Deritaku Ataukah Takdirku?

Deritaku Ataukah Takdirku?
Rumah sakit


__ADS_3

" Kenapa berisik sekali." Ucap nina setengah sadar, sambil melihat ke arah jendela.


" Apa apa?". Tanya galang yang ikut terbangun dengan suara berisik.


" Sepertinya itu sekumpulan anak anak. Mungkin anak SMP/SMA yang sedang rekreasi." Terang nina sambil melihat banyak anak² yang berlarian.


" Pukul berapa sekarang?." Tanya galang dengan mata tertutup.


" Pukul 03:00" Ucap nina melihat layar ponselnya.


" Hmm, kau tidurlah. Kita akan ke rumah sakit pukul 06:00." ucap galang


" Kenapa pagi sekali?."


" Keluargaku akan berangkat pukul 04:00, jadi mereka akan tiba pukul 06:00 kan. Agar cepat mendapat nomer antrian." terang galang masih dengan mata tertutup.


"Hmm, baiklah." Ucap nina, kemudian melanjutkan tidurnya.


...----------------...


Pukul 06:00. Setelah melakukan check out hotel, mereka menuju rumah sakit.


Setelah sampai, mereka menelusuri koridor rumah sakit, dan dilihatnya keluarga galang sudah tiba disana. Menunggu antrian dibuka.


" Ayo kita kesana, antriannya ada di sebelah sana." Ucap laki², yang tak lain adalah paman galang.


Galang mendorong ayahnya yang duduk di kursi roda, sesampai nya di ruangan yang di tuju. Semua kaget karena antrian sudah panjang. Dan ayah depit mendapat nomer antrian 107, poli penyakit dalam.

__ADS_1


" Kau duduk saja, biar aku yang mengantri, mana berkasnya" Ucap nina, sesaat setelah pamannya pamit untuk kembali ke kota mereka.


" Nduk, kau boleh mengambil nomer antrian ku, aku salah mengambil nomer antrian." Ucap seorang ibu² mendekati nina yang tengah mengantri.


" Benarkah?, terima kasih buk." Ucap nina senang, apalagi melihat nomer antrian 027. Tinggal 5 angka menuju angka 027.


" Buk, ayo. kita harus membawa bapak ke ruangan xx untuk di periksa. Sebaiknya kita cepat. kalau terlambat, bapak akan kehabisan ruang rawat." Ucap nina setelah lama mengantri.


Setelah bertanya pada satpam, mereka berjalan menelusuri kridor dan mencari ruangan xx.


" Le, pergilah sarapan dulu, bapak biar ibu yang jaga, kalian pasti belum sarapan." Ucap ibu, saat merek sudah sampai di ruangan yang di cari, dan mendapati antrian yang panjang lagi.


" Bagaimana nanti kalau nama bapak dipanggil. Bukankah berkas bapak sudah di ambil perawat itu." ucap galang.


" Bagaimana kalau aku yang membeli makanan untum kita sarapan." Tawar nina.


Nina pun pergi mencari kantin. Karena takut terserat mencari kantin. Nina hanya membeli beberapa roti, dua botol air mineral ukuran sedang dan beberapa kue basah yang di temui nya.


Saat nina kembali, dia mencari² keberadaan ibu dan galang. Dilihatnya mereka sudah masuk, dan duduk di ruang tunggu.


" hmm, aku sangat lapar." Ucap galang sambil memakan roti isi yang di berikan nina.


Galang keluar ruangan, setelah melihat nina datang, dan mengkode untuk makan di luar


" Apa bapak sudah di panggil." Tanya Nina


" belum, berkasnya ada di paling bawah." Terang galang.

__ADS_1


Skip.


Setelah serangkaian pemeriksaan, dan penantian yang melelahkan bagi semuanya. Akhirnya bapak mendapat ruang rawat. Dengan di dorong 3 orang perawat laki², ibu, galang dan nina mengikuti langkah kaki perawat yang berjalan sangat cepat.


Setelah berjalan cukup jauh, sampailah mereka di ruangan, dengan kapasitas 8 orang, tanpa sekat. Dan terlihat ruangan itu sudah terisi 4 orang, lima dengan kedatangan bapak galang.


" Aku pikir bapak akan ada di ruangan sendiri." Kekeh nina sedikit berbisik pada galang


" Tidak, bapak kesini dengan JAMKESMAS. Ini mungkin kelas nomer 3." Terang galang. Nina kemudian keluar untuk melihat sekeliling.


" Emm, permisi pak. Apa ada ruang atau teras yang bisa dipakai istirahat untuk keluarga pasien." Tanya nina, pada satpam yang kebetulan melintas.


" Ada teras khusus untuk istirahat keluarga pasien, ada di sebelah sana. Didekat kantin." Ucap satpam sambil menunjuk ke arah jalan.


" Terima kasih pak.."


...


.


.


...Jangan lupa like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2