
Setelah kepergian ibunya, depit mulai bercerita tentang keluarganya.
" Istirahatlah dulu dikamar ku, nanti sore kita akan ke alun alun kota." Ucap galang menunjuk kamarnya.
" Hmm, baiklah." Nina memasuki kamar galang.
Tok
tok
tok
" Nin, apa kau mau ikut kami ke sumber air." Ucap galang setengah berteriak, karena pintu masih tertutup.
" Untuk apa ke sana?." Ucap nina dari dalam.
" Mandi lah, masak tidur. Ayo berangkat." ucap galang.
Tak lama kemudian, nina membuka pintu. Dilihatnya galang dan adiknya sudah siap pergi.
Galang melajukan motornya melewati pemukiman warga dan sawah.
" Kenapa berhenti?." Tanya nina terheran², karena sepertinya ini bukan tempat yang di maksud galang.
" Kita sudah sampai." Ucap galang sambil membuka jaketnya.
" Hah!, dimana sumber airnya?." Tanya nina.
" Tentu saja didalam, ayo masuk." Galang memajukan lengannya, kode. Agar nina memegang lengannya, sehingga mereka dapat berjalan berdampingan.
" Ayo, kau tidak mau coba mandi disini." Ucap galang sambil membuka pakaian nya, menyisah kan kaos dalam dan boxer.
" Aku tidak bawa baju ganti, tadi kau hanya bilang kita akan jalan² kan, kalau tau akan ada acara berenang. Tentu aku membawa baju ganti." Kesal nina.
__ADS_1
" Haha, deritamu deh." Ucap galang sambil menceburkan diri ke kolam, menyusul adik dan teman adiknya.
Setelah puas berenang, galang mengajak nina dan adiknya pulang.
Sesampainya di rumah...
" Kau mandilah, kemudian kita akan ke kota." Ucap galang memberikan handuk, yang di ambilnya dari kamar sang ibu.
" Emm, dimana ibu?" tanya nina.
" Dibelakang, dirumah belakang."
Nina ber o ria, kemudian mengikuti langkah galang menuju kamar mandi.
" Itu kamar mandi nya, lampu nya di sebelah sana." Tunjuk galang, kemudian berlalu dan pergi ke kamarnya.
...****************...
" Iya, hati². Lain kali main kesini lagi ya." Ucap ibu galang.
Nina hanya membalas anggukan, setelah galang berpamitan pada ibunya. Galang pun melajukan motor nya menuju kota.
Diajaknya nina berkeliling, pertama ke kebun teh. karena hari sudah mulai gelap, galang mengajak nina untuk ke alun alun kota.
" Wah, jalannya nya sudah banyak yang di tutup. Sepertinya kita harus memarkir motor dan jalan menuju alun alun." Ucap galang.
" Baiklah, ayo kita jalan kaki." ucap nina bersemangat.
Setelah menelusuri alun alun kota, gerimis turun mengacau semua orang yang sedang bersantai di taman. Termasuk nina dan galang, mereka memutuskan berteduh di salah satu rumah makan di emperan jalan.
" Kau mau makan apa?" Tanya galang pada nina.
" Emm, lalapan cumi dan teh hangat." ucap nina.
__ADS_1
" Aku lalapan ayam dan jeruk hangat. Kau yang pesan oke." ucap galang sambil berjalan menuju meja duduk. Sedang nina, pergi memberi tahu pedagang tentang pesanan nya.
" Nina, ayo kita menikah." Ucap galang tiba², setelah meminum jeruk hangatnya.
" Uhuk uhukk... Menikah?, kita bahkan belum pacaran." Terang nina.
" Pacaran itu memakan waktu lama, dan terlalu basa basi. Aku ingin menikah dan punya anak. Selama ini aku hanya memanjakan keponakanku, membelikan apapun yang ia mau. Memberi apapun yang tidak di berikan kakakku. Aku jadi ingin punya anak sendiri." Ucap galang panjang lebar.
" Tapi aku masih harus membantu ibu, membiayai sekolah adikku."
" Aku bisa membantumu, kalau cuma urusan biaya sekolah. Aku mampu, Adikku saja aku yang membiayai." Terang galang.
Nina terlihat berpikir keras. Tatapannya menatap ke arah air hujan yang turun dengan deras.
" Aku.. Tidak bisa menjawap." ucap nina.
" Hari raya, bagaimana kalau setelah hari raya kita menikah." ucap galang.
" 6 bulan lagi?, Baiklah." Ucap nina mantap.
Terlihat senyuman mengambang di bibir galang, dan mereka pun melewati malam pergantian tahun dengan guyuran hujan, tanpa kembang api.
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1