
" Nduk bangun, Ayo kita istirahat dulu."
Nenek membangunkan Nina dan dwi saat mereka sudah tiba di tempat peristirahatan.
" Emm, ya nek. Aku akan ke ke kamar mandi." Ucap nina.
" Dwi, kamu mau ke kamar mandi atau tidak?"
" Tidak, Aku sedang malas aku di sini saja."
" Ya sudah tolong jagakan Ilmi sementara aku ke kamar mandi."
Dwi hanya mengangguk kan kepalanya.
Nina segera keluar dari mobil..
" Toiletnya sebelah mana?" Tanya nina pada sang nenek.
" Disebelah sana." Ucap nenek, sambil menunjuk arah toilet.
Nina mendapati toilet sedang antri, Nina kemudian segera berdiri didepan kamar mandi, yang tidak ada orang mengantri.
" Toilet nya sangat antri." Ucap nina, saat dia sudah kembali ke dalam mobil.
"Bekal nya mau dimakan di sini atau di bandara saja?" Tanya sang nenek.
" Di bandara saja mungkin 2 atau 3 jam lagi Kita sudah sampai." Ucap sopir.
" Aku mau ke toilet dulu. Tong ayo temani aku ke toilet." Ucap salah seorang pria yang sebelumnya duduk di kursi belakang, dia mengajak sang sopir menemaninya pergi ke toilet.
" Nek, dia itu siapa kok shoppingnya bisa ada 2?"
" Yang satu itu pemilik mobil. Yang satu lagi itu saudaranya, katanya dia memaksa ikut. Si sopir mengiyakan, karena pikir si sopir perjalanan yang jauh jadi dia bisa bergantian menyetir mobil."
" Ohh.."
Tak beberapa lama kemudian Ilmi terbangun.
" Bunda mau jajan, Ilmi lapar."
Nina juga sebenarnya lapar, namun dia tidak enak jika harus meminta makan pada nenek. Jadi nina mencoba mencari sebuah minimarket, pastilah ada minimarket di sekitar sana karena Nina sedang berhenti di rest area.
" Mencari apa?" Tanya seorang pria yang juga ikut dalam perjalanan, yang baru saja selesai dari kamar mandi.
" Ilmi minta jajan, di mana ada minimarket di sekitar sini?"
" Disana. apakah kau mau ke minimarket ayo aku temani aku juga ingin membeli rokok."
" Ilmi mau ikut membeli jajan atau tidak?"
" Ikut."
" Kau mau ikut atau tidak." Tanya Nina pada dwi.
" Tidak aku di sini saja belikan saja jajan untukku."
__ADS_1
" Baiklah."
Saat Nina akan berjalan bersama seorang pria yang nina sendiri tidak tahu namanya.
" Mau ke mana?" Tanya nenek.
" Mau ke minimarket." Ucap pria itu.
" Aku juga ikut" Kata nenek.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju minimarket, sesampainya di dalam minimarket. Nina cukup syok karena harga yang ada di sana terbilang dua kali lipat dari minimarket pada umumnya.
Nina kemudian mengembalikan beberapa jajanan yang diambil, uangnya tidak cukup. Uang Nina hanya tersisa satu lembar berwarna merah.
" Kenapa dikembalikan?" Tanya pria itu.
" Mahal." Bisik nina.
" Nduk, coba bantu nenek carikan roti di mana disini tempat roti." Ucap nenek.
" Disebelah sana."
Dina lalu mengantar nenek menuju rak tempat roti.
" Kasihan nduk, jika sopir dan temannya tidak diberi kue. Mereka bilang mereka juga tidak sarapan dan sedang lapar. Jadi, belikan ini saja buat mengganjal perut."
Nenek mengambil 2 buah roti isi. Cara mengantri di kasir.
Setelah semua orang mendapatkan apa yang diperlukan, pastikan bahwa tidak ada orang atau barang yang tertinggal. Perjalanan pun kembali dilanjutkan.
....Skip....
Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, mereka akhirnya tiba di bandara. Mobil segera mencari tempat parkir yang tidak jauh dari pintu keluar kedatangan domestik dan internasional.
" Cari parkir yang agak longgar dan sejuk, jadi kita bisa membuka bekal dan makan." Ucap nenek.
" Oke." Ucap sopir.
Setelah mencari lokasi yang pas. Mobil akhirnya parkir. Semua orang mulai turun dan meregangkan tubuhnya.
Mata Nina mencari ke kanan dan ke kiri berharap dia menemukan toilet, dan dia menemukan toilet tepat di seberang jalan.
" Aku akan ke toilet." Ucap nina pada neneknya.
" lho kalian tidak makan dulu?" Tanya kakek.
" Tidak aku mau ke toilet saja."
" Pasti mau mandi?" Ledek sang supir.
" Enak aja kami sudah mandi." Ketus nina
Padahal dalam hati Nina mengiyakan perkataan sopir tadi, nina memang berniat akan mandi di toilet itu.
Nina, Ilmi dan Dwi kemudian masuk ke dalam toilet yang berbeda.
__ADS_1
Nina lebih dulu memandikan Ilmi, kemudian menitipkannya pada Dwi yang ternyata sudah selesai lebih dulu.
" Aku tunggu di luar ya." Ucap dwi.
" Oke oke. tolong pakaikan kaos kaki Ilmi."
" Baiklah. Ilmi ayo sama Tante nunggu bunda di luar."
Tak beberapa lama kemudian, nina sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia Lalu sedikit merias wajahnya agar tidak terlalu terlihat jelek.
Nina dan dwi merasa segar setelah hampir setengah hari mereka belum. Lalu mereka segera kembali ke rombongan dan mulai makan.
Setelah menyuapi Ilmi, Nina mulai makan sendiri sambil ditemani pria yang mengemudi tadi.
Orang itu menemani dinamakan sambil mengobrol dan bercanda tawa.
" Nduk, jam berapa katanya pesawat ibumu?"
" Katanya jam 11 waktu Malaysia." Ucap nina.
Pria tadi melihat jam tangannya.
" Pukul 11.30 WIB."
" Berarti setengah jam lagi pesawat dari sana berangkat."
" Ya sudah ayo cepat selesaikan makan lalu kita masuk ke dalam." Ucap nenek.
Setelah memastikan semua orang selesai makan, Nina segera membantu nenek membersihkan kembali sisa-sisa tempat makan mereka. lalu bersiap masuk ke dalam bandara.
Nina dan Dwi cukup terkejut melihat pemandangan di dalam bandara, Mereka kemudian berswafoto.
" sini aku fotokan pakai HPku, HPku lebih jernih daripada hp-mu." Ucap pria tadi.
" Masak?"
Cekrekkk..
Pria tadi lalu mengambil foto ilmi yang sedang berpose lalu menunjukkannya pada Nina.
" Tu lihat kan kameraku jernih."
" Wah iya."
" Karena itu sudah ayo aku fotokan kalian nanti aku akan mengirimnya."
" Baiklah."
Nina dan Dwi kemudian saling berpose pergantian. Sebelum akhirnya nenek dan kakek mengajak mereka untuk masuk ke dalam karena takut sang ibu lebih dulu tiba sebelum mereka.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1