Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Berkemas


__ADS_3

Siang hari, nina yang baru pulang mengambil berkas. langsung menjatuhkan diri ke sofa dan menelfon seseorang.


" Assalamualaikum paman"


" Walaikumsalam, iya nduk. Ada apa ?"


" Paman, aku sudah selesai dengan berkas ku. Besok, bisakah aku berangkat? "


" Baiklah, paman akan memesankan tiket untukmu "


" Terima kasih paman "


Tut.


Sambungan telfon di matikan.


drtt drttt drttt...


...Pesan dari grup curut ?...


* Novi : hei curut, nanti malam aku berangkat ke xxx 😖 *


*liza : what ,,, kenapa mendadak sekali *


* wulan : aku malah sudah di kota XXX, mengenal lingkungan fakultas yang akan aku masuki*


* novi : hehe, bisa kah salah satu diantara kalian menjemput, dan mengantarkan ku ke terminal?*


*liza : aku sibuk dengan calon misua ku hehe*


*wulan : terbang saja kau, ku pinjamkan baling baling bambu, ok ?*


* novi : kenapa tidak sekalian saja kantong nya, jadi aku bisa berbuat apa saja sesuka ku, hahaha.*


* wulan : memangnya kau ingin berbuat apa?.*


*novi : tentu saja menjadi yang paling langsing diantara kalian.*


*liza : hahahahah, mimpi kalik.*


* novi : jadi, siapa yang bisa mengantarku 😇🤩


* nina : Aku akan mengantarmu, nanti sore aku ke rumahmu, ok.*


* novi : ah, kau memang yang terbaik *


*liza : huek, penjilat *


* novi : hei kau *


* nina : sudah lah, aku ingin berkemas"


* novi : aku juga "


....


...


..


.


Tok


Tok


Tok


" Assalamualaikum "

__ADS_1


Suara itu, seperti nya aku kenal


" Walaikumsalam "


Dengan langkah gontai, nina berjalan ke arah pintu. Membuka nya, dan ....


" Rimba !!"


Senyum tak dapat lagi ditahan, ida tersenyum hangat melihat siapa yang datang.


" Masuklah "


Rimba berjalan mengikuti ida, kemudian duduk dikursi yang saling berhadapan.


" Hei, apa kabarmu?, kau terlihat tidak baik baik saja " nina menatap rimba yang muka nya dilipat seperti kertas lipat.


" Aku, akan kuliah di kota XXX, fakultas XXX " Terdengar suara helaan nafas rimba.


" Kenapa kau sedih ?"


" Tentu saja aku sedih, kau akan ke kalimantan, kita tidak akan bertemu lagi " bicara dengan kecepatan jet.


" Ahahahahahah, kau lucu sekali. Bukankah kita masih bisa bertukar pesan, dan menelfon " ucap nina sambil menggoyang goyangkan ponselnya.


" Kau akan melupakanku ?." Rimba menatap nina


" Tentu saja tidak, kau yang terbaik yang ku miliki"


1 detik.


1 menit.


Berapa menit berlalu dengan keheningan.


" Bagaimana hubunganmu dengan intan?"


" baik baik saja, dia akan mendaftar di sekolah xxx, sekolahmu."


Nina begitu antusias mendengar bahwa pacar rimba, intan. Akan sekolah di tempat yang sama dia menimba ilmu.


" Seperti nya perkantoran."


" Wah, kelas suka berdandan"


Kekeh Nina, pasalnya dari 4 jurusan di sekolah nya, hanya jurusan perkantoran lah para murid selalu tampil cantik, dengan make up. Berbeda dengan jurusan nina, yang berdandan hanya saat ujian praktek.


Tak terasa, sudah 1 jam rimba dan nina berbicara, sesekali bersenda gurau. Hingga kedua nya melupakan permasalahan masing masing.


" Sebaiknya aku pulang, tidak enak dengan keluarga bude mu "


Melirik ke jendela sebelah rumah bude ida, dimana keluarga adik bude sudah menatap dengan tatapan monyet.


" hmm, ya kau benar. Pulang lah, hati hati di jalan. Jangan lupa untuk menghubungi ku lagi.*


nina berdiri, dan mengantarkan rimba sampai kelapa nya tidak terlihat lagi.


(maksud nya udah pergi ya!, bukan kepala nya hilang dimakan keluarga adik bude wkwkwk).


...----------------...


...----------------...


Sore hari, sesuai janji nina pada novi, yang akan mengantar nya ke terminal.


nina berangkat menyusul novi, tak lupa berpamitan kepada bude.


15 menit kemudian....


tok

__ADS_1


tok


tok


tok


" hei curut, buka pintu nya " teriak nina.


ceklek


" masuklah "


Terlihat novi sudah siap dengan tas ransel yang cukup besar.


" wah, mau minggat ya?, mau berangkat sekarang?"


" Sembarangan kau!. emm aku belum makan hehe "


Nina menghela nafas sambil memegang kening nya.


" ya sudah ayo kita makan dulu, bagaimana kalau di kafe 'zentop', sudah lama kita tidak makan disana".


" cus lah, ayo kita kerumah nenek, aku akan berpamitan"


Novi mengunci pintu, dan berjalan didepan nina yang kemudian mengekor.


Sampai dirumah nenek novi, tampak nenek nya sedang memasak nasi.


" Nenek, aku akan berangkat, ini kunci rumahku"


Novi menyerahkan kunci, dan mencium punggung tangan neneknya.


" Hati-hati dijalan ya nak, kabari nenek kalau kau sudah sampai nanti".


...


..


.


Nina yang menunggu di motor, kemudian menyalahkan motor nya saat novi datanh mengendong tas ranselny.


kemudian kedua sahabat itu melajukan motornya menuju kafe.


.......


...


.


Di kafe ...


" Selamat sore, mau pesan apa ?" ucap salah satu waiter kafe, sambil memberikan buku menu".


" Kentant goreng, roti bakar keju, minumnya cappucino float. Kau pesan apa novi " Menyerahkan buku menu kepada novi.


" Emmm, nasi goreng spesial dan milk shake coklat ".


" Baik, mohon menunggu. Pesanan akan segera kami siapkan". Pergi setelah mencatat pesanan.


" eh, lihatlah.... bukankah itu ... "


...----------------...


...----------------...


...----------------...


... Jangan lupa like ...

__ADS_1


...komen vote...


...hadiah...


__ADS_2