
Dewa segera memutar balik mobilnya yang untungnya belum terlalu jauh dari Area Hotel DD "Dewa Dewi".
Dewa Aryanta Martadinata Wijaya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah mengkhawatirkan keadaan Sinta. Keduanya sangat yakin kalau perempuan yang berteriak itu adalah Sinta.
"Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi kepadamu Sinta?" batinnya Dewi yang sudah semakin mengkhawatirkan keadaan salah satu sahabatnya itu.
Dewinta Arsyta dan Dewa Aryasatya Wijaya Kusuma segera turun dari mobilnya dan tidak memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil yang disediakan.
Maklumlah Arya dan Delia kan pemilik dari Hotel DD jadi bebas saja mau parkir di mana pun tidak ada yang berani melarang atau pun berkomentar. Mereka segera berlari ke dalam Apartemen dan segera menaiki lift.
"Sayang, hati-hati jalannya, ingat kamu itu sedang hamil!" Imbuhnya Dewa yang sedikit khawatir melihat istrinya yang sudah setengah berlari.
"Jangan khawatirkan Aku Kak, insya Allah Aku dan bayiku baik-baik saja kok," balasnya Dewi yang tetap melangkahkan kakinya ke kamarnya Arjuna.
Dewa tidak bisa berbuat apa-apa lagi kalau Istrinya berkata seperti itu, ia mencari aman saja dari pada dirinya tidak mendapatkan jatah. Dewi langsung masuk ke dalam kamar Hotel Arjuna Rampal Aryasetio Kusuma yang kebetulan tidak terkunci.
Dewi sangat kaget melihat kondisi Sinta Ismayanti Rajab. Pakaiannya sudah acak-acakan, hijabnya sudah hampir terlepas dari kepalanya. Makeup Sinta pun sudah belepotan tidak serapi sebelumnya.
"Ya Allah Dewi kamu kenapa sayang?" Tanyanya yang berusaha untuk menenangkan diri Rina dengan cara memeluknya.
Sinta Ismayanti Rajab langsung menoleh ke arah Dewinta, dia langsung berhambur ke arah sahabatnya itu dan membalas pelukan Dewi.
__ADS_1
"Dewinta, kamu sudah datang, tolong bawa aku pulang yah, aku takut di sini terus," ucap rengekan Sinta yang celingak-celinguk melihat sekitarnya.
"Okey, kita akan pulang tapi tolong jangan seperti ini, Aku sedih melihatmu dan aku pasti khawatir," jelasnya Dewi sambil mengelus punggung salah satu sahabatnya terbaiknya.
"Dewi, Pria itu ingin menyentuhku, tapi aku tidak mau disentuh olehnya, aku takut melihatnya," ratapnya Sinta sambil menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen.
Sinta menunjuk ke arah Arjuna, sedangkan Arjuna langsung tidak enak kemudian menyugar rambutnya kebelakang karena ia tidak ingin kakak keduanya dan kakak iparnya salah paham kepadanya.
Dewi langsung menatap Arjuna, Dewi kasihan pada Arjuna karena luka yang ada di kepalanya belum diobati dan darah sudah menetes membasahi pipinya.
"Arjuna, apa kamu mengenal temanku ini? Mas Dewa tolong bantu Arjuna untuk mengobati lukanya, kasihan sudah banyak darah yang keluar dari keningnya," ucap Delia.
"Tidak apa-apa kok Mbak, Ini hanya luka kecil yang tidak ada artinya juga, sudah biasa," kilahnya Arjunasambil menyentuh bagian kepalanya yang terluka.
Dewa segera membantu Arjuna untuk mengobati lukanya walaupun Arjuna berulang kali melarang abangnya untuk membantunya.
"Diam, kamu ini seperti anak kecil saja bahkan kamu kalah dari ke dua anak kembar ku, masa luka seperti ini buat kamu cengeng,kalau papa tahu pasti akan tertawa terbahak-bahak," ketusnya Dewa sambil tetap membersihkan luka Arjuna sambil sesekali bercanda.
Arjuna akhirnya menyerah menghadapi Dewa saudaranya sendiri, lalu diam dan tetap memperhatikan Sinta Ismayanti Rajab.
"Maaf ini semua gara-gara Aku andai saja waktu itu, Aku tidak terpengaruh dengan obat itu pasti kamu baik-baik saja," batinnya Arjuna di dalam hatinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Sinta sudah bisa lebih tenang dan mulai memejamkan matanya. Dewi sudah cukup tenang setelah melihat Sinta terlelap. Dewi membantu Sinta untuk menyelimuti seluruh tubuhnya agar tidak kedinginan.
"Apa hubungannya Mbak Dewi dengan Sinta yah? apa mereka saling kenal," Arjuna membatin.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
I love you all Readers…...