Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Menemukan 02


__ADS_3

" Ini ini." Tunjuk novi.


" Kau yakin?." Nina memastikan


" Yakin, aku masih ingat tanggal nya. Kemari biar aku catat nomornya". ucap novi seraya mengambil ponsel nina, dan memasukan nomor yang di duga milik mbak maya.


" Telpon atau kirim pesan?." tanya novi sambil memegang ponsel nina.


" Terserah kau saja." Jawap nina sambil mematikan laptop nya.


" Kirim pesan saja lah." ucap novi sambil mengetik sesuatu.


" Aku akan ke belakang membuat makanan untuk kita." ucap nina berlalu meninggalkan novi.


" Hmmmmm". Novi menjawap dengan berdehem, karena sibuk dengan ponsel nina.


lima belas menit kemudian, nina datang membawa dua piring nasi goreng sederhana dengan telor mata sapi.


" Ayo kita makan dulu." ucap nina sambil meletakan piring di meja kecil.


" Ohya, aku sudah mendapatkan nomor depit." Ucap novi sambil memakan nasi goreng buatan nina.


" Benarkah?." ucap nina sambil memberikan minum kepada novi.


" Hmmm"


" Lalu?"

__ADS_1


" Seperti nya dia sudah punya pasangan. Foto profil nya foto wanita."


" Yah, gagal deh aku melepas status jomblo ku. Hahahaha." ucap nina tertawa, di ikuti novi yang juga tertawa.


" Aku sudah bertanya, namun belum di jawap. Mungkin sedang sibuk." Novi berkata sambil memasukan nasi ke dalam mulutnya.


" Bertanya tentang apa?" Nina bertanya tanpa melihat novi.


" Yaaa, tentang siapa wanita yang dijadikan profil." ucap novi santai.


" Kemari kN piring mu, biar aku yang mencuci nya. Kau lihat saja ponselmu, apakah galang sudah membalasnya atau belum."


Setelah menerima piring dan gelas dari nina, novi pun berlalu menuju dapur. Sekembali nya novi dari dapur, dilihatnya nina sudah tertidur. Mungkin efek memakan satu piring penuh nasi goreng ditambah telur mata sapi. Membuat nina kekenyangan dan akhirnya tertidur.


Novi pun berbaring di sebelah nina, mengambil ponsel dan mengeceknya. Senyum terlihat di wajah nina.


...Flashback on...


...Call on...


" Nov, kapan kau pulang? hiks.. hiks.." Suara serak nina.


" Lusa, kenapa sayangku." ucap novi menghibur.


" Kau tau, ayahku membatalkan sepihak ta'aruf ku dengan arif. Ayahku menilai arif sombong karena punya mobil, jadi seakan tidak menghargai beliau sebagai ayahku. Padahal ayahku sendiri yang meminta nya mengurus surat NA jika ingin serius meminangku. Dan menyuruh arif beserta ayah nya untuk datang ke rumah ayahku. Setelah bertemu, ayahku justru memperumit hal sepeleh, sehingga membuat keluarga arif kecewa. Satu minggu setelah kejadian itu, arif mengabarkan jika ayahku sudah membatalakan pertunangan kami. hiks hiks hiks... Mengapa ini terjadi padaku?". Panjang lebar nina menjelaskan.


" Tenanglah, lusa aku akan pulang, kita akan menghadapi ini bersama. Aku juga punya banyak masalah." Novi berusaha memenangkan nina.

__ADS_1


...Call of...


.......


...Flashback Off...


......................


Keesokan pagi nya, Novi terbangun dan melihat nina sudah tidak ada di sampingnya. Seperti biasa, nina selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan bagi adik dan kakeknya. Juga membersihkan rumah. Jadi saat novi terbangun, kondisi rumah sudah bersih dan makanan sudah tersedia di meja.


" Hei, galang belum punya pasangan, dia hanya iseng menggunakan foto profil mantan kekasihnya." Ucap novi ketika nina melempar handuk kepadanya.


" Benarkah?," ucap nina sambil merias wajahnya.


" Tentu saja. Kau mulai lah sendiri oke, peran ku sudah selesai." ucap novi sambil berlalu meninggalkan nina


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2