
" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari nina xxxx binti xxxx, yang di wali hakim kan kepada saya. Dengan mas kawin xxxx dibayar tunai." Ucap penghulu
" Saya terima nikah dan kawinnya nina xxxx binti xxxx dengan mas kawin xxxx dibayar tunai." ucap depit dengan sekali tarikan nafas.
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
(Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagimu. Dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.)
" Selamat ya mbak, semoga menjadi keluarga yang samawa." Ucap intan sambil memeluk nina, saat mereka akan bergegas pulang.
" Selamat ya." Rimba menjabat tangan nina.
" Terima kasih." nina membalas jabat tangan rimba. Sungguh saat itu nina ingin memeluk sahabatnya.
" Ayo kita kembali ke rumah." Ucap pak jono, paman galang.
Nina pun mengandeng tangan galang dan berjalan menuju mobil. Sesampainya di rumah galang, makanan sudah tertata rapi. Saat semua nya sudah turun, tuan rumah mempersilahkan tamu nya untuk menikmati makanan yang sudah tersedia.
" Intan, bisakah kau membantuku melepas ini?" Bisik nina pada intan. setelah sesi foto keluarga telah selesai.
" Oh, tentu saja." Jawap intan dengan senyumannya yang manis.
Kau sangat baik intan, beruntung rimba memilikimu. Batin nina.
Setelah berganti pakaian, dan menyerahkannya pada kakek, agar dikembalikan kepada tukang sewa didekat rumahnya. Keluarga nina pun pamit pulang, tak lupa disela2 itu, rimba berfoto bersama nina dan intan.
Setelah memastikan mobil yang di naikin keluarganya tidak terlihat, nina memilih berbaur dengan yang lain.
...----------------...
" Bangun dan mandilah. Hari sudah sore" Ucap galang membangunkan nina
__ADS_1
" hmm, apa ada orang di kamar mandi." Tanya nina sambil menguap.
" Tidak ada, aku barusaja mandi. Cepatlah." Ucap galang sambil memberikan handuk kepada nina.
Nina berjalan menuju kamar mandi, dan di dalam kamar mandi saat nina hendak melepaskan pakaiannya.
" Astaga..." nina menepuk jidat nya sendiri, kemudian mengintip dibalik pintu, berharap seseorang yang ia kenal akan melewati kamar mandi.
" Emmm, buk..." Panggil nina saat melihat ibu galang yang melintas.
" Ya nduk, ada apa?" Ucap ibu sambil membawa baskom.
" Emmm, apa ibu punya pembalut" nina sedikit berbisik.
" Kenapa kau datang bulan?, oh astaga, kau akan membuatkan aku cucu. Hahaha." Kekeh ibu.
" Aku tidak punya, karena aku sudah lama tidak haid. Sebentar biar aku menyuruh elsa membelikannya." sambung ibu kemudian berlalu.
" Ini, makan ini. Agar subur." Ucap mbak tia, sambil menunjuk se mangkuk tauge.
" Wah, ini kesukaanku." jawap nina.
" Iya, ini sangat bagus untuk kesuburan." Ucap mbak tia.
" Kau tidak KB dulu nduk?" Ucap wanita yang tak lain adalah bude galang.
" Jangan!, biarkan punya anak dulu kemudian KB." ucap ibu.
" Ya maksud ku biarkan mereka bersenang² dulu." ucap bude galang.
...Skip...
__ADS_1
Setelah acara syukuran selesai, nina memilih istirahat di kamar. Meski tak banyak tamu yang di undang, namun acara ini cukup menguras tenaga.
" Sayang, akhirnya kita sah juga." Ucap galang memeluk nina dari belakang.
" Hmmm, iya aku tidak menyangka akan secepat ini."
" Emmmm, sayang aku sedang datang bulan." Ucap nina menghentikan aktivitas galang yang sedari tadi menciumi leher nina.
" Tiga hari lagi kita berangkat ke bali." Ucap galang.
" Secepat itu ?" Ucap nina
" Tentu saja, aku sudah lama tidak bekerja."
" Hmmm, baiklah." Ucap nina yang tidur di sebelah depit. Kemudian mereka tidur dengan posisi saling memeluk.
...----------------...
Maaf kalau garing...
...Terima kasih yang sudah mau mampir......
...----------------...
...----------------...
... Jangan lupa like ...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...