olan suka mabuk perjalanan."
__ADS_1
Seperti rencana awal, paman dan nina pergi ke bandara. Perjalanan memakan waktu 30 menit.
Sesampai nya di bandara, mereka terus mencari ruang kedatangan internasional.
Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, sosok yang begitu dirindukan nina muncul, dengan memakai jaket warna coklat serta menarik koper, dan menggendong tas ransel yang cukup besar. Ya ibu nina. Kali ini beliau benar benar pulang setelah 7 tahun.
" Hei, kami disini." Nina melambaikan tangan, dan melihat wanita itu tersenyum. Kemudian berjalan menghampiri nya dan paman.
" Apa kabarmu nak?." Memeluk serta mencium kedua pipi nina. Tangis kedua nya tidak dapat di bendung lagi. Kedua nya menangis sambil memeluk satu sama lain.
" Mbak." Paman menyalami tangan kakaknya, setelah mereka melepas pelukan.
" Ayo kita langsung pulang saja, mbak pasti lelah." ucap paman sambil meraih ransel di punggung kakaknya, dan menyeret koper menuju mobil yang mereka sewa.
" Ayo mam." Ucap nina menggandeng tangan ibunya.
30 Menit kemudian, mereka sampai di rumah kos paman, terlihat bibi menyambutnya dengan senyuman termanis sepanjang sejarah.
" Apa kabar mbak?." meraih tangan dan mencium nya.
" Masih tidur, mari masuk. Ayo istrhat. anda pasti lelah. Maaf kamar nya sempit."
" Rumah kos memang rata rata seperti ini." Merebahkan diri di kasur, dan mulai menciumi kedua keponakannya.
Paman datang dan meletakan barang barang kakaknya didepan lemari.
Kemudian mereka melanjutkan tidur.
Skip aja ya, kelamaan ✧(>o<)ノ✧
3 hari sudah sejak kedatangan ibu, dan kini mereka sudah akan berangkat ke kalimantan.
" Hati hati dijalan, hubungi aku kalau sudah sampai." ucap paman saat kakak dan keponakannya akan memasuki bandara.
" Baiklah, terima kasih sudah mau mengantar. Kami masuk dulu."
__ADS_1
Setelah bersalaman, paman pun melambaikan tangan pada kedua nya hingga kedua nya masuk dan tidak terlihat lagi. Paman pun memutuskan untuk pulang.
Didalam pesawat.
" Ini Pertama kali nya aku naik pesawat." ucap nina gugup.
" Santai saja, nikmati perjalananmu". ibu mengenggap tangan nina
Setelah perjalanan yang menegangkan sekaligus menyenangkan, mereka sampai di bandara samarinda.
" Kau carilah mereka, mama akan menunggu barang barang kita."
" Baiklah." ucap nina sambil mencari keberadaan adik, paman dan bibi yang akan menjemput mereka.
" Hei ibu, aku disini". Teriak nina saat melihat adik ke 2 dari ibunya. Dilihatnya juga sang adik kecil yang tersenyum menatap kedatangan kakak dan ibunya.
Selepas adegan berpelukan, mereka pun menuju mobil, dan bergegas pulang ke rumah.
Perjalanan yang panjang, disertai hujan. Membuat nina tak kuasa menahan kantuk. Ia pun tertidur. dan terbangun saat mereka sudah sampai di tujuan.
Dan lagi, adegan berpelukan dan tangis kembali terjadi antara tiga bersaudara dan ayah dari mereka.
" Tidurlah, besok kau bisa ke makam ibumu." ucap pria paruhbaya, yang tak lain kakek nina, ayah dari ibunya.
*maaf kalau belepotan dan kurang ngereget !
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...