Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Rencana


__ADS_3

Setelah membereskan rumah, nina menjatuhkan diri di kasur yang baru dia beli, mencoba memejamkan mata. Memikirkan rencana apa untuk kedepannya.


Drtt drtt drttt


..


.


" hallo bang hamdan?".


" Sepeda nya mau diantar kapan?." ketus suara di seberang sana.


" Sekarang juga boleh." ucap ida tak kalah ketus.


" Diantar kemana?"


" Jalan xxx no.76 "


" Akan ku hubungi lagi, jika aku sudah sampai."


tut.


.


.


" Dasar beruang kutub !!". umpat nina kesal. Menatap layar ponselnya, kemudian menghubungi seseorang.


" Hei curut, apa kabar?"


" Aku baik, bagaimana kabarmu,?"


" Aku sedang mencari pekerjaan, aku sudah ada di jawa."


" Wah, benarkah?. lusa aku akan pulang. liza akan menikah minggu depan."


" ha?, kenapa dia tidak memberitahuku."


" Entahlah, kenapa tidak bertanya sendiri?. Aku saja diberi tahu wulan."


" Ah, baiklah. Matikan telfon nya, aku akan menghubungi liza."

__ADS_1


tut.


..


.


Menggeser layar ponsel, mencari kontak liza, dan menelponnya.


" hallo Nina ". suara liza seperti sedang mengunyah makanan.


" HEI CURUT, KAU AKAN MENIKAH DAN TIDAK MEMBERI KABAR PADAKU, JAHAT SEKALI KAU." teriak ida dengan lantang. Mungkin telinga liza sedang terbakar sekarang.


" Jangan marah, aku baru mau memberi tahu mu dan novi, tapi kau sudah menelpon ku lebih dulu." ucap liza santai.


" Hah, baiklah. Lusa kita bertemu, merayakan hari terakhirmu menjadi gadis perawan, hahahaha." Goda nina.


" Teman tidak ada akhlaq, matikan telpon nya, kau menganggu kencan ku."


" Baiklah baiklah, bye curut.".


Tut..


......................


...****************...


...----------------...


Hari dimana ke empat sahabat itu akan bertemu pun tiba, mereka memutuskan untuk bertemu di kafe 'zentop'.


Tanpa direncanakan, mereka tiba secara bersamaan.


" Ayo kita duduk di dekat air mancur itu saja." Tunjuk wulan saat mereka memasuki kafe.


" Kalian pesan apa? biar aku pesankan". ucap nina saat mereka melangkah menuju tempat yang ditunjuk wulan.


" Aku bebek galak, dan milk shake vanila ". ucap liza sambil menjatuhkan bokongnya di kursi.


" Aku mie setan, dan jus mangga". ucap wulan.


" Aku mie goreng spesial dan milk shake coklat". ucap novi sambil meletakan tas nya di atas meja.

__ADS_1


Nina pun berlalu meninggalkan sahabatnya, dan berjalan menuju meja menu.


" Aw, maaf aku tidak sengaja." Tidak sengaja nina menabrak seseorang.


" Nina ?? ."


" Rimba ??."


Melihat senyum rimba, nina pun membalas senyumannya.


" Kapan kau datang dari kalimantan?, dan bersama siapa kau disini?". tanya rimba sambil melihat dan menduga duga, kira kira nina datang bersama siapa.


" Itu bersama para curut." Menunjuk sahabatnya yang sedang tertawa seperti mbak kunti.


" Kau sendiri dengan siapa?."


" hmm".


Rimba menunjuk dengan mata nya, dilihatnya intan melambai ke arah nina. Setelah membalas lambaian intan, nina meninggalkan rimba, dan menuju meja menu.


" Saya pesan steak, cappucino float, kentang goreng, roti maryam, stup roti dan bla bla bla bla bla..... di antar ke meja sebelah sana." Menyebut pesanan para cuc curut nya, dan menunjuk tempat mereka duduk.


" Hei, aku disebelah sana, mungkin kalian ingin bergabung." ucap nina menghampiri meja rimba dan intan.


" Pergilah, kau mengganggu kencanku." Rimba memasang muka merajuk, layaknya anak kecil yang diganggu saat bermain.


Nina dan intan hanya terkekeh melihat tingkah laku rimba. kemudian nina berlalu, meninggalkan mereka menuju para curut nya.


Saat hendak melangkahkan kaki nya, nina melihat seseorang yang tidak asing baginya.


" itu kan....."


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...vote...


...komen...

__ADS_1


__ADS_2