Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Hari pertama


__ADS_3

Pagi hari, galang sibuk memasang kompor di teras kamar, yang ia bawa dari rumah, sedang nina, menata pakaiannya ke dalam lemari.


" Hei ini, pakailah. Aku sudah tidak menggunakannya." Ucap tetangga kos galang.


" Nda.. Kemari lah, lihat mbak yuni memberi kita rak piring." Teriak galang. Tak lama kemudian nina datang dan langsung menuju kamar mbak yuni.


" Bener ini sudah tidak dipakai?."


" Iya, tapi cuci dulu, itu sangat kotor. Dan ini, aku juga ada magicom, tidak aku gunakan. Karena suami ku suka nasi yang di masak pada kompor." Ucap mbak yuni sambil menyerahkan magicom kecil.


" Terima kasih, ohya apa ada tukang sayur?"


" Ada biasanya pukul 06:15."


" Hmm, baiklah. Sekali lagi terima kasih." ucap nina sambil berlalu membawa rak piring dan magicom.


" kompornya diletakan dimana?" Ucap galang saat nina mencuci rak piring.


" Letakan di meja itu saja."


" Kalau kau sudah selesai, segera mandi. Kita beli nasi untuk sarapan. Aku sangat lapar." Ucap galang setelah selesai meletakan kompor.


Setelah semua pekerjaan selesai dilakukan, nina bergegas mandi dan segera pergi menemui galang yang sudah menunggu di atas motornya.


" Bagaimana kalau kita beli beras dan beberapa mie instan untuk makan malam, hitung² mencoba magic com baru dan kompornya, hehe." ucap nina.


" hmm, baiklah."


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah rumah makan sederhana.


" Ini uangnya, belanja lah di sana. Biar aku yang memesan makanan. Jangan lupa beli kopi dan gula" Ucap galang sambil menyerahkan dompetnya.


" Baiklah." Nina menerima dompetnya, kemudian berjalan menuju mini market yang ada di seberang jalan raya.


Nina mulai memilih apa² saja yang diperlukan. Setelah di rasa cukup, nina menuju meja kasir dan segera membayar. Dilihatnya galang sudah ada di depan mini market.


" Sudah selesai?." Ucap galang saat nina menghampirinya, nina hanya mengangguk.


" Hati², ada mangkuk di sana. Nanti pecah" Ucap nina saat melihat galang meletakan kantung belanja mereka.


" Apa mini market itu sekarang jual mangkuk?."


" Ah tidak, aku hanya membeli deterjen yang berhadiah mangkuk, hehe. Jadi lebih hemat." Kekeh nina.

__ADS_1


Malam hari...


" Apa haid mu sudah selesai?" Tanya galang saat medapati ida, mengganti pakaiannya dengan baju tidur.


" Sudah, kenapa?"


" Tentu saja kita akan membuat anak." Kekeh galang sambil menarik nina dalam pelukannya.


Malam itu pun mereka melakukan penyatuhan sempurna yang sempat tertunda.


...Skip...


Tak terasa satu minggu sudah berlalu, dan hampir setiap malam mereka melakukan penyatuhan itu.


" Semoga lekas menjadi bayi." ucap galang sambil mengelus perut nina.


" Bagaimana akan jadi bayi, kalau kau melakukannya hampir setiap hari." Ketus nina.


" Loh, kan semakin sering semakin baik."


" Justru kalau terlalu sering membuat kualitas sper** jadi tidak baik."


" Oo begitu. Ya sudah kita melakukannya 3x seminggu, bagaimana?"


...----------------...


......................


Tiga minggu kemudian, nina merasa ada yang aneh pada dirinya.


" Mas, tolong kerokan badanku, akhir² ini aku merasa kurang enak badan.


Sepertinya aku masuk angin." ucap nina.


" Baiklah ayo."


" Sepertinya kau memang masuk angin, lihatnya sangat merah"


" Hemmm..."


" Biasanya obat apa yang kau minum?"


" Aku biasanya hanya meminum tol*k Ang*n."

__ADS_1


" Istirahatlah, aku akan membelikannya untukmu." Ucap galang setelah selesai memijat nina.


" Hmm, terima kasih."


Sepeninggalan galang.


Drttt.....drtt....drttt...drrrt


" Hallo akak, apa kabar?" Teriak suara di telpon.


" Ck, jangan teriak². Aku sedang tidak enak badan." Jawap nina.


" Ha ?, apa kakak hamil."


" Emmm, hamil ?, tidak. Akak sedang masuk angin. Tadi sudah kerokan, dan sekarang nunggu suami akak belikan obat."


" Emmm, adik kira hamil, kalau hamil kan enak, anak kita nanti selisih umurnya tidak jauh, kan adik sekrang hamil 3 bulan."


" Hmm, sudahlah. Esok saja lagi cerita, akak ingin istirahat."


" Baiklah, sehat² ya akak sayang."


Tut.


Telpon di matikan. tak lama setelah itu, galang datang membawa obat untuk nina. Setelah meminumnya nina memilih untuk tidur.


Hamil?, apa benar aku hamil?, aku juga telat haid sudah 2 minggu. Batin ida


...****************...


...----------------...


...----------------...


Tulisan receh, bagi like nya dong kak, hiks hiks.


...Jangan lupa like ...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2