Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Terkuak


__ADS_3

" Arum, dengan siapa itu?". ucap pria yang tak lain adalah pak mun. pemilik toko ini.


" Ini nina. keponakan saya dari jawa, bukankah pak mun mencari karyawan."


" Betul sekali. Emm lulusan apa ?" melihat nina yang berpakaian rapi.


" SMK pak mun "


" Kapan kau siap bekerja."


" Sekarang bisa, tapi apakah saya di terima?" ucap nina kepo.


" Tentu saja, aku sudah mengenal arum sejak lama. Dan mulai lah bekerja besok pagi, jam kerja mu dimulai pukul 07.00 - 17.00 WITA. Gaji awal 500.000. Bagaimana ?"


" Tentu, terima kasih pak mun"


......................


...****************...


Satu tahun kemudian....


Nina sibuk dengan pekerjaannya, dan dirumah yang terlihat bahagia, sebenernya banyak duka yang terpendam.


Arum yang ternyata sangat egois, seenaknya memerintah semua orang yang tinggal disana, seakan akan mereka adalah orang yang menumpang dirumahnya.


" Sekarang kamu tau kan mbak, bagaimana sifat asli dari mbak arum". Anik memulai obrolan saat isa duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Iya, aku tidak menyangka dia seperti itu". menimpali ucapan adiknya.


" Kau tau mbak, WC itu baru dibangun sejak kabar kedatangan mu. Mereka juga menghabiskan uang hasil sumbangan warga sini saat kematian almarhum ibu. Dan lebih parahnya, perhiasan ibu dijual dengan dalil mengganti biaya rumah sakit." Tangis anik pecah tak kala mengingat betapa kejam kakak ke dua nya itu.


" kau tau mbak, saat almarhum minta di bawa ke rumah sakit, arum dan suami tidak menggubris. Mereka asik bersenang senang dengan uang dari mu. Barulah saat beliau ditengah akhir hidupnya, mereka membawa ke rumah sakit."


Isa hanya terisak mengingat permintaan almarhum ibunya dulu.


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang." tanya isa pada adiknya.


" Aku akan pulang ke jawa bersama suami dan anakku mbak, memulai hidup dari nol lagi." menjawap dengan pandangan ke depan.


" Apa kau serius?, tega kau meninggalkan orang tua mu yang tinggal seorang diri."


" Kalau ayah ingin ikut denganku, maka aku bersedia membawa nya mbak, tapi kalau untuk bertahan disni, maaf. Aku sudah tidak kuat".


Tak lama kemudian, nina pun datang dan melihat ke dua orang itu dengan tatapan aneh. sejurus kemudian, jiwa kepo nya meronta-ronta.


" anak laq..nat "


" keponakan laq...nat"


( anggap aja ngomongnya barengan).


" Haha, maaf maaf. Sekarang katakan ada apa?, apa ada masalah."


Anik pun menceritakan apa yang sudah dia ceritakan pada kakaknya.

__ADS_1


Terlihat nina mengusap wajahnya kasar.


" Aku akan ikut dengan bibi." ucap nina menatap Anik, dan membuat ibu serta bibinya terkejut.


" Kau serius, tapi tiket sedang mahal. darimana kau dapat uang." ucap ibu.


" Insyallah, gaji ku cukup bu. Aku akan meminta uang dari ayah nanti. Dwi juga akan aku suruh minta. Untuk menambah biaya membeli tiket." tegas nina.


"Kalau sudah begini aku bisa apa?, antar kan aku ke toko emas, aku akan menjual cincin ini, untuk membeli tiket ku dan ayah." ucap ibu sambil melepas cincin yang di kenakan nya.


" Apa arum sudah tau rencana mu?". Tanya ibu.


" Tidak tidak, jangan beri tahu dia dulu, kita beri tahu dia setelah kita membeli tiket, dan memastikan keberangkatan kita". anik langsung berbicara sambil menatap sekeliling, takut arum tiba tiba datang.


" Memangnya kenapa ?" ucap nina dan ibu nya secara bersama.


" karena......"


...----------------...


...****************...


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...dan hadiahnya...


...Terima kasih...


__ADS_2