Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Bertengkar


__ADS_3

" yongki ?"


" Kita perlu bicara "


" Tentu, bicara lah!." ketus nina, masih berdiri didepan pintu.


" Tidak disni, bagaimana kalau di taman". ajak yongki.


" Baiklah, ayo!."


Masuk ke kamar, mengambil jaket, dan berjalan ke arah yongki yang sudah siap melajukan motornya.


Tak perlu waktu lama, kedua nya sampai di taman kota, terlihat ramai orang disana. Mereka pun duduk dibangku tengah taman.


" Apa yang ingin kau bicarakan." bertanya tanpa melihat yongki.


" Aku tidak bisa seperti ini, kau tidak pernah menghubungiku. Apa alasanmu sebenarnya?."


" Ya ampun yongki, buat apa aku menghubungimu, kita kan sedang break. Kalau break, tentu saja kita tidak saling berkomunikasi." Menatap yongki dengan tatapan geram, berusaha menahan emosi yang sudah meronta ronta.


" Aku tidak mau break, itu hanya akan mengarah pada berakhirnya sebuah hubungan. Dan aku tidak mau hubungan ini berakhir."


" Tapi aku ingin mengakhiri nya sekarang yongki, aku sudah lelah. 4 tahun bersama mu, tidakkah kau mengerti perasaanku?, kau selalu ingin di mengerti, tapi tidak kah kau memikirkan perasaan ku juga?."


" Kau terlalu egois, kau ingin aku selalu menerima keadaanmu, memintaku memahami keluargamu, memintaku terus menunggu. Tanpa kau sadari, kau menyakiti hatiku. Aku sudah lelah dengan sikap posesif mu. Kau terlalu mengkekang ku!. Disaat aku meminta kau dan keluargamu datang, Hanya datang yongki, hanya datang. Tapi tak pernah kau gubris."


" Aku sudah bilang kan, aku belum siap terikat denganmu. Setidaknya bersabarlah sampai aku mendapat pekerjaan tetap, saat ini aku sedang membantu mengurus ladang jeruk ayahku."


Yongki menatap nina, seperti berusaha memenangkan hati nya lagi.


" Maaf yongki, aku ingin putus!."


" Tidak tidak, jangan katakan itu." Berusaha meraih tangan nina, namun nina justru menepisnya.

__ADS_1


" Keluargamu bahkan tidak pernah menggangapku ada, apa kau ingat perlakuan keluargamu, saat kau mengajakku berlibur ke pantai. Setidaknya anggap lah aku sebagai temen wulan, jika memang mereka tidak menyukaiku sebagai kekasihmu."


...


..


.


...flashback on...


" Hallo sayang, besok aku akan pergi ke pantai , apa kau akan ikut." suara yongki melalui sambungan ponsel.


" Bersama siapa?."


" Keluargaku, akan ada wulan juga, kita akan berangkat dengan motor, bersama mia dan muklis."


" Tapi keluargamu?."


" Santai saja, mereka tidak akan macam macam padamu kan."


" Aku akan menjemputmu pukul 07.00."


" hmmm"


Tut. Sambungan ponsel terputus, ida mulai mengacak acak lemari, mencari pakaian yang pas dipakai saat ke pantai.


Skip aja ya..


" Kenapa di skip thor?."


" Kelamaan curut!."


" Kok bisa lama?" jiwa kepo nya nina meronta ronta.

__ADS_1


" Aku capek ngetiknya curut, lagian ini cuma flashback!!"


" Oh, oke oke".


....................


Dipantai, semua keluarga yongki mengelar alas tikar dan mulai mengeluarkan makanan dari mobil, menata nya diatas tikar.


Tidak ada tegur sapa dari orang tua yongki, ninapun tidak berani menyapa, karena tatapan nya sungguh mematikan.


" Ayo duduk nduk." Bude wulan mengandeng tangan nina untuk duduk disebelahnya."


" Aku duduk dengan wulan saja bude."


" Kemarilah." ucap wulan, sambil menepuk nepuk alas tikar disebelahnya.


" Wulan, aku takut." bisik nina.


" Tidak apa, bersikaplah biasa."


Keluarga yongki pun terlihat bersenda gurau, beberapa dari mereka memutuskan untuk mandi di pantai, termasuk yongki.


Dan nina, hanya di temani wulan. Yongki sama sekali tidak mengajak bicara sejak bergabung bersama keluarga nya.


" Anak anak, ayo kita makan dulu."


Teriak wanita paruh baya, yang tidak lain adalah ibu yongki.


...----------------...


...----------------...


...jangan lupa like...

__ADS_1


...komen...


...kritik dan saran nya...


__ADS_2