
Nina mencoba menutup telinga dari segala omongan yang menyakitkan.
Hingga, di hari terakhir dirinya ada di rumah sang mertua. Ibu nina datang mengunjungi Nina dan bertemu dengan mertua Nina.
Dwi sudah lebih dulu pulang karena dia akan melamar pekerjaan bersama temannya.
Malam harinya setelah sang Ibu pulang,
" Jadi naik travelnya siapa besok?" Tanya gilang melalui panggilan video.
" Travel nya Xxxxx..."
" Berapa?"
" 200ribu."
" Di sini saja nanti aku yang bayar travel nya. Kamu ada uang untuk di perjalanan."
" Ada."
" Ya sudah. Aku mau lanjut kerja dulu."
" Baiklah."
Nina mengakhiri panggilan videonya, meletakkan ponsel dan memastikan barang apa saja yang akan di bawaannya.
...Skip...
Nina kini sudah berada di Bali lagi..
" Ini kalau milik ilmi yang dibeli ibu, kalungnya patah."
"Coba aku lihat."
Nina memberikan kalung milik Ilmi kepada gilang. lalu Gilang mulai memperbaiki nya.
Setelah selesai diperbaiki hilang lalu memakaikan kalung itu kepada Ilmi.
" Bunda ilmi mau mengaji."
__ADS_1
" Iya besok lusa saja. sekarang kan kita baru datang Ilmi istirahat saja dulu."
" Baiklah. kalau begitu Ilmi mau pergi bermain."
" Awas hati hati kalau bermain jangan sampai kalungnya tersangkut sesuatu nanti patah." Ucap gilang.
" Baik ayah"
...
Saat gilang sakit.
" Nda tolong pijat kan aku. Aku sudah lelah bekerja."
" Aku sakit, tolong buatkan aku bla bla bla bla..."
" Ayah sedang sakit, ilmi bisa gak, kalau gak berisik. Ayah harus istirahat."
Saat nina yang sakit, atau kelelahan setelah melakukan tugas rumah tangga.
" Manja sekali, baru kerja itu udah capek, orang gak menghasilkan uang."
" Ilmi, pijat tuu bunda mu sedang sakit."
" Ayah sedang capek."
Gilamg lalu meninggalkan nina dan bermain dengan gawai nya.
Suatu hari,
" Nda, tolong pijat aku."
" Yah, aku juga lelah."
" Kamu itu kerja apa? kok lelah."
" Menyapu, cuci baju, piring. Bersih bersih rumah. Itu apa jika bukan bekerja."
" Itu pekerjaan wajib sebagai istri. Iya kalau lelah ku karena cari uang. Lelahmu itu tidak menghasilkan apa-apa. Jadi jangan terlalu banyak mengeluh. Lebih berat lelahku daripada kamu."
__ADS_1
" Ya sama saja. aku juga lelah mengurus rumah tangga."
" Kenapa kau menikah jika tidak ingin lelah mengurus rumah tangga." Ketus gilang.
" Sudah!, aku mau pergi pijat saja. Tidak apa apa jika harus membayar 100ribu, daripada minta pijat istri yang tidak becus mengurus suami."
..
Begitulah kira kira yang sering di alami nina.
Hari ke hari, Minggu ke Minggu, bulan ke bulan. Nina merasakan rumah tangga nya semakin jauh dari kata harmonis.
Gilang yang sering kali berkata kasar saat nina meminta uang untuk berbelanja, membuat nina harus terus mengemis kepada sang ayah, agar sang ayah mau memberikan sejumlah uang untuk sekedar membeli jajanan ilmi.
" Kamu tau gak sih, aku jadi merasa seperti pelacvr, minta uang setelah melayani suami. Karena jika tidak begitu, Gilang pasti akan marah-marah dan berkata sesuatu yang menyakiti hati." Ucap nina kepada eka, saat mereka akan menunggu untuk istighosah bersama.
" Sabar aku juga mengalami hal yang sama, bedanya suamimu tidak pernah main judi."
" Aku harus bagaimana?, jujur aku sangat lelah. Aku bukanlah istri nabi yang punya kesabaran berkali-kali lipat. Rasanya aku ingin menyerah saja."
" Jangan begitu. Kasihan ilmi."
" Iya aku tahu, dulu aku sudah berjanji tidak akan membiarkan ilmi mengalami nasib yang sama sepertiku. Tumbuh dan besar dari keluarga broken home. Tapi, Bagaimana jika Gilang terus saja seperti ini dan tidak berubah?"
" Yakin saja gilang akan mendapat hidayah dan berubah."
" Tapi aku tidak yakin. Selama 5 tahun pernikahan kami, Aku bakal lupa bagaimana rasanya bahagia. Terkadang aku lupa jika diriku adalah seorang istri. Aku lebih mirip sebagai pembantu kata pelacvr."
Eka memegang tangan nina.
" Lihat aku, buktinya aku bisa bertahan sampai sekarang. Karena aku masih yakin jika suamiku akan berubah, entah itu kapan."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf ya kalau blepotan..
__ADS_1
Mungkin ini bukan sebuah novel, lebih tepatnya ini adalah curhatan hati sang penulis.
Terima kasih kepada semua nya yang sudah berkenan mampir.