Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
ISTIGHOSAH


__ADS_3

" Ayah Ayo kita pergi ke taman. Kakak adam pergi ke taman. Aku juga ingin pergi" Pinta ilmi


" Kau tidak tahu jika ayah tidak punya uang. Apa itu jangan ikut-ikut mereka mereka itu orang kaya kau itu orang miskin." Ketus gilang.


Nina yang mendengar ucapan Gilang, langsung merasa seperti hatinya dihujani ribuan belati. Jika memang tidak ingin mengajak Ilmi kesana tidak bisakah dia berkata yang baik.


" Jangan bicara seperti itu pada ilmi, dia masih kecil. Dia masih belum mengerti." Ucap nina.


" Justru karena dia masih kecil, jadi harus diajarkan agar dia mengerti jika orang tua nya, adalah orang yang tidak punya apa-apa alias miskin." Ucap gilang.


Nina terdiam tidak ada gunanya juga berdebat dengan Gilang, bilang pasti akan punya argumen sendiri. karena sejak dulu bilang tidak pernah mau kalah jika berdebat.


" Yuk Ilmi kita beli jajan di depan aja ini mau kan."


Ilmi cemberut.


" Ayo besok aja kalau ayah sudah punya uang kita ke taman." Rayu nina.


" Tidak usah dijanjikan begitu agar dia tidak menjadi manja. Dan mami tanya lagi di kemudian." Ucap gilang.


Nina tetap merayu Ilmi agar mau membeli jajan di toko yang ada di depan, agar Ilmi tidak lagi bersedih karena ayahnya tidak mengajak ke taman.


Setelah susah payah membujuk ayahnya Ilmi mau.


Didalam perjalanan menuju warung depan, nina mencoba menahan air mata nya, agar tidak terjatuh.


Beberapa hari setelah kejadian itu,


" Ini uang 300ribu, dihemat sampai aku mendapat uang lagi. Aku lelah yang mencari uang jadi jangan boros-boros."


" Aku sudah berusaha hemat tapi mau gimana lagi, kadang harga sembako yang naik."


" Ya pintar pintar kamu mengaturnya lah."

__ADS_1


Nina terdiam, dia memilih untuk tidak berdebat.


" Ayo kita pergi ke taman." Ajak Gilang pada ilmi.


" Hore..."


Ilmi sangat antusias. mereka bertiga lalu berjalan menuju taman.


Malam hari nya, setelah Ilmi tidur, gilang mendekati nina. Dan meminta hak nya.


Dengan perasaan campur aduk Nina melayani suaminya. Penyatuhan itu, tidak lagi membuat nina bersemangat.


..


" Kalau kalau punya rezeki lebih belikan sprei, aku cuma punya sprei dua dan yang satu warnanya sudah pudar." Ucap nina.


Gilang hanya diam. Hingga beberapa minggu kemudian Gilang menyerahkan 5 lembar uang kepada Nina.


" Apa uang ini boleh aku belanjakan sprei?"


Nina lalu mulai mencari sprei murah di aplikasi orange, setelah menemukan sprei yang murah Nina membeli 2 pcs sprei di toko yang berbeda di aplikasi orange.


" Ilmi pasti suka jika aku membelikannya sprei bergambar hewan."


" Bunda.." Panggil ilmi.


" Ya sayang?"


" Nanti ngaji?"


" Iya, nanti gadget nya dibawa saja ya, karena nanti bunda mau istighosah, jadi kita tidak usah pulang dan salat magrib di masjid saja. Nanti Ilmi bisa menemani Azriel bermain sebaring menunggu bunda dan tante Eka salat."


" Baik bunda."

__ADS_1


" Aku Aku mau lomba memancing dulu." Ucap gilang.


" Kunci nya nanti aku letakkan di atas meteran. Karena aku akan langsung istighosah, jadi aku tidak pulang ke rumah dulu."


" Iya."


Sore hari nya, seperti biasa Nina selalu menyiapkan keperluan Ilmi untuk berangkat ngaji.


" Gimana suami?, ada perkembangan?" Tanya eka pada saat jam istirahat.


" Ya masih saja lah, kadang baik kadang kambuh penyakitnya."


" Haha, kek nya suami kita minta di rukiyah ya." Kekeh eka.


" Ya sepertinya begitu. Emang bisa ya di rukiyah?"


" Mungkin. Eh nanti ikut istighosah kan."


" Ikut. Kayaknya aku nunggu di sini nemenin kamu."


" Bagus dong Jadi kita bisa salat Maghrib berjamaah."


" Iya."


Malam hari nya, setelah bersama-sama melakukan salat Maghrib Nina dan Eka bersiap untuk mengikuti istighosah mingguan yang diadakan di masjid tempat Ilmi mengaji.


Hati Nina begitu tenang, membaca ayat suci dan mendengarkan lantunan ayat suci. Membuat pikirannya terasa lebih jernih. Di sela-sela, pembacaan ayat suci. Nina menadahkan kedua tangannya seraya berdoa.


" Ya Allah berikanlah keluarga kami kecukupan rezeki. Bukakanlah pintu hati suamiku, buatlah hatinya menjadi lembut. Berilah aku kesabaran dan ketabahan yang tiada batasnya, kuatkan Aku dalam menghadapi setiap cobaan yang kau berikan."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2